Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 137


__ADS_3

Rafi tersenyum dia mencium pucuk kepala Tiara.


"Kakak mau tau kamu dengan Mile nyaman kan? dia tidak kasar atau marah sama kamu kan?" tanya Rafi.


"Aku dengan nya sangat bahagia kak." ucap Tiara.


Rafi menghela nafas panjang.


"Alhamdulillah kalau seperti dek, kakak juga sangat tenang kalau seperti ini, kakak sudah bisa mempercayai Mile menjaga kamu saat jauh di sana." ucap Rafi.


Tiara tersenyum dia mengangguk.


"Dan kakak juga harus segera mendapatkan wanita yang bisa mengurus kakak, sampai kapan kakak akan seperti ini." ucap Tiara.


Rafi tersenyum. "Kakak belum kefikiran sampai sana." ucap Rafi. "Kakak sudah hampir kepala tiga, bagaimana tidak kefikiran ke sana?" ucap Tiara.


Rafi tersenyum. "Aku tau sih sebenarnya kakak tidak ingin menikah dengan pilihan ibu dan ayah kan? Tapi yah mau bagaimana lagi. Ayah dan ibu tidak bisa di tentang." ucap Tiara.


Rafi menatap wajah adik nya.


"Kamu tidak perlu khawatir kan kakak, kakak baik-baik saja. kamu harus fokus pada rumah tangga kamu yang sejuk." ucap Rafi. Tiara tersenyum sambil mengangguk.


"Oh iya apa kakak sudah makan? Aku akan memasak untuk kakak." ucap Tiara.


"Udah kok." jawab Rafi.


"Humm ya udah deh kalau begitu." ucap Tiara.


Tiba-tiba ponsel Rafi berdering telpon dari ayahnya.


Rafi bangun dia berusia menormalkan suara nya.


"Halo Ayah."


"Halo! Kamu dari mana saja? Kenapa kamu tidak datang ke meeting hari ini?" tanya Pak Yuda.


"Maafin aku Ayah. Tiba-tiba badan ku kurang enak." ucap Rafi.


"Kurang enak badan? Seharusnya kamu memberitahu lebih awal, kamu membuat ibu dengan Ayah malu di pertemuan tadi." ucap pak Yuda semakin marah.


"Maaf Ayah." ucap Rafi. Tiba-tiba ponsel nya mati. Tiara menghela nafas kasar.


"Sudah ku duga akan seperti ini. Ayah dan ibu akan lebih mementingkan perusahaan mereka dari pada anak nya sendiri." ucap Tiara.


"Sudah lah biarkan saja, mungkin mereka benar-benar lagi sedang sibuk." ucap Rafi.

__ADS_1


"Pantesan saja kakak selalu jadi anak kesayangan Mereka, sudah jelas menjadikan kakak sebagai budak agar nama nya baik." ucap Tiara.


"Tidak baik berbicara seperti itu." ucap Rafi.


"Ya udah deh kak, aku lebih baik pulang saja, seperti nya aku tidak di butuhkan di sini. Aku pikir sebelum nya kakak sangat parah sehingga tidak bisa bangun dari tempat tidur." ucap Tiara.


"Kamu mendoakan kakak kamu yang buruk." ucap Rafi.


Tiara Menggeleng kan kepala nya.


"Aku kesal karena kakak tidak mau jujur pada ku." ucap Tiara.


"Jujur apa lagi Tiara? Kenapa kakak harus berbohong." ucap Rafi. "Sudah lah aku tidak mau lama-lama di sini. Calon anak ku juga pasti muak mendengar kebohongan om nya." ucap Tiara.


Dia mengambil Tas nya dan pamitan pada Rafi. Dia keluar dari apartemen itu dia sangat kaget melihat kedua bodyguard kembar nya tetap menunggu di depan.


"Ya ampun Kalian gak pada bosan apa nungguin saya di Sini? Kalau Kalian berdua berdiri seperti ini bisa-bisa jadi sangat kurus loh." ucap Tiara.


"Ini sudah pekerjaan kami non, kami hanya menjalankan tugas seperti biasa." ucap si kembar.


"Huff terserah Kalian saja deh." ucap Tiara.


