Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 130


__ADS_3

."Kenapa begitu? Selama kamu sudah menikah kamu tidak pernah tidur di sana lagi." ucap Mile.


"Karena mereka tidak menginginkan itu. Mereka tidak merindukan ku." ucap Tiara. Mile terdiam sejenak..


"Aku tidak mau membahas nya, lebih baik kita tidur." ucap Tiara.


Di pagi hari nya Tiara perlahan membuka mata nya. Melihat Mile yang berdiri di samping tempat tidur.


"Kamu sudah bangun?" ucap Mile pada Tiara. Tiara tersenyum dia melihat Mile memakai singlet olahraga warna hitam dan juga celana olahraga nya.


"Kamu baru selesai olahraga yah?" tanya Tiara. Mile mengangguk.


"Nih sarapan untuk kamu, saya akan mandi terlebih dahulu." ucap Mile. Tiara mengangguk dia pun duduk.


"Tumben-tumbenan banget jam segini dia belum berangkat ke kantor?" batin Tiara. Tidak beberapa lama Mile keluar dari kamar mandi hanya melilitkan handuk di pinggang nya.


Tiara melihat badan suami nya yang sangat bagus Sekali.


"Kenapa kamu melihat saya seperti itu? Apa kamu kagum dengan badan saya?" tanya Mile.


Tiara memalingkan pandangannya.


"Aku Curiga deh, awal nya kamu pasti menguji aku dengan berpenampilan buruk bukan?" tanya Tiara sambil memeluk suaminya dari belakang.


Mile berbalik, dia menatap wajah istri nya.


"Mau bagaimana pun dulu itu sangat mendadak sekali, saya sudah tau wajah kamu seperti apa. Namun kamu belum melihat wajah saya." ucap Mile.


"Jadi kamu berusaha membuat aku ilfil kan? Agar aku berontak untuk tidak menikah." ucap Tiara. Mile tersenyum tipis.


"Kalau saya tau kalau saya akan jatuh hati sama kamu, saya tidak Akan melakukan hal konyol itu." ucap Mile. Tiara tertawa kecil.


Mile memasang pakaian yang di pilih oleh istri nya.


"Sangat tampan sekali." ucap Tiara. Mile mencium bibir Tiara. Tidak lupa mencium perut Tiara.


"Jam 4 sore nanti kamu siap-siap Dadan yang cantik yah, saya akan meminta supir menjemput kamu untuk makan malam di luar." ucap Mile.


"Serius? kamu gak bohong kan?" tanya Tiara. Mile tersenyum.


"Tidak mungkin saya berbohong pada kamu. Kamu harus Dadan yang cantik." ucap Mile. Tiara tersenyum sambil mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu saya berangkat dulu Yah." ucap Mile. Tiara mengangguk.

__ADS_1


Di rumah sakit Mamah nya Alisa baru saja bangun dan melihat Alisa di samping nya.


"Mamah sudah bangun, ayo minum dulu." ucap Alisa memberikan air putih.


"Bagaimana keadaan Mamah sekarang?" tanya Alisa.


"Sudah lebih baik, badan Mamah juga sudah terasa ringan." ucap mamah nya.


Alisa tersenyum.


"Kata dokter Mamah sudah bisa pulang siang nanti. Papah sedang keluar mengurus beberapa Obat untuk Mamah." ucap Alisa.


"Kamu sendirian saja? seingat Mamah kamu datang dengan seorang pria. Papah juga bilang kamu pulang dengan dia tadi malam ke rumah. sekarang dia tidak bersama kamu lagi?" tanya Mamah nya.


Alisa mengingat tadi pagi.


Dia baru saja keluar dari kamar nya sudah rapi mau berangkat ke rumah sakit namun dia kaget melihat Rafi sudah berdiri di depan pintu nya.


"Kamu sangat lama bangun nya, kita harus segera ke rumah sakit." ucap Rafi dia juga sudah rapi.


"Kita? Aku akan pergi sendirian." ucap Alisa.


"Tapi aku juga mau ikut. Di rumah sendirian sangat membosankan." ucap Rafi.


