Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 241


__ADS_3

"Kalau begitu saya akan membuat air mandi yang hangat untuk dia." ucap Kin. Tiara menganguk.


"Ya Allah apa nanti Mile bisa menerima anak ku? Apa nanti dia bisa seperti Kin yang selalu siap di repot kan 24 jam." batin Tiara.


Air mata nya tidak terasa keluar, jantung nya berdebar cepat ketika mengingat dia akan bertemu keluarga suami nya, dan juga suami nya.


Kin menjaga di bayi sepanjang hari.


"Tuan Kin sudah sangat cocok menjadi seorang ayah yah." ucap Pelayan yang berada di samping Tiara.


"Tuan Kin kelihatan nya saja sangat galak atau dingin, namun nyata nya dia adalah orang yang sangat baik, bahkan semua orang yang bekerja dengan dia betah." ucap pelayan lain lagi.


"Iyah betul banget, beruntung sekali wanita yang nantinya akan menjadi istri nya."


"waktu nya untuk bekerja semua nya!" ucap Ibu nya Sisi datang. Dia mendekati Tiara.


"Kalau ada kata-kata yang tidak enak di dengar jangan di hiraukan yah Mbak. Mbak mau butuh apa?" tanya Ibu nya sisi.


"Saya ingin membuat Susu hangat Bik." ucap Tiara. "Biar saya buatkan yah Mbak." ucap Bibik. "Terimakasih Bik, namun saya bisa sendiri kok, saya sedang menunggu air panas." ucap Tiara.


Ibu nya Sisi tersenyum. "Oh iya Bik apa Bibik tidak mengenal saya?" tanya Tiara. Bibik itu tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.


"Urusan kami hanya di rumah saja, kami tidak berhak ingin tau tentang kehidupan tuan Kin, kalau ada yang ingin tau itu akan di pecat." ucap Bibik.


"Apa sebelum nya Kin tidak pernah bercerita?" tanya Tiara. Ibu nya Sisi menggeleng kan kepala nya.


"Kami hanya pekerja di sini Mbak, tidak ada yang boleh mencari tahu kehidupan tuan Kin seperti apa." ucap Bibik. Tiara tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu Mbak segera keluar dari dapur ini yah, saya takut lama-lama di dapur menempel kuman sementara mbak harus mengendong Bayi." ucap Bibik.


Tiara menganguk. Kehidupan di sini dan di rumah suaminya sangat berbeda.


Di sini aman karena tidak akan ada yang membicarakan masa lalu, namun kalau di rumah suaminya setiap hari ada saja yang membuat dia pusing dan kepikiran.


"Kamu dari mana saja? Nih seperti nya dia sudah haus." ucap Kin. "Dia baru saja minum. Bahkan air susu ku sudah habis." ucap Tiara.


"Kalau dia tidak haus dia pasti anteng." ucap Kin.


"Kamu jangan membiarkan dia berbaring terus, coba di ajak bermain-main agar dia tidak Bosan." ucap Tiara.


Kin melakukan sesuatu perintah Tiara dan benar saja dia tersenyum melihat Papah nya membuat wajah yang lucu, terkadang suara yang lucu.

__ADS_1


Tidak beberapa lama Sisi pulang.


"Assalamualaikum."' Sisi tersenyum melihat Kin dan Tiara bersama bayi.


"Kenapa mereka terlihat sangat serasi sekali yah? Aku sangat cemburu melihat nya." batin Sisi.


"Walaikumsalam." jawab Tiara sambil berdiri.


"Pasti lama yah nungguin aku? Maafin aku yah tuan. Saya akan menukar pakaian." ucap Sisi.


Kin melihat Sisi masuk ke kamar nya. "Kamu ternyata suka yang jauh lebih mudah dari pada kamu yah." ucap Tiara.


"Bukan seperti itu. Sisi itu mempunyai keunikan yang tidak di miliki oleh wanita lain." ucap Kin.


Tiara Menghela nafas panjang.


"Kamu sudah berhasil melupakan aku dan memilih untuk lebih segar." ucap Tiara.


