Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 28


__ADS_3

Tiara melihat Mile dengan tatapan sinis.


"Huff ngeselin banget sih!" ucap Tiara.


"Lagian aku pakai nyerakin semua nya lagi." ucap Tiara.


"Biar saya bantu non." ucap Bibik. "Non Tiara gak boleh banyak aktifitas di saat hamil muda." ucap Bibik.


Tiara dengan senang membiarkan Bibik mengerjakan. "Loh kenapa Bibik yang membersihkan nya? Biarkan dia saja." ucap Mile melihat Bibik yang malah Bekerja.


"Sudah tidak apa-apa den, non Tiara lagi hamil muda dia tidak bisa mengerjakan sesuatu yang membuat pinggang nya sakit." ucap Bibik. Mile melihat Tiara seketika Tiara tersenyum manis.


"Kenapa kamu senyum-senyum? bersihkan kamar sekarang!" ucap Mile. "Kan tunggu Bibik, ini saja belum selesai." ucap Tiara.


"Kamu harus tau kalau Bibik tidak akan pernah membersihkan kamar, selama kamu tinggal di sini itu adalah tanggung jawab kamu, saya tidak suka dengan kamar yang bau, kotor dan berantakan." ucap Mile.


Tiara menghela nafas panjang, dia pun ke kamar membersihkan kamar yang sudah satu Minggu tidak di bersih kan.


Butuh waktu yang sangat lama untuk membersihkan ruangan itu. Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Tiara berkeringat dia pun mandi.


Setelah selesai mandi dia keluar dengan menggunakan handuk karena ketinggalan pakaian nya. Pas pula Mile masuk ke dalam kamar.


Tiara terkejut dia langsung menutup dada nya.


"Kenapa kamu tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?" ucap Tiara. Mile tidak menjawab dia melihat kamar sudah bersih.


"Kenapa masih bau? Apa kamu tidak memasang pengharum ruangan?" tanya Mile. Tiara menghela nafas panjang..


"Ini sudah Wangi." ucap Tiara. Mile mengambil Pengharum ruangan dan mengganti ternyata yang lama sudah habis.


Setelah di pasang Tiara tidak menyukai bau nya dia tiba-tiba merasa mual kepala nya pusing mencium bau itu.


Dia berlari ke kamar mandi karena mual. Mile hanya bisa melihat nya saja.


"Tidak bisa kah kita tidak perlu menggunakan pewangi ruangan? Aku mual dengan Wangi yang terlalu menyengat." ucap Tiara.


"Kalau kamu tidak bisa, tidur lah di luar!" ucap Mile. Tiara menghela nafas panjang. Dia mengambil pakaian nya memasang nya dan setelah itu mengeringkan rambut nya.


Dia tidak bisa menahan bau yang membuat dia Mabuk. Tiara melihat Mile yang sudah tidur membelakangi nya.

__ADS_1


Tiara mengambil selimut dan juga bantal nya.


Dia pun segera keluar dari kamar itu. "Hufff kenapa aku sangat sensitif dengan bau yang aneh yah." batin Tiara dia menghirup aroma minyak kayu putih yang membuat kepala nya sedikit reda dari kepusingan.


Mile melihat bantal dan juga selimut sudah tidak ada. Dia melihat ke arah pengharum ruangan itu. Dia melihat Tiara keluar.


Dia mencari kamar kosong yang lain nya namun tidak ad Tiara. Dia turun ke bawah ternyata Tiara tidur di sofa.


Mile mendekati nya.


Tiara memasang koyok di kepala nya dan ada minyak kayu putih di tangan nya.


"Loh den Mile belum tidur?" tanya Bibik kaget karena mati lampu.


"Loh non Tiara tidur di sini juga?" tanya Bibik.


"Dia tidak mau tidur di kamar karena pewangi ruangan membuat nya pusing bik." ucap Mile.


"Itu adalah hal wajar buat wanita hamil, dia akan sangat sensitif dengan bau, rasa makanan dan juga Mood nya pasti berubah-ubah." ucap Bibik.


