
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tiara kaget.
"Saya ingin berolahraga pagi." ucap Mile memeluk Tiara dari belakang.
Tiara merasa ada yang aneh pada suami nya, namun dia mengerti apa yang di mau oleh suami nya.
"Akhirnya Tante sama Om keluar juga." ucap Lena.
"Kenapa?" tanya Tiara bingung.
"Lena ngajakin olahraga sama-sama Tante." ucap Vandi langsung.
Tiara menoleh ke arah Mile. "Om sangat lelah. Kalian Olahraga saja sendiri. Tiara juga tidak bisa karena perut nya sedang sakit." ucap Mile.
"Yahh padahal sudah di tungguin." ucap Lena.
"Non Tiara, semua nya ayo sarapan dulu. Bibik sudah menyiapkan sarapan." ucap Bibik Ja.
"Iyah Bik, terimakasih yah." ucap Tiara.
"Sudah-sudah jangan debat lagi, ayo kita sarapan Dulu." ucap Tiara. mereka pun sarapan sama-sama.
"Belanja di dapur sudah habis Non." ucap Bibik Ja.
"Ooohh Iyah Bik," ucap Tiara. "Aku ikut yah bik." ucap Lena.
"Tidak perlu kamu di rumah saja, om akan mencari sesuatu Keluar, sekalian juga." ucap Mile.
"Yah kan aku bisa ikut Om." ucap Lena lagi.
"Tidak bisa, kamu di rumah saja dengan saudara-saudara kamu." ucap Mile. "Om Mile kok jadi seperti ini sih? apa-apa mau dengan Tante Tiara gak boleh. Tante Tiara juga pasti Bosan Sama Om." ucap Lena.
"Sudah jangan berdebat. Kamu boleh ikut, semua nya boleh ikut." ucap Tiara.
"Dengan syarat bawa mobil sendiri." ucap Mile.
"Hari ini mobil kami semua di servis." ucap Vandi. Mike menghela nafas panjang.
"Jangan membuat alasan," ucap Mile.
"Baiklah Om." ucap Vandi.
Mile terlebih dahulu keluar. Dia memerhatikan body mobil nya Baret-baret, banyak goresan di mobil nya.
"Security.." panggil Mile.
"Iyah Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Scurity.
"Ini mobil saya kenapa? kenapa di Gores-gores seperti ini?" tanya Mile sangat marah.
__ADS_1
"Saya tidak tau tuan. Mobil ini pulang di bawa Non Tiara sudah tergores." ucap Security. Mile menghela nafas panjang.
"Ada apa sih ribut-ribut?" tanya Tiara keluar.
"Jelaskan apa yang terjadi!" ucap Mile sambil menunjuk ke arah mobil nya.
Tiara terdiam sejenak.
"Kenapa kamu diam?" tanya Mile.
"Ini adalah mobil kesayangan saya, kenapa kamu tidak menjaga nya dengan baik?" ucap Mile.
"Aku minta maaf, aku tidak tau kalau anak-anak itu akan melakukan ini." ucap Tiara. Mile mau marah melihat wajah Takut Tiara saja dia tidak bisa berkata-kata.
"Aarhhh!!" Dia meninggal mereka semua di luar dan masuk ke dalam.
Tiara menghela nafas panjang.
"Kira-kira memperbaiki ini berapa yah Van?" tanya Tiara.
"Lumayan mahal Tante, karena mobil ini juga sangat jarang ada di Indonesia hanya beberapa saja." ucap Vandi.
"Tante Tidak perlu khawatir ini hanya masalah sepele, aku akan mendiskusikan ini dengan Om Mile dan setelah itu membawa nya ke sorum." ucap Vandi.
"Iyah tan, tidak perlu di ambil hati. Lagian Om Mile kalau tidak marah-marah terlebih dahulu itu artinya itu bukan Om Mile." ucap Riska.
"Tapi ini adalah mobil kesayangan Dia." ucap Tiara.
Mereka pun membawa Tiara keluar. "Kalian duluan saja, aku mau berbicara dengan Om Mile dulu." ucap Vandi.
