
Bahkan orang yang melihat mereka senyum-senyum.
"Mbak tolong tambah satu gelas lagi jus alpukat nya." ucap Rino. Tidak beberapa lama datang.
"Jus buah ini sangat bagus ini juga enak, kamu harus mencoba nya." ucap Rino. "Aku tidak suka, aku juga sudah kenyang." ucap Tiara.
"Kamu harus mencoba nya." ucap Rino langsung mengarahkan ke mulut Tiara. Melihat wajah Rino tersenyum membuat dia akhirnya minum.
"Sudah waktunya pulang, aku juga sudah kenyang sekali, lebih baik kita keluar saja." ucap Tiara. "Sebentar lagi. Saya baru saja selesai makan." ucap Rino sambil mengeluarkan Rokok dari kantong nya.
Tiara hanya memerhatikan nya begitu saja, tidak ada pilihan lain dia hanya menunggu karena Rino juga sudah baik. Tidak enak kalau meninggalkan nya begitu saja.
"Uhuk!! Uhuk!! Tiara batuk karena asap rokok Rino.
"Kamu tidak bisa terkena asap rokok?" tanya Rino. Tiara menutup mulut dan hidung nya. Rino langsung mematikan rokoknya.
"Saya tidak tau kalau kamu tidak bisa. Saya minta maaf." ucap Rino. Tiara hanya mengangguk saja. Tidak beberapa lama akhirnya Rino mengajak nya keluar.
Rino mau membayar namun Tiara sudah terlebih dulu membayar diam-diam. Rino menoleh ke arah Tiara, Tiara langsung tersenyum untuk pertama kali pada Rino.
"Kenapa saya tidak melihat kamu membayar nya?" tanya Tiara.
"Aku membayar terlebih dahulu karena aku tahu kamu akan membayar nya nanti." ucap Tiara.
"Saya kurang nyaman kalau di bayarin oleh perempuan. Sementara saya yang makan terlalu banyak." ucap Tiara.
"Sudah lah! Kamu tidak perlu seperti itu, aku harus segera pulang." ucap Tiara. "Tunggu dulu. Kamu mau langsung pulang dengan tangan kosong." ucap Rino.
Tiara baru ingat kalau baju nya masih di butik itu.
"Eits tunggu dulu, kamu mau kemana lagi?" tanya Rino. Menjemput baju yang aku beli tadi." ucap Tiara.
Tidak beberapa lama ada orang yang datang membawa kan paper bag Tiara.
"Terimakasih banyak yah sudah mau mengantar kan ke sini." ucap Tiara. Perempuan itu tersenyum.
"Apa kamu tidak Akan mengucapkan terimakasih pada ku?" ucap Rino. "Tidak perlu." ucap Tiara langsung pergi begitu saja meninggalkan Rino.
__ADS_1
Rino senyum-senyum sendiri melihat Tiara pergi.
"Seperti nya Bapak sangat mengagumi wanita itu." ucap Pria yang berpakaian rapi kepada Rino.
"Sudah bisa di lihat dengan jelas." ucap Rino.
Di memakai jas dan menata rambut nya.
"Tante dari mana saja sih? Kami semua sudah sangat bosan menunggu di sini." ucap Lena.
"Maafin Tante yah, tadi Tante ketemu sama orang yang membuat Tante lama. Ya udah kalau begitu kita langsung pulang yah, Tante sudah mendapatkan baju yang Tante cari." ucap Tiara.
"Loh Tante gak makan dulu?" tanya Rika.
"Tante sudah kenyang. Ayo langsung pulang saja." ucap Tiara. Dia takut kalau Rino datang dan melihat dia di sana.
Di malam hari nya. Mile baru saja pulang jam delapan malam.
"Tiara saya pulang." ucap Mile. Tiara yang duduk di sofa sambil main handphone menoleh ke arah suami nya.
"Lihat lah ini sudah jam berapa! Kamu dari mana kok baru pulang?" tanya Tiara. Mile tersenyum dia mendekati Tiara dan mencium kening nya.