"Non Tiara sangat jarang makan, lihat badan nya semakin kurus." ucap Bibik. Mile menghela nafas panjang.


"Lebih baik buat sementara den Mile cari pewangi ruangan yang Wangi nya kalem yang di sukai wanita hamil dan juga harus lebih banyak waktu untuk non Tiara, karena dia pasti sangat butuh perhatian." ucap Bibik.


Mile diam.


Mile Menatap wajah Tiara. "Badan nya akan lebih sering sakit seperti masuk angin, jadi kalau non Tiara mengeluh b


den Mile harus membantu nya." ucap Bibik.


"Baiklah bik. Terimakasih." ucap Mile.


"Den Mile mau kemana?" tanya Bibik.


"Ke kamar bik, mau istirahat." ucap Mile.


"Loh non Tiara bagaimana? Kasihan non Tiara kedinginan di sini." ucap Bibik. Mile mendekati Tiara. Bibik Ja pun ijin masuk ke dalam kamar nya.


"Tiara! Tiara bangun." ucap Mile membangun kan Tiara. Namun Tiara sama sekali tidak menjawab. Akhirnya Mile pun mengangkat badan istri nya ke kamar.

__ADS_1


Sampai di kamar Tiara tiba-tiba bangun karena mencium bau aneh itu lagi.


"Mile kamu mau bawa aku kemana? Aku mau id bawa kemana? aku gak mau tidur di sini,. kamar nya sangat bau!" ucap Tiara menutup hidung nya.


Mile menurunkan Tiara di atas kasur. Setelah itu dia mengambil pewangi ruangan itu mematikan nya dan menyimpan di dalam laci.


"Bau nya akan hilang sebentar lagi, jadi tunggu lah, jangan tidur di sofa ataupun di lantai, kalau terjadi kenapa-kenapa pada anak ku aku tidak Akan maafin kamu!" ucap Mile sambil membuat tempat tidur nya di Lantai.


Tiara pun merasa sudah tidak bau dia berbaring di kasur. Dia melirik ke bawah ternyata Mile sudah tidur.


"Mile!" Mile!" panggil Tiara.


"Ada apa lagi? Besok saya harus bekerja." ucap Mile.


"Aku pengen makan spaghetti." ucap Tiara. "Jangan mengatakan yang aneh-aneh, segera lah tidur." ucap Mile.


Tiara Menghela nafas panjang. Dia berbaring dengan benar, namun sama sekali dia tidak bisa tidur. Tidak beberapa lama bel rumah berbunyi, namun tidak ada yang membuka, Tiara terpaksa turun.


"Siapa sih malam-malam seperti ini malah datang ke sini." ucap Tiara. Dia melihat orang tersebut di balik gerbang.


"Ada apa yah Pak?" tanya Tiara.


"Ini pesenan Pak Mile," ucap bapak gojek itu dan segera pergi.


"apa ini?" Tiara penasaran dia mengintip sedikit dan ternyata isinya spaghetti yang Masih sangat hangat.


Tiara tersenyum dia langsung berlari ke kamar.


"Ini untuk aku kan? Aku Makan yah, terimakasih banyak." ucap Tiara sangat senang. Mile memesan melalui ponsel nya dan langsung membayar nya.


Saat mendengar Tiara berterima kasih dia langsung bisa tidur nyenyak, dia pasti paham kalau Tiara sedang mengidam.


Setelah selesai makan Tiara kembali tidur. "Oh iya aku pernah bermimpi melihat bulan yang cerah pada malam hari di pinggir Dermaga. Aku sangat ingin deh." ucap Tiara.


Dia berbicara sendiri karena dari dulu dia sangat suka melihat Bulan. Bahkan dia sudah membeli alat-alat yang lengkap agar bisa melihat lebih jelas.


Tidak beberapa lama akhirnya dia tertidur. Keesokan harinya Dia sangat mual dia langsung berlari ke kamar mandi. Mile juga terbangun, Tiara keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat sangat pucat.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Mile.

__ADS_1


"Humm. Hanya sedikit mual saja, maaf sudah membangun kan kamu." ucap Tiara karena melihat jam masih jam lima.


__ADS_2