
"Tiara." ucap Mile. Tiara menoleh ke arah Mile.
"Kamu pasti lelah. Bagaimana dengan kandungan kamu? Maafin saya sudah membuat kamu kerepotan." ucap Mile.
Tiara tersenyum.
"Kamu tidak boleh terlalu memanjakan Aku. aku kuat kok. Nih buktinya aku bisa melakukan semua nya." ucap Tiara.
Mile melihat ada yang aneh pada Tiara hari ini. Dia ingin melakukan semua nya untuk ayam nya tanpa memikirkan diri nya sendiri.
Mile tidak melakukan apapun dia kembali lanjut bekerja.
Jam 12...
"Tiara ayo buruan.. Nanti kita akan telat." ucap Mile bersorak di luar kamar. "Iyah, tunggu sebentar kenapa sih?" ucap Tiara sangat repot memasukkan beberapa batang ke dalam tasnya.
Dia menoleh ke arah Mile. Seketika dia tersenyum.
"Kamu tampan banget pakai kemeja ini, aku sudah bilang kamu Cocok memakai ini." ucap Tiara.
"Ini sama sekali tidak nyaman, saya tidak percaya diri." ucap Mile. "Kamu tampan, lihat lah di cermin." ucap Tiara membawa Mile ke cermin yang cukup besar.
Mile tidak melihat dirinya, melainkan melihat wajah istri nya.
"Bagaimana? Tampan kan?" ucap Tiara. Mile seketika langsung fokus.
"Aku sudah bilang Cocok. Kamu harus percaya diri." ucap Tiara. Mile menatap wajah istri nya.
Mile tiba-tiba memegang wajah Tiara yang. Tiara terdiam ketika tangan Mile berada di atas leher nya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tiara.
"Kamu sangat cantik."' ucap Mile. "Kamu baru menyadari nya? Aku sudah cantik dari awal." ucap Tiara.
Mile mencium hidung Tiara dengan singkat. Tiara terdiam dia jadi sangat gugup.
"Ayo kita berangkat." ucap Mile. Tiara mengangguk.
Di dalam perjalanan.
"Kamu tidak perlu tergesa-gesa seperti itu. Aku jadi pusing." ucap Tiara karena Mile membawa mobil cukup laju.
"Bagaimana tidak tergesa-gesa? Ini sudah telat lima menit." ucap Mile.
__ADS_1
"Film nya akan di putar sekitar jam 12 Lewat." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang dia pun mengurangi kecepatan mobil nya.
"Kamu kenapa tidak bilang Tiara? Saya sudah sangat tergesa-gesa dari penginapan." ucap Mile.
"Aku minta Maaf." ucap Tiara.
Mereka pun bisa pelan-pelan Menuju ke Mall.
Setelah sampai di sana Mile kaget sekali tempat menonton nya adalah tempat khusus untuk orang berpacaran. Tiara memesan yang ada Bedd nya.
"Tunggu Dulu kita gak salah tempat kan?" ucap Mile menahan tangan istrinya. "Salah tempat?" ucap Tiara heran.
"Ini adalah yang aku pesan, tempat seperti ini lebih nyaman dan romantis." ucap Tiara.
Mile sedikit kurang nyaman.
"Jangan Bilang sebelum nya kamu belum pernah Nonton memesan bed seperti ini?" ucap Tiara. Mile diam.
"Ya udah yok, lagian kita sudah suami istri tidak ada yang perlu di khawatir, Atau di Malukan." ucap Tiara. Dia mencium pipi Mile tiba-tiba dan mencari bedd Milik mereka.
"Tiara lain kali jangan mencium saya di tempat umum. malu kalau di lihatin orang." ucap Mile setelah sudah duduk di Bedd.
Tiara tersenyum. "Kamu malu karena di lihatin orang-orang atau Tersipu karena aku bisa membawa kamu ke tempat yang romantis seperti ini?" ucap Tiara.
"Saya serius Tiara, Jangan bercanda." ucap Mile. Tiara tersenyum. Dia mau mencium Mile namun di tahan oleh Mile.
