
"Alhamdulillah Bu." ucap Tiara. Bu Linda terlihat sangat menyesal sekali. Tiara menghapus air mata Ibu nya.
"Aku sayang sama ibu dan juga Ayah." ucap Tiara. Bu Linda menganguk.
Tidak beberapa lama Alisa datang. "Tiara.." ucap Alisa dia baru saja datang. Namun dia terdiam karena melihat Tiara dan juga Bu Linda sedang berpelukan.
"Maaf-maaf aku menggangu." ucap Alisa.
"Enggak kok nak, kamu jangan pergi, ayo masuk ke dalam." ucap Bu Linda. Alisa tersenyum dia masuk ke dalam.
"Kamu abis dari mana? Sendiri aja?" tanya Bu Linda.
"Iyah Bu aku sendirian. Rafi pergi bekerja, sudah sangat banyak dia cuti." ucap Alisa.
"Oohhh begitu." ucap Bu Rosa. "Ya udah kalau begitu Kalian berdua berbincang-bincang lah, ibu keluar dulu. Tian juga lagi tidur." ucap Bu Rosa.
Alisa dan Tiara menganguk.
"Ibu jauh lebih baik sekarang, aku sangat senang sekali." ucap Tiara. Alisa tersenyum.
"Kalau ibu Sudah setuju dengan hubungan kamu dengan Kak Rafi itu artinya kita akan menjadi ipar dong." ucap Tiara.
Alisa tertawa.
"Dan kamu akan menjadi kakak ipar ku." ucap Tiara. Alisa tidak berhenti tertawa karena tidak bisa membayangkan nya. Mereka pasti Jauh lebih bahagia.
"Kamu dengan suami kamu bagaimana?" tanya Alisa.
"Humm sudah Baikan sih, tapi aku masih meragukan Mile." ucap Tiara.
"Loh kenapa?" tanya Alisa. "Sebenarnya aku juga mau Bertanya ke kamu." ucap Tiara.
"Tanya apa? Aku akan menjawab kalau aku tau." ucap Alisa. "Kamu tau hubungan Mile dengan sekretaris baru nya itu kan?" tanya Tiara.
"Tau! Emang nya kamu dengan suami kamu belum membicarakan Soal itu?" tanya Alisa. "Kenapa kamu membiarkan Mile mencarinya pengganti ku begitu cepat?" tanya Tiara.
"Aku sudah percaya kamu meninggal Tiara, aku tidak memiliki hak untuk melarang suami kamu, lagian dia adalah pilihan dia." ucap Alisa.
"Asal kamu tau, sebelum bertemu dengan mina pak Mile seperti tidak memiliki tujuan hidup, dia memilih untuk Diam dan tidak perduli kepada siapapun." ucap Alisa.
"Tapi setelah bertemu dengan mina pak Mile bisa kembali bekerja seperti biasa. Mina juga sangat jadi penghibur bagi Pak Mile." ucap Alisa.
__ADS_1
"Kalau Mile sudah nyaman dengan wanita itu. Itu artinya dia hanya bercanda dan merasa iba kepada ku." ucap Tiara.
Alisa menggeleng kan kepala nya.
"Jangan berfikir seperti itu Tiara, mana mungkin Pak Mile memilih orang baru dari pada istri nya sendiri." ucap Alisa.
"Aku masih melihat Mile mengirimkan pesan kepada Wanita itu." ucap Tiara. Alisa terdiam sejenak.
"Sudah jangan membahas itu lagi. Sekarang aku mau tanya Kenapa kamu sama sekali tidak memberikan kabar ke sini?" tanya Alisa.
"Aku melakukan itu karena aku merasa aku tidak lagi di perlukan di sini, suami dan semua keluarga ku sudah sangat membenci ku," ucap Tiara.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu Tiara? justru kami semua sangat merindukan kamu." ucap Alisa.
"Sekarang aku merasa keluarga ku sudah lengkap hanya saya suami ku membuat ku tidak yakin." ucap Tiara.
"Jangan di ambil pusing Tiara, lagian kalau suami kamu tidak mau berjuang bersama kamu, masih ada Tuan Kin. Dia jauh lebih baik, ganteng dan kaya raya, dia juga Ayah dari Tian." ucap Alisa.
