
"Baiklah kalau begitu. Assalamualaikum." ucap Tiara.
"Walaikumsalam." jawab Mile. Panggilan pun di matikan.
"Kamu berbicara dengan siapa? Kamu harus menjaga perasaan istri kamu, menelpon wanita seperti ini." ucap pak Daniel.
Mile menghela nafas panjang.
"Papah sendiri ngapain ke sini?" tanya Mile.
"Kamu adalah anak papah, papah hanya ingin melihat kamu." ucap pak Daniel.
Mile diam, tidak beberapa lama seseorang datang membawa kan kopi pada pak Daniel.
"Papah datang ke sini mau membicarakan soal kemarin." ucap pak Daniel. Mile menatap wajah papah nya.
"Tidak ada yang harus di bicarakan lagi Pah." ucap Mile..
"Kemarin itu papah sudah menunggu Vandi atau yang lain datang sesuai permintaan kamu. Namun mereka tidak datang. Tidak mungkin papah membiarkan Kursi itu kosong." ucap pak Daniel.
"Lagian itu adalah masalah sepele. Kamu tidak perlu marah pada Keponakan atau sama papah." ucap Pak Daniel.
Mile Menghela nafas panjang. "Dia adalah adik kamu, papah tidak pernah mengajari kamu untuk membenci saudara atau keluarga kamu sendiri." ucap Pak Daniel.
Mile diam. "Papah ayo Mamah sudah nungguin di luar." ucap Roy masuk ke ruangan itu. Mile berdiri melihat Roy.
"Kamu mempunyai Sopan santun tidak? Kamu bisa mengetuk terlebih dahulu sebelum masuk!" ucap Mile dengan tatapan sangat marah.
"Apa sih masalah nya Mile? Dia datang bukan saat kamu bekerja." ucap Pak Daniel. "Aku minta maaf kalau aku tidak sopan." ucap Roy.
"Seperti nya kamu tidak pernah di ajarin Sopan santun!" ucap Mile. Tiba-tiba Pak Daniel menggeprak Meja. Mile langsung diam.
"Dia adalah adik kamu! Kamu jangan pernah menghina dia di depan papah. Bukan seperti ini sosok pemimpin yang papah ingin kan." ucap pak Daniel.
Mile diam. Dari pada semakin emosi dia pun meninggalkan Ruangan nya itu.
"Aaargggh!!! Kenapa harus ada keluarga mereka yang masuk ke kehidupan saya!!!" dia berteriak di dalam mobil nya.
Tidak sengaja Riska lewat bersama Menejer.
__ADS_1
"Ada apa dengan Om Mile yah." ucap Riska. "Lihatlah siapa di sana." ucap Menejer yang bernama Ardi.
Riska melihat ke arah Omah nya.
"Jangan-jangan Kakek dan Om Roy baru saja bertemu dengan Om Mile?" tanya Riska.
"Bisa jadi. Lebih baik kita lanjut bekerja Saja." ucap Ardi.
Mereka pun masuk ke dalam.
Sementara pak Daniel melihat Mile Keluar dia pun ikut keluar. Roy tinggal sendirian di sana. Dia melihat ruangan yang begitu luas, mewah dan sangat nyaman sekali.
"Aku tidak mengira kalau tempat ini sangat mewah dan sangat nyaman sekali. Ini adalah pertama kalinya aku ke sini." ucap Roy dia duduk di kursi kekuasaan Mile.
"Humm seharusnya aku yang duduk dan memiliki ruangan ini, bukan Mile." ucap Roy. Dia duduk begitu lama di sana namun mamah nya tiba-tiba menelpon agar segera turun dan langsung pulang.
"Aku rasa tempat ini akan segera jadi milik ku." ucap Roy dia pun keluar dari ruangan itu.
Mile meminum air putih yang ada di dalam mobil nya.
"Seandainya saja keluarga mereka tidak masuk ke keluarga ku, hidup ku tidak akan seperti ini." ucap Mile.
Dia pun memilih untuk menenangkan diri terlebih dahulu di dalam mobil nya.