Mereka pun berjalan ke mobil namun tidak sengaja Tiara melihat salah satu teman nya di sana.


Tiara sangat kesal akhirnya dia sendiri yang menghindari Teman nya itu.


"Halo Tiara..." sapa Teman nya mau menyusul Tiara namun Tiara langsung masuk ke dalam mobil.


"Loh dia kok kelihatan nya menghindari aku yah? Salah aku apa yah?" ucap wanita itu. Wanita ini bukan lah teman yang kemarin mengerjai dia.


"Saya belum mau pulang, kita singgah Dulu untuk membeli beberapa bahan dapur untuk di masak." ucap Tiara.


Si kembar pun mengangguk secara bersamaan.


Mereka sampai di sebuah supermarket. Si kembar dengan setia mau mendorong keranjang belanjaan sementara Yang satu nya siap siaga membantu Tiara mengambilnya barang yang berat atau yang tidak bisa di gapai oleh nya.


Tiara melihat mereka berdua sangat heran.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga berbelanja. Mereka berdua duduk berjaga-jaga di luar toko.


"Nih untuk kalian." ucap Tiara memberikan mereka Minuman Segar.


"Terimakasih Non terimakasih non." jawab mereka bersama. Tiara tersenyum.


"Wajah kalian sangat mirip, bahkan berbicara juga keseringan bersama. Huff sangat beruntung mempunyai kembaran yang selalu bersama tidak pernah berpisah Sama sekali." ucap Tiara.

__ADS_1


Mereka berdua hanya diam.


"Ini sudah jam dua siang Non, lebih baik kita pulang saja. Di luar lama-lama tidak baik." ucap bodyguard nya.


Mereka pun memutuskan untuk pulang. Tiara juga sudah lelah. Sesampainya di rumah Bibik Ja menyambut mereka.


"Akhirnya non Tiara pulang juga, saya sangat khawatir sekali." ucap Bibik Ja.


"Tidak baik terlalu khawatir Bik, aku juga keluar tidak sendirian." ucap Tiara.


Bibik Ja diam.


"Non Tiara membeli ini semua untuk apa?" tanya Bibik Ja karena tidak biasa nya barang yang di beli oleh Tiara di Masak.


"Aku mau masak ini bik." ucap Tiara. Bibik Ja hanya bisa diam melihat itu.


"Ya udah kalau begitu sini saya bantu non." ucap Bibik Ja.


Beberapa jam kemudian Tiara sudah ada di ruangan spa menunggu Bibik Ja datang.


"Huff akhirnya aku bisa di pijet juga tampa ada rasa khawatir atau canggung." batin Tiara.


"Mile sudah berusaha untuk melakukan nya dengan lembut namun kenapa badan ku sakit-sakit yah. Apa karena aku terlalu banyak bergerak?" ucap Tiara.


Tiba-tiba ponsel nya berdering. Dia melihat panggilan Video dari suami nya.


"Humm baru saja aku mengingat nya, dia sudah menelpon ku." ucap Tiara.


"Kamu sudah sampai?" tanya Tiara langsung karena melihat Mile sudah tidak di dalam mobil atau kendaraan.


"Baru saja sampai." ucap Mile menoleh ke arah kamera dia kaget melihat Tiara hanya memakai handuk di dada nya.


"Kamu lagi di mana? kenapa kamu tidak memakai baju? Kamu mau menggoda saya?" tanya Mile.


"Bukan. Kamu langsung berfikir yang aneh-aneh saja." ucap Tiara.


"Lantas kenapa kamu berada di ruangan itu, dan tidak memakai baju?" tanya Mile..


"Aku minta tolong sama Bibik untuk pijetin badan ku, akhir-akhir ini badan ku sering sakit-sakitan. Kebetulan Bibik pandai memijat wanita hamil." ucap Tiara.


"Oohhh." ucap Mile.


"Bibik Ja sudah datang. Aku tutup telpon nya dulu, aku akan mengabari kalau sudah selesai." ucap Tiara langsung mematikan ponsel nya.


"Tu-tunggu dulu Tiara..." panggil langsung mati..

__ADS_1


__ADS_2