Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 76


__ADS_3

"Apa yang terjadi? kenapa kamu menatap saya seperti itu?" tanya Mile. Karena tatapan Tiara yang hampir saja mau menerkam nya.


"Kenapa kamu tidak membangun kan aku?" tanya Tiara dengan nada yang sangat tinggi. Mile terkejut.


"Aku ingin olahraga di sore hari, namun sekarang sudah gelap, kamu jahat sekali." ucap Tiara melemparkan bantal ke pada Mile.


Mile menangkap bantal itu. "Saya tidak tau kalau kamu mau olahraga." ucap Mile. "Hu..huh.. huah...!!" Tiara berteriak.


"Aku tidak bisa melihat pria-pria tampan itu sedang olahraga." ucap Tiara.


Mile seketika langsung Menghela nafas panjang. Dia pun meninggalkan Tiara begitu saja. Tiba-tiba Tiara mengikuti Mile ke dapur.


"Kamu beli apa saja? beli makanan gak? aku juga mau." ucap Tiara. Mile mengeluarkan semua belanjaan nya.


"Saya lapar jadi membeli beberapa bahan untuk di Masak." ucap Mile.


"Mau Masak apa?" tanya Tiara. Mile menjelaskan mau Masak apa sementara Tiara termenung menatap Mile.


"Heh kamu dengar gak saya ngomong?" tanya Mile menghentikan jari nya di depan wajah Tiara.


"Iyah-iyah aku denger." ucap Tiara.


"Mau aku bantuin gak?" tanya Tiara. Mile menatap seperti tidak percaya kalau yang berbicara itu adalah Istri nya.


"Bantuin lihatin sama bantu doa aja." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.


Dia menarik tangan Istrinya. "Nih kupas." ucap Mile memberikan semua bahan masakan yang perlu di kupas.


"Baiklah aku Akan melakukan nya." ucap Tiara.


Mile pun merebus beberapa telur. Namun dia melihat Tiara yang seperti nya kesulitan karena rambut nya. Mile mengambil ikat rambut yang ada di meja dan mengikat rambut Tiara.


Tiara terkejut dia menatap Mile.


"Kalau kamu tidak mengikat nya, rambut akan masuk ke makanan." ucap Mile.


"Tapi rambut ku sama sekali tidak Rontok." ucap Tiara.


Mile Mengambil tangan Tiara melipat bagian lengan baju nya.


Tiara jadi gugup karena perlakuan Suami nya.


"Aku bisa sendiri." ucap Tiara. namun setelah sudah selesai.

__ADS_1


Tiara melanjutkan mengiris cabe, namun tiba-tiba Mile berdiri di belakang Tiara dan membantunya untuk mengiris.


"Ini terlalu besar-besar, rasanya tidak enak kalau terlalu besar." ucap Mile berbicara tepat di dekat telinga Tiara sehingga membuat Tiara kaku.


"Aku bisa sendiri, kamu gak usah modus yah." ucap Tiara. Mile tersenyum tipis. "Ya sudah lakukan kalau kamu bisa." ucap Mile memberikan pisau pada Tiara.


"Aku sudah tidak mood lagi. Aku sudah menahan rasa pusing dari tadi." ucap Tiara langsung duduk.


Mile tidak lagi memaksa Tiara untuk membantu nya dia pun melanjutkan pekerjaannya.


Tiara memerhatikan Mile yang memasak dengan lincah tanpa ada keraguan sedikitpun, seperti nya dia sudah sangat ahli.


Dia tidak bingung mau memasukkan apa ke dalam masakan nya.


Memakai celemek di depan nya membuat Tiara seakan merasa asing dengan penampilan Mile yang seperti itu, namun Entah mengapa dia sangat suka. Karena Wajah nya tidak terlihat datar dan selalu berdemage ketika mencicipi masakan nya.


"Boleh aku cicip juga?" tanya Tiara berdiri di samping Mile. Mile mengangguk. Dia mengambil sendok dan meniup sebelum memberikan pada Tiara.


Tiara makan langsung dari Sendok yang di pegang oleh Mile.


"Bagaimana?" tanya Mile. "Cukup enak tapi Masih kurang garam." ucap Tiara.


Mile menambah garam mencicipi lagi dan akhirnya enak juga. Mereka pun Makan bersama.