Dia memilih merapikan kamar membersihkan nya mungkin karena itu dia kurang nyaman. Namun setelah semua sudah bersih dia juga tidak bisa tidur.
"Aku sudah terbiasa ada yang menemani, dan sudah sangat candu ketika Mile di sini menemani ku tidur Siang, makan, melakukan apapun setiap hari bersama." ucap Tiara.
Dia berjalan ke arah balkon. Dia melihat ke arah taman yang sebelumnya sudah cantik oleh nya. Dia juga baru keingat.
Namun dia sangat terkejut melihat taman nya sekarang rusak. semua tanaman nya hancur.
"Apa yang terjadi?" ucap Tiara. dia pun langsung turun.
"Non Tiara mau kemana? di luar sangat panas." ucap Bibik Ja. "Mau ke taman belakang bik, taman ku sudah rusak." ucap Tiara dia berlari ke taman belakang Bibik Ja mengikuti nya.
"Aaaaa.. Apa yang membuat semua nya rusak seperti ini?" ucap Tiara. Dia terlihat sangat Sedih melihat tanaman nya hancur semua.
"Lena tidak bisa di percaya sama sekali!" ucap Tiara dengan kesal. Dia sangat sedih sekali.
__ADS_1
"Nanti Saya bantuin untuk merapikan nya lagi non, bukan sekarang saatnya untuk merapikan ini semua." ucap Bibik Ja.
"Menanam tanaman seperti ini butuh waktu yang lama bik. aku sudah sangat bersusah-susah payah mau membersihkan ini semua. namun semua nya sia-sia." ucap Tiara.
"Yang Sabar non, mungkin ada binatang yang datang merusaknya." ucap Bibik.
"Ini semua karena Lena. dia tidak mengurus taman ini." ucap Tiara. Bibik pun diam, dia bingung harus ngomong apa.
Di sore hari nya.
"Selamat Sore Tante Tiara." sapa Lena yang baru saja pulang langsung duduk di depan Tiara. Tiara hanya diam saja.
Mereka berempat kebingungan dengan sifat Tiara. Mile datang dari belakang mereka.
"Ada apa dengan Tante? Apa ada yang salah?" tanya Lena. Tiara menatap Lena. Lena melihat Tiara membuat nya takut.
"Kenapa Tante menatap ku seperti itu? Apa ada yang salah?" tanya Lena.
"Kamu masih bertanya apa yang salah? Apa kamu tidak melihat taman Tante semua nya sudah rusak." ucap Tiara.
Seketika Riska, Tita dan Lena gugup. Bingung mau menjelaskan bagaimana kary sebelum nya Tiara sudah menitipkan pada mereka.
"Maafin Kami, kami yang salah." ucap Tita.
"Iyah kalian yang salah!" ucap Tiara.
"Tapi saat itu kami tidak di rumah Tante, kami di undang ke rumah kakek dan esoknya kami pulang semua nya sudah rusak tidak ada yang tersisa satu pun." ucap Lena.
"Tante Membuat taman itu sudah sangat lelah, butuh waktu yang lama. Kalian tidak bisa di percaya." ucap Tiara.
"Maafin kami Tante." ucap Lena lagi..
"Sudah-sudah kalau sudah rusak mau di apakan lagi? lebih baik Kalian semua gotong royong untuk membenarkan taman itu semua." ucap Mile.
"Tapi Om kami baru saja pulang bekerja, Masih banyak yang harus kamu selesaikan." untuk Tita.
"Tidak ada pilihan lagi. Kalian harus melakukan itu menebus kesalahan." ucap Mile.
"Ya udah deh, kalau begitu kami mau gotong royong sama-sama." ucap Tita. "Tante bisa mengerjakan nya sendiri." ucap Tiara dia sudah merajuk.
__ADS_1
"Tiara.. Tiara.." ucap Mile mengejar ke kamar.
"Kapok.. Rasain tuh. Istri Om Mile merajuk karena kalian, siap-siap lah menerima hukuman." ledek Vandi langsung masuk ke dalam kamar nya.