
"Kenapa kamu Melihat ku seperti itu? Apa ada yang aneh?" tanya Tiara.
Mile Menggeleng kepalanya. "Kenapa dia sangat cantik sekali sih, huff seperti ini aku tidak akan tenang membiarkan nya di rumah orang tua nya, dia pasti tidak akan betah di sana." batin Mile.
"Loh kok ke sini? aku mau kerumah Ibu." ucap Tiara, karena Mile membelok ke arah lain.
"Kamu ikut saja dengan saya ke kantor." ucap Mile.
"Aku tidak mau, aku tidak mau ke sana." ucap Tiara. "Tidak bisa membantah, sebagai seorang istri kamu harus mengikuti perintah suami." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang.
"Tau seperti ini aku tidak akan mau ikut tadi, lebih baik aku di rumah saja." ucap Tiara.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di kantor. Mile turun memutari mobil nya dan membuka pintu untuk Tiara.
"Tumben sekali pak Mile membawa mobil sendiri? kelihatan nya dia sedang bersama wanita, apa kah itu istri nya?" tanya salah satu wanita yang bekerja di sana.
"Ayo turun." ucap Mile.
"Aku gak Mau." ucap Tiara.
Mile menghela nafas panjang.
"Kamu turun sendiri atau saya Menggendong kamu keluar?" ucap Mile. Tiara Menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak mau satu pun. Apa salah nya sih kalau aku keluar bertemu teman-teman ku?" ucap Tiara langsung.
Mile mendengus kesal.
"Kamu yakin keluar bertemu dengan teman-teman kamu berpakaian seperti ini?" tanya Mile.
"Dari awak penampilan ku sudah seperti ini. Sudah lah aku mau pergi saja, kamu terlalu banyak aturan. Mana kunci mobil kamu." ucap Tiara.
Mile terdiam. Tiara langsung merampas dari tangan Mile.
"Aku tidak ingin mereka semua melihat ku, aku pergi dulu." ucap Tiara berpindah ke kursi mengemudi.
"Tutup pintu nya!" ucap Tiara. Mile tidak bisa mengatakan apapun lagi, Tiara sama sekali tidak bisa di bilangin akhirnya dia pun pergi meninggalkan perusahaan itu.
"Loh-loh Kok malah pergi sih? Pak Mile bawa siapa yah itu?" ucap mereka lagi. Mile masuk ke dalam.
"Selamat pagi pak." ucap para karyawan yang menyambut dia.
__ADS_1
Seperti biasa Mile tidak menjawab apapun dia setia memasang wajah Datar dingin dan tatapan tajam.
"Permisi Om." Vandi dan Riska datang ke ruangan Mile.
Mereka membicarakan beberapa bisnis dan juga saham mereka.
"Oh iya Om dua hari saya akan berbisnis. Kalian harus bisa mengatur di sini." ucap Mile.
Vandi dan Riska keluar dari sana. Mile melihat Gmail yang masuk ke laptop nya. Ternyata itu laporan beberapa penjualan nya. Namun terkendala sedikit karena saingan mereka.
"Seperti nya keluarga Kim Tidak Akan mau berhenti mengganggu usaha saya kalau tidak di berikan pelajaran." ucap Mile.
Dia pun mengatur strategi.
"Maaf yah teman-teman aku telat datang, aku ke sini sangat macet tadi." ucap Tiara duduk bersama teman-teman nya yang menunggu nya dari tadi.
"Tidak apa-apa, kamu pesan saja minuman yang kamu Mau." ucap wanita yang bertato di bagian leher.
"Permisi mbak, saya mau pesan Jus Anggur yah." ucap Tiara.
"Kamu yakin Mesan Jus Anggur saja? Banyak Minuman favorit kamu loh di sini. Aku memilih tempat ini karena kamu." ucap Sindi.
"Perut ku sangat sakit, aku takut minum alkohol Akan membuat sangat sakit." ucap Tiara.
"Humm seru banget." ucap Tiara.
