
"Kenapa kamu pulang? Bukan kah kamu lebih memilih dengan Roy?" ucap Mile. "Kamu seperti anak kecil saja, kenapa kamu tidak pernah bersifat dewasa?" tanya Tiara.
Mile tertawa keras. Dia menatap wajah Tiara dengan tatapan tajam. "Apa kamu bilang? saya bersifat seperti anak kecil?" ucap Mile sambil mencekik leher Tiara.
"Justru kamu yang seperti anak kecil." ucap Mile menatap wajah Tiara.
"Saya sudah bilang berapa kali pada kamu agar menjauhi Roy, namun kamu sama sekali tidak mau mendengar kan nya!" ucap Mile.
Tiara mencoba melepaskan tangan Mile dari lehernya namun dia sama sekali tidak mempunyai tenaga.
"Aku mohon lepaskan aku!" ucap Tiara Dengan suara yang sangat berat sekali karena sangat sulit untuk berbicara. Mile baru sadar karena melihat wajah Tiara sudah merah.
Dia langsung melepas kan nya. Tiara terbatuk-batuk. Dia memegang Leher yang merah mencoba Untuk menormalkan nafas nya.
"Keluar dari sini! Saya akan lebih menyakiti kamu." ucap Mile.
"Aku tidak akan mau keluar, lebih baik aku yang kamu sakiti dari pada diri kamu sendiri." ucap Tiara.
Mile Menatap wajah istri nya yang sudah menangis. "Bukan kah Roy lebih penting pada kamu?" ucap Mile.
"Aku hanya membantu mengobati luka nya, itu semua perbuatan kamu, bagaimana kalau papah tau?" ucap Tiara.
"Lebih baik Papah tau." ucap Mile. Tiara Menghela nafas panjang. "Sadar Mile. Jangan pernah berfikir yang tidak-tidak. Ini hanya lah masalah sepele kenapa kamu begitu sangat ingin memperbesar kan masalah nya?" ucap Tiara.
"Karena Kamu! Ini semua karena kamu." ucap Mile.
Tiara diam. "Jangan pernah menunjukkan wajah mu lagi, saya tidak ingin melihat nya!" ucap Mile.
"Kamu yakin?" ucap Tiara. Mile menyadarkan kepala nya di dinding. "Keluar!" ucap Mile. "Baiklah kalau itu yang kamu mau." ucap Tiara.
Dia mencoba untuk berdiri namun dia tidak mempunyai tenaga untuk Berdiri, namun dia harus memaksakan badan nya.
"Aku harap tidak melihat aku kamu bisa lebih baik." ucap Tiara. Dia keluar dari ruangan itu. Mile melihat punggung Tiara yang keluar meninggalkan dia..
"Argh!!" Dia sangat marah sehingga menumbuk samsak tinju itu sangat keras sekali. Dia duduk karena sudah sangat lelah.
"Kenapa satu pun orang di dunia ini tidak ada yang mengerti ku?" ucap Mile.
__ADS_1
"Mah, mamah di Mana? Kenapa Mamah tidak datang untuk melihat ku?" ucap Mile.
"Duar...." Bunyi pintu yang di tendang sampai terbuka membuat Mile terkejut. Mile melihat ternyata itu adalah papah nya.
"Apa yang papah lakukan di sini malam hari?" tanya Mile berusaha untuk menormalkan suara nya.
"Buk!!.." bunyi tinjuan di perut Mile Membuat Mile langsung jatuh ke lantai karena dia juga sudah tidak mempunyai tenaga.
"Papah tidak mengajari kamu untuk bersifat buruk kepada adik kamu!" ucap Pak Daniel.
"Dia menghina Papah dan mamah. Aku tidak terima Pah." ucap Mile, namun pak Daniel langsung menarik baju kaus Mile dengan sangat kuat dan memberikan tinjauan di wajah nya lagi.
"Pria sungguh tidak mempunyai pendirian." ucap Pak Daniel mau menghajar wajah Mile namun tiba-tiba Tiara datang.
"Jangan Pah aku mohon. Jangan..." ucap Tiara menangis.