"Huff kamu enak berbicara seperti itu, Keluarga ini akan terkena imbasnya." ucap Tiara.
"Iyah sih." ucap Alisa.
"Oh iya ngomong-ngomong kamu tinggal di apartemen Kak Rafi yah? Sekarang kamu yang menguasai apartemen nya." ucap Tiara.
Tiara tersenyum. "Semoga hubungan kamu dengan kak Rafi langgeng terus yah." ucap Tiara. Alisa menganguk. Cukup lama mereka berbincang-bincang di kamar itu.
Alisa sedang asik berbincang-bincang tiba-tiba handphone nya berdering.
"Itu pasti dari kak Rafi kan?" ucap Tiara. Alisa menganguk.. Tiara mengambil dan menjawab nya.
"Halo kak, kenapa kakak tidak mau datang ke sini? aku masih sangat merindukan kakak." ucap Tiara.
"Ya sudah kalau begitu kakak akan singgah kesana sekaligus menjemput Alisa." ucap Rafi.
"Ya udah kak, hati-hati." ucap Tiara. Namun tiba-tiba Tian bangun. Alisa langsung menggendong nya.
"Pasti Tian Akan menjadi Cucu kesayangan di dua keluarga ini." ucap Alisa. "Maka nya buruan kamu nikah dan mempunyai anak." ucap Tiara.
"Orang tua ku belum mengijinkan nya. Mereka masih meminta aku untuk menikmati masa muda." ucap Tiara.
"Ya sudah kalau begitu ikuti saja." ucap Tiara. Alisa menganguk.
__ADS_1
Tidak beberapa lama Rafi datang. Tidak lama di sana karena Rafi sudah lelah mau istirahat.
Setelah mereka pergi rumah sepi tinggal hanya Tiara dan juga Tian yang duduk di ruang tamu.
Orang tua Mile sudah pulang sementara orang tua Tiara pulang sebentar mereka Akan kembali lagi tapi Tiara tidak akan tau kapan.
"Nih Non buah nya di makan dulu." ucap Bibik Ja.. Tiara tersenyum dia mengucapkan terimakasih.
"Rumah kok sepi sih Bik. Mile kemana?" tanya Tiara.
"Loh non gak tau kalau den Mile pergi ke luar sebentar." ucap Bibik Ja.
Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Dia tidak ijin Sama sekali." ucap Tiara.
"Mungkin ada urusan yang sangat mendesak Non." ucap Bibik Ja. Tiara terdiam.
Dia tidak bisa tinggal dia saja dia harus mencari tahu kemana Mile pergi namun dia bingung harus meminta tolong pada siapa.
Akhirnya terlintas di pikiran nya Kin.
"Kalau aku meminta bantuan dari Kin apa dia mau?" batin Tiara.
Dia mengirim kan pesan kepada Kin.
"Kakak.. Ada pesan dari Mbak Tiara." ucap Sisi pada Kin yang ada di kamar mandi. "Aaaaa!!!! Dia kaget karena Kin tidak mengenakan pakaian sama sekali.
"Kenapa kakak tidak menutup pintu?" tanya Sisi.
"Lagian kenapa kamu tidak mengetuk pintu." ucap Kin kepada Sisi.
"ini ada pesan dari Mbak Tiara, dia meminta tolong sesuatu, ini pasti sangat penting." ucap Sisi. Kin segera memakai handuk dan mengambil handuk dari tangan Sisi. Sisi langsung pergi keluar.
Kin yang melihat tingkah Sisi membuat nya tersenyum gemas.
Dia melihat pesan dari Tiara membuat nya terdiam sejenak. "Huff aku juga harus tau Mile serius atau tidak dengan Tiara, kalau tidak sebaik nya bicarakan baik-baik." batin Kin.
"Sebaiknya kamu ikut dengan saya." ucap Kin kepada Sisi.
"Mau kemana?" tanya Sisi. "Udah ikut saja." ucap Kin sambil memasang baju nya.
__ADS_1
Setelah rapi mereka keluar dari sana tepat jam tujuh malam. Kin bingung harus mencari kemana Mile, namun dia bisa bertanya kepada orang-orang yang biasa bersama Kin.