"Kamu pergi jalan-jalan jauh agar bisa move on dari Bilmar kan? Apa kamu sudah tidak sedih lagi?" tanya teman pria nya.
"Ya kali aku pergi jauh-jauh untuk melupakan dia, aku pergi karena aku ingin saja. Aku sudah move on lama dengan dia." ucap Tiara.
"Ah yang serius? Kamu Sama dia sudah sangat lama, bahkan dia adalah cinta pertama, pacar pertama mantan pertama lagi." ucap teman yang satu nya.
Tiara Menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.
"Seperti yang kalian lihat sekarang aku baik-baik saja." ucap Tiara.
"Tapi dengar-dengar Sekarang dia mau tunangan loh sama pacarnya." ucap mereka lagi. Tiara terdiam sejenak.
"Aku ke toilet bentar yah." ucap Tiara. Dia pun pergi ke toilet.
Tidak beberapa lama dia kembali dia kaget melihat wanita yang tidak asing baginya duduk di kursi nya. Ternyata itu adalah wanita selingkuhan Bilmar waktu itu.
Mereka terlihat sangat akrab dengan teman-teman nya.
__ADS_1
"Maaf ini Kursi saya!" ucap Tiara. Wanita itu langsung turun.
"Saya pikir ini kosong." ucap Wanita itu.
"Oh iya Tiara kenalin ini adalah Rara, kamu pasti tau hubungan nya dengan Bilmar, namun sekarang mereka sudah putus." ucap Sindi.
Tiara diam saja, Menoleh saja dia tidak.
"Ya udah kalau begitu aku pergi dulu yah, selamat menikmati minuman nya." ucap Rara dia pun langsung meninggalkan mereka.
"Sejak kapan kalian dekat dengan wanita itu? Aku tidak suka dengan dia." ucap Tiara.
"Ayolah Tiara kamu sama Rara, sama-sama Korban dari Bilmar, tidak boleh saling membenci seperti ini." ucap Sindi.
Tiara diam.
"Kalian semua mau ke Mall atau belanja ke tempat yang biasa kita kunjungi gak?" tanya Sindi lagi.
"Seperti nya aku gak dulu deh, aku gak bisa keluar lama-lama." ucap Tiara.
"Loh kenapa? Ayah kamu melarang lagi yah?" tanya Sindi.
"Yah begitulah, kamu tau sendiri Ayah aku sangat posesif sekali." ucap Tiara.
"Ya udah deh kalau begitu." ucap Sindi. Mereka pun pergi meninggalkan Tiara begitu saja. Tiara duduk di sana sendirian.
Dia sudah lama tidak nongkrong di sana. Di sana adalah tempat favorit mereka dulu nongkrong dengan teman Bilmar ataupun teman nya.
"Ah sudahlah aku tidak mau mengingat itu lagi, aku sudah memiliki Mile." ucap Tiara. Dia berdiri namun tiba-tiba Karyawan Cafe itu mendekati nya.
"Permisi mbak, mohon di bayar dulu tagihan nya." ucap wanita itu sambil memberikan satu lembar kertas bil.
Tiara kaget karena berfikir dari tadi minuman atau makanan nya sudah di bayar oleh temannya.
Tiara melihat tagihan nya cukup mahal. Sementara dia hanya mengambil beberapa kue, makanan dan satu jus.
Dia menghela nafas panjang dia pun membayar nya. Setelah selesai membayar dia pun masuk ke dalam mobil nya.
"Kenapa sih tidak ada orang yang benar-benar setia selalu ada di samping ku, setia sayang pada ku, sayang Sama ku?" ucap Tiara dalam hati Sambil berjalan ke mobil suami nya.
Namun dia kaget sekali melihat mobil itu baret-baret di bagian body nya.
"Siapa lagi sih yang melakukan ini? Mampus lah aku kalau mile tau ini." ucap Tiara. Melihat goresan di mobil mahal itu membuat nya sangat sakit hati.
__ADS_1