Pak Daniel menahan tangan nya. "Kenapa kamu membela pria seperti dia? Justru pria seperti ini tidak bisa di kasihani." ucap Pak Daniel.
"Aku mohon Pah jangan lakukan itu lagi." ucap Tiara. Pak Daniel menatap wajah Mile.
"Sekali lagi papah mendengar hal ini terjadi lagi, siap-siap lah menekam di rumah sakit." ucap Pak Daniel menendang badan Mile.
"Lain Kali jangan mendekati Mile ketika dia sedang marah." ucap pak Daniel. Karena melihat leher Tiara merah.
"Baik Pah." ucap Tiara.
"Kamu istirahat saja tidak perlu memperdulikan dia. Dia pantas mendapatkan hukuman yang seperti itu." ucap Pak Daniel.
Tiara menganguk sambil tersenyum. Setelah itu pun mertua nya pergi meninggalkan Tiara.
Tiara memeriksa Mile ke ruangan tadi sambil membawa kotak obat namun di sana sudah tidak ada Mile.
"Kemana Mile?" tanya Tiara pada Ken.
"Tuan Mile ada di kamar Non " jawab Ken. Tiara pun langsung ke kamar menyusul suami nya.
"Mile." ucap Tiara melihat Mile yang baru saja selesai mandi. Seluruh badan nya di penuhi dengan memar. Apalagi di bagian wajah nya sudah penuh dengan memar.
__ADS_1
"Obati dulu luka kamu." ucap Tiara memberikan kotak obat pada suami nya.
Mile menatap wajah Tiara. "Aku minta maaf tidak menuruti kata-kata kamu to pergi dari sini, aku tidak bisa karena aku sangat menghawatirkan kamu." ucap Tiara.
Mile duduk di pinggir kasur. "Aku bantu obati yah." ucap Tiara. Mile diam.
"Sssttt..." Mile merasa kesakitan ketika Tiara membersihkan Luka nya.
"Maaf-maaf." ucap Tiara. Setelah selesai dia pun membersihkan semua nya. "Sudah selesai." ucap Tiara.
Mile hanya tetap saja diam. Tiara keluar membawa kotak Obat itu.
Mile melihat Tiara keluar.
Di malam hari nya..
"Kemana dia? Kenapa belum masuk ke kamar?" ucap Mile, dia turun dari kasurnya pelan-pelan dan meninggalkan kamar itu.
Dia melihat tidak ada orang satu pun, dia keluar ke ruang tamu. Dia melihat Ternyata Tiara tidur di sofa. Dia menghela nafas panjang.
"Tiara.." panggil Mile. Tiara membuka mata nya dia melihat Mile sudah di depan nya. "Kenapa kamu tidur di sini? Kenapa tidak ke kamar?" tanya Mile.
"Aku tidak ingin mengganggu kamu, aku tidak tau mau kemana malam ini, kalau aku pulang ke rumah ayah sama Ibu Akan tau masalah ini aku tidak ingin itu." ucap Tiara.
"Maafin aku." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang. "Maafin saya." ucap Mile mau duduk di samping Tiara namun Tiara langsung menjauh dari nya.
Mile merasa kalau Tiara pasti ketakutan karena dia.
"Maaf kan saya sudah kasar pada kamu. Saya bukan bermaksud seperti itu, saya sangat emosi." ucap Mile.
Tiara berdiri. "Lebih baik kamu kembali ke kamar, aku ingin istirahat." ucap Tiara.
"Kamu tidur di kamar, saya tidak akan tidur di kamar." ucap Mile.
"Baik lah kalau begitu." ucap Tiara langsung meninggalkan Mile. Dia masuk ke kamar dan mengunci pintu. "Pokoknya kamu harus di hukum untuk beberapa hari." ucap Tiara.
"Kamu sendiri yang mencari Masalah dan penyakit untuk diri kamu sendiri." ucap Tiara. Dia berbaring di kasur dengan sangat santai.
__ADS_1
"Akhirnya aku bisa meluruskan Pinggang ku, aku sama sekali tidak bisa tidur nyenyak di sofa." batin Tiara.