
"Aaa!!" Tiara berteriak dia menyiram Suami nya. "Tiara stop! ini saya!" ucap Mile.
"Kamu kenapa masuk begitu saja, aku sedang mandi." ucap Tiara.
"Kamu tidak mengunci pintu, saya pikir kamu tidak ada di dalam." ucap Mile. "Setidaknya ketuk pintu dulu Mile, kamu membuat ku hampir terkena Serangan jantung." ucap Tiara.
"Kamu sudah sangat lama di kamar mandi, kamu bisa masuk angin, lebih baik kamu keluar sekarang." ucap Mile.
Tiara beranjak dari Bathub. Dia keluar dan langsung memakai handuk nya.
Mile membuka baju nya yang sudah Basah. Dia menggantikan istri nya mandi dan setelah itu dia keluar.
"Ini untuk aku kan?" tanya Tiara melihat makanan yang di atas nakas.
"Iyah, itu untuk kamu." ucap Mile. Tiara membuka nya dia sangat senang sekali dan langsung memakan kue yang di bawa oleh suami nya.
"Lain kali jangan meminta saya untuk membeli kue, saya tidak suka ." ucap Mile. "Aku pengen nya kamu yang beli, itu keinginan bayi yang dalam perut aku." ucap Tiara.
Mile menghela nafas, dia segera memakai pakaian nya.
"Saya akan bekerja sebentar di ruang kerja saya." ucap Mile sambil menenteng Laptop nya.
"Mau kemana lagi? Kamu baru saja pulang bekerja namun sudah bekerja lagi, tidak bisa!" ucap Tiara.
"Saya ada pekerjaan yang harus di selesaikan." ucap Mile.
"Aku ikut." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.
Tiara membawa makanan nya dan mengikuti ke ruangan kerja.
Tiara duduk di samping Mile. Mile menoleh ke arah istri nya yang sangat sibuk makan di samping nya.
"Kamu mau mencoba?" tanya Tiara. Mile Menggeleng kepalanya. "Ini enak banget loh." ucap Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya.
"Huff ya udah kalau begitu." ucap Tiara. Dia melanjutkan makan sambil membuka ponsel nya. Dia sangat sibuk di grup bersama teman-teman nya.
Mile penasaran kenapa handphone istri nya selalu berbunyi dia mengintip.
"Kalau kamu mau bertemu teman-teman kamu tidak masalah bagi saya." ucap Mile. "Sungguh?" ucap Tiara dengan cepat.
"Tapi ada syaratnya." ucap Mile.
"Arrrr sudah ku duga." ucap Tiara. "Apa syarat nya?" tanya Tiara.
__ADS_1
"Saya harus ikut." ucap Mile.
Tiara langsung membuang pandangan nya.
"Akan menjadi Masalah kalau kamu ikut. Lebih baik aku di rumah saja." ucap Tiara. "Kamu yakin tidak mau pergi? Kamu pasti sangat merindukan teman-teman kamu yang tidak setia kawan itu." ucap Tiara.
"Tidak semua teman ku seperti itu Mile, teman ku yang kemarin sudah tidak berhubungan lagi dengan ku." ucap Tiara.
"Terserah kamu saja memilih teman." ucap Mile. "Emang nya kamu tidak mempunyai teman hanya kak Bili saja." ucap Tiara.
"Saya tidak membutuhkan banyak teman." ucap Mile. "Aku tau kamu hanya membutuhkan mantan yang banyak." ucap Tiara.
"Bisa berhenti membahas itu gak?"ucap Mile. "Baiklah-baiklah. Kamu pasti tidak mau mengingat masa lalu karena sedih kan?" ucap Tiara. Mile menatap istrinya.
"Aku minta maaf, kamu lanjut kerja saja." ucap Tiara ketika Mile menatap tajam ke arah nya.
"Kamu jangan membahas itu lagi, saya tidak suka!" ucap Mile. Tiara tersenyum sambil mengangguk.
"Kamu tidak perlu menatap ku tajam seperti itu!" ucap Tiara.
Mile mendekati Tiara. Tiba-tiba Tiara kaget. Mile melihat bibir Tiara yang terkena coklat.