"Sudah jangan membahas ini lagi." ucap Kin. Tiara tersenyum. "Aku hanya bercanda kok." ucap Tiara.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sudah Siap untuk berangkat.


"Mbak di depan saja biar lebih nyaman." ucap Sisi karena Kin yang menyetir mobil.


"Loh! Loh kok pada gak mau di depan sih?" ucap Kin.


"Kalian mau masuk atau tidak? Kalau tidak lebih baik jalan kaki. Duduk di depan saja ribut." ucap Kin.


"Nih si Sisi ngotot mau di belakang." ucap Tiara. "Kamu duduk di depan Sisi. Saya mau mengantar kan Tiara kembali ke Suami nya, bagaimana kalau orang di sana melihat saya duduk bersampingan dengan dia." ucap Kin.


Sisi akhirnya duduk di depan. Kin tersenyum melihat Sisi duduk di depan karena biasanya sisi tidak akan mau karena malu.


Tiara melihat Sisi malu-malu membuat nya juga ikut tersenyum.


Setelah perjalanan Tiara mulai gugup.


"Kamu tidak perlu takut Tiara." ucap Kin melihat wajah gugup Tiara dari cermin.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai. Gerbang di buka kan dan berhenti tepat di depan rumah itu.


Tiara melihat kesekitar tidak ada yang berubah sama sekali.

__ADS_1


"Ayo turun." ajak Kin. Mereka Pun akhirnya turun..


"Non Tiara!!!" Semua orang yang melihat dia terkejut.


"Non Tiara masih hidup?" ucap Pelayan melihat Tiara lebih dekat.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Bibik Ja. Namun dia langsung terdiam melihat wanita yang cantik sedang menggendong anak di depan rumah.


"Non.. Non Tiara.." Ucap Bibik Ja. Tiara tersenyum.


"Iyah Bik, ini aku." ucap Tiara. "non Tiara kembali?" ucap Bibik Ja.


Tiara menganguk. Bibik Ja melihat bayi yang di gendongan Tiara. "Ini Anak yang kamu kandung?" tanya Bibik Ja, Tiara memgangu..


"Ya Allah non Tiara,. Bibik sangat merindukan Non Tiara." ucap Bibik ja langsung memeluk Tiara.


Tidak beberapa lama mobil berhenti di belakang mobil Kin.


Tiara melihat Mile keluar dari dalam mobil dan memutari mobil membuka pintu yang di samping nya dan keluar satu wanita yang cantik dan mengandeng tangan Mile.


Awalnya Mile tidak sadar kalau Tiara datang. Namun setelah melihat Tiara. Mile terdiam, dia mematung menatap Tiara.


"Gak! ini gak mungkin!" ucap Mile berusaha untuk menghapus bayangan istri nya. Namun Itu adalah nyata bukan halusinasi.


"Tiara.. Ini sungguh kamu?" tanya Mile. Tiara terdiam. Dia melihat wanita itu menggandeng Mile dan juga Mile tersenyum ke wanita itu membuat nya patah hati.


Dia mendekati Tiara namun Tiara mundur. Mile menatap nya dengan bingung.


"Saya sangat merindukan kamu Tiara." ucap Mile.


"Dokter itu mengatakan kalau kamu sudah meninggal dunia. Namun nyatanya kamu masih hidup dan kamu sudah melahirkan anak kita." ucap Mile.


Tiara menangis. Dia tidak berfikir kalau dia akan melihat hal yang sama sekali tidak dia Fikir kan sebelum nya.


"Aku bisa memeluk kamu? Apa aku bisa mengendong anak kita?" tanya Mile.


Tiara menoleh ke arah Mina.


"Aku bisa menjelaskan tentang dia, kamu jangan salah paham dulu." ucap Mile.


"Aku berfikir kalau kamu Akan setia sama aku, aku berfikir kalau kamu tidak akan semudah itu mencari pengganti ku, namun ternyata aku salah." ucap Tiara.

__ADS_1


__ADS_2