"Setidaknya kamu memberikan kabar, bahkan pesan ku dari siang tadi tidak kamu balas." ucap Tiara.
"Maafin saya, saya sangat sibuk." ucap Mile. "Huff bilang saja kalau kamu tidak mengingat saya!" ucap Tiara.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Mile. Tiara diam.
"Sudah jangan cemberut lagi, bagaimana baju nya sudah ketemu?" tanya Mile. "Jangan mencoba merayu ku, aku sedang marah." ucap Tiara.
"Kamu yakin marah sama suami kamu? Humm seperti nya tidak mungkin deh." ucap Mile mengelus pipi istri nya. "Atau jangan-jangan sebenarnya yang marah adalah bayi yang di dalam perut kamu. Saya belum mengelus nya sepanjang hari." ucap Mile mengelus perut Tiara.
"Cup-cup." ucap Mile. Mile mencium perut Tiara. "Humm Wangi banget sih." ucap Mile. Mile yang sangat perhatian membuat Tiara langsung Luluh kepada nya.
"Kamu sudah makan?" tanya Tiara. Mile menoleh ke arah Tiara. "Humm belum. Saya sekarang sangat lapar sekali." ucap Mile dengan nada yang sangat manja.
"Kalau begitu lebih baik kamu mandi dulu." ucap Tiara. Mile menganguk dia masuk ke kamar mandi. Tiara baru saja meletakkan ponsel nya karena mau mengambil baju ganti untuk suami nya.
__ADS_1
Namun berdering tanda ada pesan masuk. Tiara langsung membukanya karena penasaran. "Haii apa kabar?" isi DM di IG nya.
Tiara bingung, dia langsung melihat profil yang mengirimkan pesan pada nya. Dan ternyata itu adalah Rino, namun IG nya seperti nya Masih baru sehingga tidak ada postingan sama sekali namun melihat story nya Membuat Tiara kesal.
Diam-diam ternyata Rino mengambil foto nya saat fokus makan.
"Apa-apaan ini!" ucap Tiara sangat emosi.
"Kenapa kamu tidak membalas pesan ku?"tanya Rino lagi.
"Hapus Story kamu! Aku tidak suka!" ucap Tiara. Tiba-tiba langsung di telpon. Tiara menolak nya dan langsung memblokir nya.
Dia merasa sangat kesal sakali, di langsung melemparkan handphone nya ke atas kasur.
"Kenapa Tiara?" tanya Mile yang baru saja keluar dari kamar mandi namun melihat istrinya melemparkan handphone.
"Enggak apa-apa kok." ucap Tiara.
Mile menatap ke arah istri nya dengan tatapan heran.
"Tunggu sebentar yah, aku akan memilih kan pakaian untuk kamu." ucap Tiara. Mile menganguk.
Setelah Mile selesai berpakaian mereka turun ke bawah sama-sama. Mile memandangi dari tadi istri nya terlihat sangat kesal. Bahkan dia lebih banyak Diam saja.
"Tiara.." panggil Mile memegang tangan istri nya.
"Ada apa?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Perasaan dari tadi kamu baik-baik saja, apa saya melakukan kesalahan yang tidak kamu suka?" tanya Mile.
"Enggak kok, aku hanya kesal pada salah satu teman ku." ucap Tiara.
"Loh bukannya akhir-akhir ini kamu tidak bertemu lagi dengan teman kamu selain Alisa?" ucap Mile karena dia melarang.
"Tadi aku tidak sengaja bertemu pas di luar." ucap Tiara. "Say sudah bilang kalau teman kamu satu pun tidak ada yang baik, lebih baik kamu tidak perlu bergaul dengan mereka!" ucap Mile.
Tiara hanya diam saja. "Tidak mungkin aku beri tahu tentang Rino yang selalu membuat ku kesal, ini akan membuat dia salah paham." batin Tiara.
__ADS_1
"Ya udah aku minta maaf karena sifat ku membuat kamu tidak nyaman." ucap Tiara. Mereka pun lanjut makan.