"Makan kue saja seperti anak kecil." ucap Mile. Tiara langsung menjilat seluruh bibir nya.
"Kenapa Tiara lucu sekali saat seperti ini." batin Mile.
"Ya udah kalau begitu kamu lanjut kerja saja." ucap Tiara. Mile menahan badan nya agar tidak di dorong istri nya.
"Saya sangat penasaran dengan mantan kamu." ucap Mile. "Kamu ingin tau? Nanti kamu Akan menyesal jika tau." ucap Tiara.
"Kenapa? Apakah dia lebih tampan dari saya? Apa dia mempunyai kekayaan yang lebih dari saya?" ucap Mile.
"Mungkin bisa begitu." ucap Tiara.
Mile Seketika memasang wajah kesal. "Apa kamu mempunyai hati? Secara tidak sengaja kamu memuji pria lain di depan suami kamu sendiri." ucap Mile.
"Jangan membahas masa lalu aku tidak mau membahas nya." ucap Tiara. Mile duduk dengan benar.
"Tapi kamu harus tau, setampan dan sekaya apapun mantan ku, tetap lah kamu pemenang nya." ucap Tiara.
Mile menatap wajah istri nya sambil menahan wajah salting nya.
"Kamu menggoda saya?" tanya Mile. Tiara Menggeleng kan kepala nya. "Aku mengatakan fakta nya, karena ketika aku mencintai seseorang tidak pernah bercanda dan aku mencintai mereka dengan sangat tulus." ucap Tiara.
__ADS_1
Mile tersenyum. "Terimakasih Sayang." ucap Mile dia mencium kening Tiara. Tiara tersenyum dia pun kembali fokus bekerja.
Satu jam kemudian Mile baru menyelesaikan pekerjaan nya.
"Sudah selesai." ucap Mile, dia baru sadar ternyata istri nya sudah tidak di sana lagi.
Dia mencari nya keluar.
"Apa kalian melihat istri saya?" tanya Mile pada pengawal yang di luar.
"Ada di ruang keluarga Tuan." Jawab pengawal itu.
"Ruang keluarga? Tumben-tumbenan sekali Tiara di sana." batin Mile karena cukup jarang mereka ke ruang keluarga itu.
Mile berjalan ke ruang keluarga dan ternyata Bu Vina ada di sana. Semua orang berkumpul di sana.
"Ada acara apa ini?" tanya Mile.
"Ayo ikut bergabung Om." ucap Vandi. Mile melihat wajah Bu Vina yang tersenyum. Dan dia baru sadar ternyata Adik nya Roy juga ada di sana.
"Tiara ayo ikut saya." ucap Mile. "Ayo bergabung saja di sini. Kamu tidak sopan kalau seperti ini." ucap Bili menarik tangan Mile duduk di samping nya.
"Mamah datang ke sini mau menyampaikan kalau sebentar lagi ulang tahun keluarga Minor, namun Mamah ingin acara nya berbeda, sekalian juga merayakan pernikahan kamu." ucap Bu Vina.
"Saya tidak bisa memberikan saran Apa pun." ucap Mile.
"Papah sendiri yang meminta Mamah membahas ini pada kamu." ucap Bu Vina lagi.
"Saya tidak bisa mengubah acara yang sudah di tetapkan dari dulu nya." ucap Mile. "Saya yakin pengubahan dari sekarang Roy sudah masuk kekeluarga Minor kan?" ucap Mile.
Tiara memegang tangan suami nya.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan." ucap Mile, semua nya langsung diam.
Mile langsung meninggalkan ruangan itu. "Aku nyusul Mile dulu yah mah." ucap Tiara.
dia mengikuti suaminya.
"Apa yang kamu katakan Mile? Kamu berbicara di depan ramai orang. mereka adalah keponakan kamu dan adik kamu." ucap Tiara.
"Saya sudah mengerti siasat wanita itu mau menguasai keluarga saya." ucap Mile. Tiara Menghela nafas panjang. "Ya sudah kalau memang tidak ada pengubahan kamu berbicara baik-baik, tidak perlu marah." ucap Tiara.
Mile duduk di sofa. Tiara mencoba menenangkan suami nya.
__ADS_1