Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 27


__ADS_3

Bibik melihat Tiara dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Bibik jangan berfikir yang aneh-aneh dulu. Aku sudah telat satu minggu jadi aku hanya ingin tes saja." ucap Tiara.


"Baiklah Bibik akan membeli nya, Non Tiara tunggu di sini sebentar yah." ucap Bibik. "Aku harus berbohong karena ini jalan satu-satunya agar aku tidak membuang anak ini, aku juga tidak mau di marahin ayah sama ibu." batin Tiara.


Tiara menunggu Bibik di depan rumah, namun ternyata hari ini Mile kembali ke rumah.


"Dia sudah pulang?" batin Tiara. Mile melihat Tiara.


"Kenapa kamu berdiri di depan pintu?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Kamu dari mana saja sudah satu minggu tidak pulang? Bahkan ponsel kamu tidak bisa di hubungi sama sekali." ucap Tiara.


"Menyelesaikan bisnis." ucap Mile.


"Menyelesaikan bisnis satu Minggu lama nya? Kamu tau karena kamu aku dalam bahaya, dan aku tidak bisa keluar sama sekali, di rumah ini sangat membosankan." ucap Tiara kesal.


Mile menghela nafas panjang.


"Saya penat, kamu jangan banyak protes." ucap Mile sambil memberikan Tas nya.


Tiara mengambil Tas Mile membawa nya masuk ke dalam.


"Saya mau langsung mandi, tolong siap kan pakaian dan air mandi saya." ucap Mile. Tiara mengangguk.


Tidak beberapa lama Tiara Keluar dari kamar mandi dia melihat Mile sudah membuka pakaian nya.


"Apa yang terjadi pada lengan kamu?" tanya Tiara. memegang lengan Mile yang di balut dengan perban.


"Sssttt!! Jangan menyentuh nya." ucap Mile menepis tangan Tiara. "Ya maaf aku hanya memegang saja." ucap Tiara.


"Saya mau mandi." Mile masuk ke dalam kamar mandi.


"Ya ampun ngeselin banget sih, sombong! Apa aku harus membayar nya dulu baru mau menjelaskan apa yang terjadi." ucap Tiara kesal.


"Aaarggghh!!" Mile berteriak dari dalam. Tiara langsung masuk namun gantian dia yang berteriak sangat keras karena melihat Mile bertelanjang.


Mile dengan cepat mengambil handuk menutupi nya.


"Ada apa?" tanya Tiara.


Mile melihat luka nya.


"Tidak apa-apa, keluar lah." ucap Mile, Tiara Pun keluar, dia langsung keluar ketika mendengar Bibik sudah pulang.

__ADS_1


"Ini non, semoga Positif yah non, pasti Pak Daniel sangat senang." ucap Bibik. Tiara hanya tersenyum saja.


Dia kembali ke kamar.


"Kebetulan kamu dia sini, bantu saya menukar perban nya." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Aku takut, lagian aku juga phobia dengan luka baru, lebih baik aku tidak melihat nya. Aku akan panggil Bibik Ja." ucap Tiara.


"Saya mau kamu yang menukar nya, tugas kamu mengurus suami kamu, lakukan sekarang!" ucap Mile.


"Tapi.." ucap Tiara.


Tidak ada pilihan lain, akhirnya dia pun mengikuti kemauan Mile. Tiara perlahan membuka luka di lengan Mile.


"Apa ini Luka terkena tembakan?" tanya Tiara. Mile mengangguk.


"Luka tembakan?" ucap Tiara kaget. Melihat luka itu masih kelihatan sangat baru membuat nya takut, melihat nya saja sudah membuat perut nya mual.


Dia berlari ke kamar mandi. Mile hanya bisa menghela nafas panjang. Tidak beberapa lama dia keluar lagi.


Dia melihat tangan Mile sudah terbalut lagi.


"Aku sangat takut melihat nya." ucap Tiara.


"Kenapa kamu bisa di tembak? Untuk saja itu hanya tergores bagaimana kalau mengenai perut, Dada atau kepala?" ucap Tiara.


"Humm soal Minggu lalu, maafkan saya sudah meninggal kan kamu begitu saya, saya ada pekerjaan mendadak." ucap Mile.