Rafi terdiam. "Aku berangkat dulu." ucap Alisa. "Aku ikut yah, kamu tidak bisa bawa mobil, saya akan mengantar kan kamu." ucap Rafi.


"Aku bilang enggak yah enggak! aku tidak mau." ucap Alisa dia langsung pergi begitu saja meninggalkan Rafi.


Rafi terdiam.


Dia mengingat semalaman dia tidak bisa tidur karena memikirkan kata-kata Alisa yang sangat menyakiti hati nya.


"Aku sudah berbuat salah dari awal nya pada nya. Mana mungkin dia bisa memaafkan aku begitu saja." batin Rafi.


Di siang hari nya Alisa, Mamah dan papah nya baru saja pulang.


"Mamah langsung istirahat di kamar saja yah." ucap Pak Sean. Mereka membawa Mamah nya ke kamar. Mereka membiarkan untuk istirahat.


"Alisa.. Rafi mana? Kenapa tadi dia tidak ikut ke rumah sakit dan sekarang dia tidak ada di sini." ucap papah nya.


"Seperti nya keluar untuk jalan-jalan Pah, aku akan mencari nya." ucap Alisa.


"Oohh baiklah. Papah juga harus kembali ke kantor. Titip mamah kamu yah." ucap Pak Sean dia pun langsung meninggalkan Alisa.

__ADS_1


Alisa mengetuk pintu kamar Rafi, namun tidak ada jawaban. Dia masuk tampa ijin dia kaget melihat tidak ada Rafi di sana.


"Kemana dia? Apa dia benar-benar pulang ke Jakarta?" ucap Alisa, dia mencoba menelpon namun tidak di jawab.


"Huff aku berbicara sembarangan sampai dia benar-benar pergi meninggalkan ku." ucap Alisa, dia mencoba untuk menelpon lagi namun tidak bisa.


Dia menghela nafas panjang.


"Sudah lah, Lebih baik juga jika seperti ini, tidak akan ada yang mengganggu ku." ucap Alisa.


Dia mau memasak untuk Mamah nya. Namun selalu melihat ke ponsel nya berharap pesan nya di balas oleh Rafi.


"Kalau dia mau pergi setidaknya dia ijin terlebih dahulu, kenapa tidak ijin dan pergi begitu saja?" ucap Alisa.


Setelah selesai masak dan memberikan Mamah nya Makan dia masuk ke dalam kamar nya. Dia menelpon Tiara.


"Halo Alisa, bagaimana kabar kamu dan orang tua kamu." tanya Tiara karena Alisa mengabari dia sebelumnya.


"Sudah baikan kok Tiara, ini baru saja pulang dari rumah sakit." ucap Alisa.


"Alhamdulillah." ucap Tiara.


"Kamu kenapa kelihatan nya sangat banyak fikiran gitu?" tanya Tiara.


Alisa Menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak kenapa-kenapa kok." ucap Alisa.


Tiara menatap Alisa.


"Kamu yakin baik-baik saja? Kelihatan sekali dari wajah kamu." ucap Tiara.


"Gak apa-apa kok Tiara. Kamu kelihatan nya sangat senang sekali ada apa?" tanya Alisa.


"Malam ini Mile ngajakin aku Makan malam, dia meminta ku untuk dandan cantik. Aku sangat tidak sabar sekali." ucap Tiara.


"Seperti nya dia cukup baik untuk kamu, semoga kamu selalu bahagia dengan dia yah." ucap Alisa. Tiara tersenyum.


"Kamu juga harus segera mendapatkan jodoh kamu yah." ucap Tiara.


Alisa diam.


"Kenapa sih kamu tidak dengan kak Rafi saja? Kamu tau dia sangat mencintai kamu, dia mengejar kamu sudah sangat lama." ucap Alisa.


"Seandainya kamu tau seperti apa aslinya kakak kamu, kamu juga pasti akan sangat marah." ucap Alisa dalam hati.

__ADS_1


"Ya udah kalau begitu, aku mau istirahat dulu yah." ucap Alisa. "Baiklah, doa yang terbaik untuk keluarga kamu." ucap Tiara.


__ADS_2