Vandi ke ruangan yang di atas. "Om mobil nya tidak cukup parah, masih bisa di perbaiki atau di tutupi sticker." ucap Vandi.
"Lakukan saja yang kamu mau." ucap Mile.
"Baik Om." ucap Vandi. "Suruh Tiara masuk ke sini." ucap Mile.
"Tapi Tante Tiara sudah pergi." ucap Vandi.
Mile menghela nafas panjang.
"Om Mile kalau sering-sering marah seperti ini pada Tante Tiara dia tidak akan betah Om. Apalagi masalah itu tidak di sengaja." ucap Vandi.
"Saya hanya kesal melihat itu, kamu tau sendiri mobil itu Om beli sendiri dengan hasil om. Mobil impian yang hanya di miliki beberapa orang saja di Indonesia." ucap Mile.
"Ya sudah om minta tolong bantu menutupi itu. Om akan membayar kamu nanti." ucap Mile. Vandi mengangguk.
"Hummm.... Badan ku sangat sakit sekali." ucap Rafi mulai bangun. Dia membuka mata nya dan baru sadar kalau dia sudah ada di apartemen nya.
Dia bangun. Dia melihat ke sekeliling nya sangat sepi.
__ADS_1
"Di Mana Alisa?" ucap nya. "Mungkin dia sudah pergi bekerja." ucap nya lagi.
Tiba-tiba dia mendengar suara pintu terbuka.
"Kenapa kamu sangat cepat pulang? Ini baru jam Satu." ucap Rafi.
Alisa membawa makanan yang dia beli untuk Rafi di atas Meja.
"Ini hari Minggu aku tidak bekerja." ucap Alisa.
"Oohhh." ucap Rafi.
"Bapak mabuk, Mungkin Makan ini bisa membuat kamu sedikit sadar." ucap Alisa.
"Saya minta maaf sudah menyusahkan kamu." ucap Rafi. Alisa diam. "Aku mengambil dua hari Cuti, Aku juga mau ijin sama bapak kalau dua hari aku akan pulang ke rumah orang tua Ku. Ibu ku sakit." ucap Alisa.
Rafi menghentikan makannya dia menatap Alisa.
"Kamu mau menghindari saya kan?" ucap Rafi. Tiba-tiba ponsel Alisa berdering.
"Halo Pah. Bagaimana dengan keadaan mamah?" tanya Alisa. "Mamah tidak mau ke rumah sakit sebelum kamu datang." ucap Papah nya.
"Aku akan berangkat Sore ini, papah jangan khawatir yah." ucap Alisa.
"Saya ikut." ucap Rafi. Alisa menatap Rafi.
"Jangan bercanda pak." ucap Alisa. "Saya tidak bercanda, saya serius." ucap Rafi.
Alisa Menghela nafas panjang.
"Bapak tidak pulang ke rumah dua hari kenapa?" tanya Alisa.
"Saya ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal kan." ucap Rafi. Alisa diam.
Setelah selesai makan dia langsung siap-siap. Bahkan dia terlebih dahulu selesai siap-siap dari pada Alisa.
"Bapak boleh ikut asal jangan berbicara yang tidak-tidak kepada papah dengan mamah." ucap Alisa.
"Baiklah." ucap Rafi. Akhirnya mereka berangkat menggunakan mobil sendiri.
Perjalanan ke bandara hanya butuh beberapa jam saja. Ke negara orang tua Alisa hanya memakan waktu 4 jam Saja.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai, Mobil mewah sudah menunggu mereka dari tadi.
Sementara Tiara Dengan para Keponakan nya baru pulang si Sore hari. Tiara Tidak melihat Mile di sana, dia memutuskan untuk tidak mencari nya.
Tidak beberapa lama Rafi dengan Alisa sampai juga.
Rafi sangat kaget ternyata Rumah Orang tua Alisa sangat lah besar, mobil mewah terparkir di depan rumah nya.
__ADS_1
"Mamah." ucap Alisa memeluk mamah nya yang terbaring di kasur. "Alisa... Mamah sangat merindukan kamu." ucap Mamah nya.
"Mamah kenapa bisa sakit? Mamah periksa ke dokter yah, agar Mamah cepat sembuh." ucap Alisa.