Tiara mengingat saat bangun tidur Mile sudah tidak ada lagi di samping nya. Tiara mengangguk.


"Tidak apa-apa." ucap Tiara.


"Kalau begitu saya akan istirahat." Mile berbaring.


Tiara beranjak dari pinggir kasur. Dia langsung memakai alat Tes kehamilan itu.


Dia sudah tau hasilnya positif dia menghela nafas.


"Maafkan aku, Maaf kan aku. Aku tidak ada pilihan lain lagi." ucap Tiara.


Dia keluar dari kamar mandi. Dia melihat Mile masih memeriksa ponsel nya.


"Aku mau menyampaikan sesuatu." ucap Tiara. Mile menoleh ke arah Tiara.


"Ada apa?" tanya Mile. Tiara memberikan hasil tes itu pada Mile.

__ADS_1


"Aku hamil." ucap Tiara. Mile melihat garis dua itu.


"Maaf kan saya, malam itu saya tidak bisa mengontrol diri." ucap Mile dengan ekspresi biasa saja.


Tiara diam.


"Aku hamil anak kamu. Kenapa kamu terlihat sangat tidak senang." ucap Tiara.


"Saya senang, besok saya akan memberikan kabar pada papah dan kamu Juga harus mengabari Ayah dan ibu kamu." ucap Mile.


Tiara mengangguk. Mile meletakkan hasil tes itu di atas meja dan kembali tidur. Tiara pun keluar.


"Bagaimana hasil nya non?" tanya Bibik. "Positif bik." ucap Tiara. "Syukur lah kalau begitu non, Bibik sangat senang sekali, mulai dari sekarang non Tasya harus jaga pola makan." ucap Bibik.


Tiara mengangguk dia tersenyum.


"Pasti keluarga Minor sangat senang mendengar kabar gembira ini." ucap Bibik.


Bibik langsung menawarkan vitamin yang bagus untuk Tiara. Tiara hanya menuruti nya saja, bahkan Bibik mau memasak kan apa saja yang di inginkan Tiara. Namun Tiara belum mau makan apa, karena sudah Sore juga.


Dia duduk di ruang tamu sambil menonton film kesukaan nya dia terlihat sangat fokus menonton sambil memakan makanan yang ada di atas meja.


Mile di kamar sama sekali tidak bisa tidur dia melihat hasil tes itu, dia termenung cukup lama. Dia merasa kurang nyaman di tempat tidur dia baru sadar kalau spray itu belum di ganti. Bahkan Ternyata ada kain kotor yang menumpuk di keranjang kotor di sudut kamar yang menimbulkan bau.


Mile menghela nafas panjang.


Dia pun keluar.


"Tiara! Tiara!" Mile memanggil Tiara karena tidak melihat Tiara. "Non Tiara ada di ruang tamu menonton Den." ucap Bibik.


Mile langsung melihat ke ruang tamu. Dia kaget melihat depan televisi sangat kotor. Kulit kacang berserakan, Bungkus jajanan berserak, kulit buah berserakan di lantai.


"Tiara so yang sedang kamu lakukan?" ucap Mile Membuat Tiara menoleh ke Mile dengan wajah kaget.


"Kamu gak bisa yah bicara pelan-pelan? Kamu mengejutkan aku!" ucap Tiara.


"apa yang kamu lakukan Tiara? Semua nya kotor!" ucap Mile.


Tiara baru sadar ternyata dia menyerah kulit dengan sembarangan.


"Aku sedang menonton, aku tidak sadar, nanti di juga aku bersihkan kok." ucap Tiara.


"bersihkan sekarang juga!" ucap Mile.


"Tunggu selesai dulu film nya, nanggung banget." ucap Tiara. Tiba-tiba Mile mematikan TV.

__ADS_1


"Bersihkan semua nya dan juga bersih kan kamar!" ucap Mile. "Pinggang ku sangat sakit, bagaimana bisa kamu tega meminta aku membersihkan ini dan juga kamar." ucap Tiara.


"Jangan banyak drama, kerjakan semua nya." ucap Mile.


__ADS_2