
"Ketika bersama kamu, saya tidak Akan pernah sedih atau merasa kesepian." ucap Mile. Tiara tersenyum namun Mile tiba-tiba mencium bibir Tiara.
Mereka baru saja berciuman namun tiba-tiba dokter masuk.
Dia sedikit tidak enak karena melihat adegan itu.
"Ma-maaf pak, saya akan keluar." ucap dokter.
"Tidak apa-apa Dok." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang dia menatap dokter itu. Dokter itu juga menatap nya.
"Tatapan Pak Mile seram sekali. ngapain aku tidak mengetuk dulu sih tadi?" ucap nya. "Saya mau memeriksa keadaan Mbak Tiara." ucap dokter itu.
"Kenapa anda yang memeriksa istri saya? Dokter kandungan keluarga saya mana?" tanya Mile. "Aku akan menceritakan nya nanti, aku pokoknya mau di rawat sama dokter ini saja." ucap Tiara.
"Baiklah kalau begitu, lanjutkan." ucap Mile. dokter itu menganguk. "Keadaan mbak Tiara sudah sangat baik untuk saat ini. Mbak Tiara juga sudah boleh pulang hari ini." ucap dokter itu.
"Akhirnya aku bisa keluar juga dari rumah sakit." ucap Tiara.
"Lain kali mbak Tiara gak boleh konsumsi obat sembarangan, Makan yang sembarangan juga." ucap dokter.
"Terimakasih banyak dokter." ucap Tiara. Dokter itu tersenyum.
Dia melepaskan infus dan semua obat sudah dicatat. "Kalau begitu sehat-sehat selalu yah mbak Tiara. Sampai bertemu di kontrol selanjutnya. Kalau begitu saya akan keluar." ucap dokter.
"Permisi pak. Saya juga minta maaf sudah mengganggu waktu nya." ucap dokter dan langsung keluar.
"Aahh akhirnya aku lega juga. Tatapan Pak Mile berhasil membuat ku sangat gugup dan ketakutan." ucap dokter itu.
Mile menatap istri nya. "Ada apa? apa kamu mau melanjutkan hal tadi?" ucap Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya.
"Jelaskan bagaimana bisa kamu ganti dokter lagi?" tanya Mile. "Oohhh itu. Aku minta tolong sama Mamah untuk menukar dokter ku diam-diam." ucap Tiara.
Mile menghela nafas panjang. "Tiara apa yang kamu lakukan? Bagaimana kalau papah tau?" ucap Mile.
"Tapi kamu harus tau kalau Setelah minum vitamin, Obat dan Makanan yang di berikan dokter itu perut ku terasa sakit dan juga kepala ku pusing sekali tidak seperti biasanya." ucap Tiara.
"Namun setelah di periksa dokter tadi kata nya aku salah makan. Makanan yang aku Makan membuat Janin ku lemah dan semakin lama aku memakan itu akan membuat aku keguguran." ucap Tiara.
__ADS_1
Mile mendengar itu sangat kaget.
"Kamu tidak berbohong kan?" ucap Mile. "Kenapa aku harus berbohong?" ucap Tiara.
"Kamu masih mempunyai Obat dan semua yang di berikan dia pada kamu?" tanya Mile. "aku masih punya." ucap Tiara.
"Saya akan memeriksa Obat itu." ucap Mile.
"Tapi aku gak mau dia jadi dokter ku lagi, aku gak mau, Aku takut." ucap Tiara. Mile memegang tangan istri nya.
"Tidak akan lagi. Kamu jangan khawatir." ucap Mile.
"Ya udah kalau begitu saya akan mengumpulkan barang-barang kamu." ucap Mile. Tiara menganguk. "Aku sudah Bosan di sini, aku ingin segera pulang." ucap Tiara.
Bibik Ja datang untuk membantu. "Akhirnya Non Tiara keluar juga dari rumah sakit. Di rumah tidak sepi lagi." ucap Bibik Ja.
Tiara tersenyum. Mile mendorong kursi roda melewati tiap-tiap lorong rumah sakit itu.
"Bibik Ja apa tidak Bosan mendengar kan Tiara cerewet setiap hari? saya selalu mendengar dia marah-marah pada Bibik." ucap Mile.
