
"Aku mau bersih-bersih dulu." ucap Tiara dia naik ke atas meninggalnya suami dan keponakan nya.
Lena dan yang lainnya kebingungan melihat suasana pagi ini cukup tidak baik.
"Ada apa dengan Tante Tiara om? Seperti nya Tante Tiara ngambek." ucap Vandi. "Tidak perlu sok tau, selesaikan sarapan dan segera pergi bekerja." ucap Mile.
"Om kenapa gak peka banget sih, Tante Tiara menginginkan sesuatu sehingga dia terlihat kesal seperti itu." ucap Vandi.
Mile diam, dia memikirkan kata-kata Keponakan nya itu.
"Yang di katakan oleh Vandi benar." batin Mile. Dia mengikuti Keponakan nya keluar.
Tiara melihat suaminya pergi berangkat ke kantor. "Aku tidak akan berbicara pada kamu." Ucap Tiara berbicara sendiri.
Di kantor Rafi dia sedang fokus bekerja namun sekretaris nya datang.
"Permisi Pak, di luar ada orang tua bapak." ucap sekertaris nya. "Ibu sama ayah ngapain lagi sih?" Ucap nya dengan kesal.
"Suruh mereka menunggu saya di lobby." ucap Rafi. "Baik Pak." ucap Sekretaris dan sekretaris nya keluar.
Radi menyusul ibu dan ayah nya.
"Tumben sekali Ayah dan ibu datang ke sini." ucap Rafi.
"Hari ini orang tua Enjel sudah pulang." ucap Ibu nya.
"Aku tau kok Bu, Enjel sudah memberi tahu aku." ucap Rafi. "Kedatangan ayah ke sini mau mengatakan.." " Jangan membuat Ayah sama Ibu malu kan? Itu kan yang mau ayah sampaikan?" ucap Rafi.
mereka terdiam. "Aku sudah berusaha memikirkan nya Ibu, ayah. Tapi perasaan tidak bisa di paksain. Kalau benar-benar kita sudah tunangan namun aku memilih untuk Berpisah akan menjadi membuat Ayah dan ibu lebih malu." ucap Rafi.
"Apa maksud kamu?" tanya ibu nya. "Keputusan ku sudah bulat untuk mengatakan baik-baik kepada keluarga Enjel kalau kami tidak memiliki hubungan." ucap Rafi.
"Ibu sama Ayah silahkan marah kepada ku, silahkan ambil semua nya. Karena kalau aku menikahi wanita yang tidak ku cintai jauh lebih menyakit kan Bu. Bukan hanya Enjel namun semua nya akan sangat marah kepada ku." ucap Rafi.
"Ibu juga seorang wanita. Ibu pasti tau di posisi Alisa dan Enjel bagaimana nanti nya. Seperti ayah. Mana mungkin Ayah mau menikahi wanita yang tidak ayah cinta." ucap Rafi.
"Aku tidak ingin durhaka kepada ayah dan ibu, namun aku ingin minta Kalian mengerti kepada ku. Aku sangat mencintai kalian." ucap Rafi.
__ADS_1
"Jangan samakan aku dengan Tiara Bu. Aku mendukung perjodohan nya karena dia seorang wanita." ucap Rafi.
"Tapi Aku laki-laki Bu, ayah, aku yang harus mencari wanita. Aku tidak ingin salah memilih." ucap Rafi.
"Kami ke sini bukan berniat untuk seperti itu, kami ke sini hanya meminta kamu menjelaskan semuanya pada keluarga Enjel." ucap pak Yuda.
"Walaupun Ayah dan ibu sangat marah, namun tidak bisa Ayah memaksakan kamu." ucap pak Yuda.
Rafi mendengar kata-kata ayah nya membuat dia sangat senang sekali. "Walaupun nantinya keluarga Enjel marah kepada kami, tidak ada pilihan lain selain menerima semua nya." ucap Pak Yuda.
"Terimakasih pengertian ayah dengan ibu." ucap Rafi.
"Setelah selesai Makan Siang aku akan berkunjung ke sana." ucap Rafi. "Tapi kamu ingat, ini bukan tanda nya ibu merestui hubungan kamu dengan Alisa." ucap Bu Rosa.