"Aku mau baring saja. Kalau kamu tidak mau di cium ya sudah aku minta maaf dan tidak Akan melakukan nya lagi." ucap Tiara.
Mile diam. Mereka pun fokus pada film. Dan baru beberapa menit flim di mulai Tiara sudah tidur. Mile melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Dia mau menonton namun malah tidur, lebih baik di rumah saja." ucap Mile.
Dia juga ikut berbaring di samping istri nya. Akhirnya dia yang fokus pada Film. Sampai selesai film Tiara Masih tidur.
"Seperti nya dia sengaja mengajak saya menonton film ini." ucap Mile sambil tersenyum tipis.
Karena film yang di tonton nya sangat romantis. Semua orang sudah Keluar dari ruangan itu. Mile menunggu istri nya bangun namun tetap saja tidak bangun.
Dia pun membangun kan Tiara.
"Tiara bangun... Film nya sudah selesai." ucap Mile.. Tiara perlahan bangun, dia duduk melihat ke sekitar ternyata sudah selesai.
"Bagaimana film nya? Seru kan?" ucap Tiara. Mile Menggeleng kepalanya. "Saya tidak suka film seperti itu. Kamu yang ingin menonton namun kamu Malah tidur." ucap Mile.
__ADS_1
Tiara memasang wajah cemberut.
"Aku sudah menonton itu sebelum nya. Aku tidak penasaran lagi. aku hanya ingin kamu Menonton nya." ucap Tiara.
"Sudah lah, ayo bangun dan kita pulang." ucap Mile.
"Belum mau pulang, aku lapar." ucap Tiara. "Saya akan masak di rumah." ucap Mile.
Tiara Menggeleng kan kepala nya.
"Aku mau Makan diluar, aku Bosan Makan di rumah terus." ucap Tiara.
"Baiklah di Mana kamu mau Makan?" ucap Mile. Akhirnya Tiara bersemangat untuk bangun dan meninggalkan tempat itu. Setelah sampai di Cafe salah satu di dalam mall itu Tiara memesan makanan yang di makan oleh nya karena bisa jadi saja Mile akan marah pada nya.
"Aku sudah memesan untuk kamu." ucap Tiara. Mile mengangguk.
"Kamu duduk lah di sini." ucap Mile. Tiara duduk di samping Suami nya. Tiba-tiba Mile memegang perut Tiara.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tiara.
"Hari ini saya belum mengelus perut kamu." ucap Mile.. Tiara melihat sekitar lumayan sepi, pantesan saja Mile mau dekat-dekat dengan nya.
"Anak Papah baik-baik yah di sana. Kamu jangan buat Mamah nya sakit-sakitan lagi." ucap Mile.
"Tapi akhir-akhir ini aku merasa tidak terlalu parah seperti biasa nya." ucap Tiara.
"Karena kamu merawat badan dengan baik. Tidak seperti sebelumnya." ucap Mile. Tiara memasang wajah cemberut.
"Huff sebelum nya juga seperti ini, tetap saja sakit." ucap Tiara.
"Kamu kalau di bilangan terus saja menantang." ucap Mile.
Tiara memutar bola matanya. Mile yang melihat itu merasa gemas karena istri nya tidak pernah mau mengalah sama sekali.
Tidak beberapa lama makanan nya datang. Mile yang tadi nya memeluk pinggang Tiara langsung melepaskan Nya begitu Saja.
"Thank you." Ucap Mile pada pelayan.
"Makan lah." ucap Mile. Tiara diam saja. "Kamu kenapa? Kok tiba-tiba diam gitu?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Aku ke toilet dulu." ucap Tiara. Dia pun meninggalkan Mile.
Sesampainya di toilet dia berdiri di cermin.
__ADS_1
"Ternyata Mile mempunyai privasi yang cukup kuat. Bahkan romantis dengan istri nya di tempat umum sangat jarang dia lakukan, pantesan saja dia mengutarakan perasaan nya hanya ada kita berdua." ucap Tiara.