"Aku baru tau kalau kamu bisa masak hal-hal yang seperti ini. Aku tidak berfikir kamu tidak bisa masak sebelum nya." ucap Tiara.


Mile hanya diam saja.


"Aku juga ingin belajar masak dong, aku tidak ingin kelaparan ketika tidak ingin membeli makanan di luar." ucap Tiara.


"Kamu dengar gak sih aku ngomong?" tanya Tiara. Mile menatap Tiara. "Kenapa kamu membuat itu pada saya? Kamu bisa belajar sendiri." ucap Mile.


Tiara menghela nafas panjang.


"Kamu bisa gak sih satu jam aja gak usah cuek gitu? Aku seperti berbicara dengan es kalau dengan kamu." ucap Tiara.


Mile menatap Tiara.


"Apa yang kamu mau?" tanya Mile. "Aku ingin belajar masak." ucap Tiara.


"Besok kamu pergi beli buku belajar masak. Dan belajar lah sendiri." ucap Mile. Tiara memasang wajah bete. "Ah males banget ngomong sama suami yang tidak peka seperti kamu ini, bawaan nya pengen Jambak rambut kamu itu." ucap Tiara.


Mile diam. Tiara pun menyimpan piring kotor ke dapur. Dia mau mencuci piring tapi tiba-tiba Mile datang.

__ADS_1


"Lebih baik kamu membersihkan meja, hancur semua nya nanti karena kamu." ucap Mile. Tiara meninggalkan dapur membersihkan meja Makan.


Setelah selesai mereka naik ke atas. "Tiara buat kan saya kopi." ucap Mile pada Tiara yang sedang Main ponsel di atas kasur.


"Minta dengan benar, aku tidak mau di suruh seperti budak kamu." ucap Tiara.


"Tolong buat kan saya Kopi Tiara." ucap Mile berusaha merubah nada nya.


"Baiklah." ucap Tiara. Mile pun kembali fokus pada laptop nya.


Tidak beberapa lama Tiara kembali membawa kopi dan Susu untuk nya.


"Oh iya Besok kita berangkat nya jam berapa?" Tanya Tiara.


"Mungkin Sore." ucap Mile.


"Oohh. Aku ada janji dengan Tomi untuk membeli beberapa barang-barang yang bagus di daerah sini." ucap Tiara.


"Humm." jawab Mile dengan singkat.


"Kenapa humm doang? Uang nya mana?" tanya Tiara. "Di dalam dompet." ucap Mile. "Hanya sisa sedikit itu tidak akan cukup. Barang-barang di sini semua nya mahal." ucap Tiara.


Mile Menghela nafas panjang. "Ada kartu di dalamnya." ucap Mile. Tiara memeriksa nya. dia pun langsung mengambil nya


"Terimakasih." ucap Tiara.


"Tiara." panggil Mile. "Humm?" jawab Tiara.


"Kamu pernah berfikir untuk berpisah dari saya tidak?" tanya Mile. Tiara terdiam sejenak.


"Humm Kalau di Indonesia tiap hari aku ingin karena kamu nyebelin kamu tidak pernah perduli Sama ku, namun dua hari di sini aku sadar kalau..." Tiara Terdiam sejenak. Mile sudah menunggu apa yang akan keluar dari mulut Tiara.


"Kalau aku sangat membutuhkan kamu. Ada sisi baiknya karena orang tua ku tidak Akan marah-marah aku tidak pulang, aku bisa bebas jalan-jalan, mau melakukan apapun dan yang paling penting bisa membeli apapun." ucap Tiara.


Mile seketika memalingkan pandangannya dari Tiara dia pun langsung diam.


"Kalau kamu sendiri bagaimana?" tanya Tiara.


"Bagaimana Apa nya?" tanya Mile.


"Apa kamu pernah berfikir untuk berpisah? Pasti sangat sering kan? Tidak ada yang bisa di banggakan dari aku, lagian aku selalu saja. membantah dan selalu kekanak-kanakan." ucap Tiara.


"Saya tidak pernah berpikir untuk bercerai karena anak saya di rahim kamu. Namun Ketika dia sudah lahir, kamu mau bercerai saya tidak Akan melarang nya." ucap Mile. Tiara langsung diam.

__ADS_1


__ADS_2