"Ibu belum mengenal Alisa seperti apa. Setelah ibu mengenal dia, ibu akan sangat menyukai dia." ucap Rafi. Ibu nya menggeleng kan kepala nya seperti malas sekali.
"Ya udah kalau begitu aku harus lanjut bekerja." ucap Rafi berdiri, ia menyalim Tangan orang tua nya dan langsung pergi.
Sampai di ruangan nya dia terlihat sangat senang sekali. "Akhirnya Ibu sama Ayah sudah mendukung ku." ucap Rafi. Dia menelpon Alisa namun handphone nya tidak aktif.
"kemana sih Alisa? Apa jam segini dia masih tidur? tapi tidak mungkin." batin Rafi.
"Aku akan selalu mendukung keputusan kakak, jangan pernah menyerah kak." ucap Tiara. "Iyah dek, terimakasih yah sudah mau membantu kakak." ucap Rafi.
"Iyah kak. Kalau begitu kakak lanjut Kerja." ucap Rafi. Tiara mengiyakan dan mematikan telepon nya.
Di sore hari nya Tiara sedang asyik menyiram bunga di belakang. Taman baru yang sudah bagus.
"Non Tiara ini ada paket." ucap Security.
"Paket apa ini? Dari siapa? Saya tidak pernah memesan paket" tanya Tiara.
"Saya juga tidak tau tuan. Tidak ada nama pengirim nya." ucap Security.
"Tolong Bapak buka, saya takut kalau ini adalah hal yang berbahaya." ucap Tania.
"Baik Non." Jawab security dia pun langsung membuka nya.
__ADS_1
Namun setelah di buka ternyata isinya adalah bunga.
"Bunga?" ucap Tiara. "Seperti nya ini dari Tuan Mile non." ucap Security.
Tiara melihat dan memegang nya. "Humm dia meminta maaf dengan cara seperti ini?" ucap Tiara sambil senyum-senyum.
Tiara sangat suka bunga itu. Dia menyudahi pekerjaan nya dan langsung masuk menyimpan bunga itu.
"Makin ke sini Mile romantis banget sih. Semoga saja dia semakin berubah menjadi lebih romantis tidak dingin lagi dan ketika keluar aku bisa romantis Tampa ragu-ragu lagi seperti pasangan yang lain." ucap Tiara.
Dia turun ke bawah dia mau memasak yang banyak hari ini untuk makan malam.
"Biasanya di bantuin Bibik Ja, sekarang aku harus masak sendiri." ucap Tiara. Di mulai memotongi semua sayuran dan juga bawang mencuci ikan.
"Semoga saja nih perut sama kepala gak tiba-tiba kumat." ucap Tiara.
Sudah jam empat sore Lena dan Riska pertama sampai di rumah.
"Tante Masak apa? Enak banget deh kaya nya, Wangi sekali." ucap Lena. Tiara melihat mereka pulang dia tersenyum.
"Kalian sudah pulang? loh yang lain kemana?" tanya Tiara. "Masih di belakang kak bersama Om Mile." ucap Lena.
"Oohh Ya udah kalau begitu bantuin Tante membawa makanan ini ke atas meja Makan yah." ucap Tiara. Lena dan Riska menganguk.
"Tante masak banyak banget, aku jadi sangat lapar, karena aku Makan siang hanya sedikit." ucap Lena.
"Kebetulan banget Tante masak, kalian makan lah." ucap Tiara.
"Lebih baik mandi dulu lah Tante, sambil menunggu mereka pulang." ucap Riska.
"Tapi aku sudah lapar." ucap Lena mengambil piring dan juga sudah duduk.
"Mandi dulu!" ucap Riska.
"Ya udah deh kalau begitu!" ucap Lena, dia tidak jadi Makan dan ikut dengan Riska.
Tidak beberapa lama Mile dan Vandi pulang. Mile melihat istrinya yang sedang asik membuat teh di dapur.
__ADS_1
"Kalian duluan saja ke kamar. Setelah itu keluar untuk makan bersama, seperti nya Tiara masak." ucap Mile. Mereka Menganguk.