Bibik Ja tertawa kecil. "Tapi karena cerewet non Tiara Rumah tidak sepi seperti dulu lagi Tuan." ucap Bibik Ja.
"Ternyata bukan hanya saya saja yang bahagia mendapatkan wanita ini." batin Mile.
"Aku tidak cerewet. Hanya saja Bibik Ja sengaja membuat aku marah-marah, aku tidak tau kenapa aku bisa cerewet. Tapi aku juga sedih kalau Bibik Ja pergi keluar seperti belanja, atau tidur siang meninggalkan aku sendirian." ucap Tiara.
"Humm itu artinya non Tiara Sayang sama Bibik." ucap Bibik Ja. Tiara dan Bibik Ja tertawa, sementara Mile Masih tersenyum tipis saja.
Mereka menunggu mobil di depan rumah sakit itu. Namun sebelum mereka masuk ke dalam mobil seorang pria datang menghampiri mereka.
"Mile apa kabar?" tanya Bili. Mile melihat sahabatnya itu. Bili langsung memeluk nya. "Bagaimana bisa kamu di sini?" tanya Mile. "Cerita nya panjang." ucap Bili.
Bili melihat Tiara. "Kamu Tiara kan?" ucap Bili. "Iyahh kak, kalau tidak salah kakak yang ketemu Sama aku waktu itu di Paris kan?" ucap Tiara.
"Tepat sekali, kamu ternyata masih bisa mengingat wajah tampan ku." ucap Bili.
"Senang bisa bertemu dengan kakak lagi." ucap Tiara.
__ADS_1
"Lalu kenapa kamu sama Pria ini bisa bersama? Wajah kamu sangat pucat, duduk di kursi roda apa kamu sakit?" tanya Bili.
"Lebih baik Bibik mengantarkan Tiara pulang duluan. Aku akan berbicara dengan teman ku." ucap Mile.
"Bibik Ja." ucap Bili langsung memeluk Bibik Ja.
"Sudah lama kita tidak bertemu Bik." ucap Bili.
"Sekarang bagaimana keadaan Kamu? Apa sudah menemukan calon istri?" tanya Bibik Ja.
"Huff Bibik Ja selalu saja membahas calon istri. Aku bukan seperti Mile yang tidak bisa move on dari masa lalu nya." ucap Bili.
Bibik Ja tersenyum. "Aku sangat merindukan Bibik." ucap Bili.
"Kamu sangat mengecewakan Bibik, kamu janji pada Bibik pulang Akan membawa istri, namun ternyata tidak. Setidaknya kamu membawa wanita bule." ucap Bibik Ja.
"Apa Bibik tidak melihat wanita yang di sebelah sana? itu adalah teman ku," ucap Bili.
"lebih baik Bibik Ja membawa Tiara pulang." ucap Mile. Bibik Ja menganguk.
"Ayo Non Tiara." ucap Bibik.
"Bye kak Bili." ucap Tiara. Bili melambaikan tangan nya.
"Jelaskan sekarang bagaimana kamu bisa bersama wanita itu lagi?" ucap Bili. "Kamu tidak perlu tau!" ucap Mile.
"Jelaskan pada ku, sebelum aku bertanya langsung pada Bibik Ja." ucap Bili.
"Aku mempunyai hutang Budi kepada nya. Aku yang membuat dia sakit seperti ini." ucap Mile. "Oohh begitu." ucap Bili memasang wajah tidak percaya.
"Aku mau berkunjung ke rumah kamu, aku juga akan menginap satu malam." ucap Bili.
"Tidak bisa! Orang tua Ku sekarang lagi di rumah." ucap Mile.
"Jangan membuat alasan, seperti aku tidak paham kamu seperti apa saja." ucap Bili. "Seperti nya kamu menyembunyikan sesuatu." ucap Bili. Mile menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak menyembunyikan apapun." ucap Mile.
__ADS_1
"Kalau begitu biarkan aku ikut dengan kamu." ucap Bili. Mile tidak bisa mengatakan apapun akhirnya dia mengijinkan Bili ikut dengan nya.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah.