Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 123


__ADS_3

"Aku mau meminjam nya mengurus kerjaan. Laptop ku tiba-tiba error." ucap Vandi. "Tante gak mau, kamu mempunyai banyak laptop, kamu pasti mau memakai yang aneh-aneh kan." ucap Tiara langsung meninggal Vandi.


Vandi Menghela nafas panjang.


"Ternyata suami istri sama-sama pelit." ucap Vandi, dia tersenyum dan setelah itu dia masuk ke kamar Lena untuk mengacau.


Tiara memilih untuk duduk di sofa. "Kenapa aku tiba-tiba pengen makan mie pedas yah? Padahal aku kan lagi hamil, bisa-bisa Mile Akan marah besar." ucap Tiara lagi.


Dia membuka ponsel nya ada pesan dari teman nya Kalau mereka Sedang menunggu Tiara di Cafe langganan mereka.


Tiara lagi-lagi menolak mereka karena emang tidak bisa.


Karena merasa bosan dia pun menelpon Alisa.


"Tiara nelpon? Ada apa yah?" tanya Alisa yang belum sampai di rumah nya.


"Halo Tiara, ada apa?" tanya Alisa.


"Kamu sibuk gak? aku mau kamu datang ke rumah." ucap Tiara.


"Aku baru saja di perjalanan mau pulang Tiara." ucap Alisa.


"Yahhh, aku merasa kesepian di rumah." ucap Tiara.


"Loh bukannya para Keponakan nya pak Mile sudah pulang?' tanya Alisa.


"Sudah sih, tapi mereka sibuk dengan pekerjaan mereka di kamar." ucap Tiara.


"Bagaimana kalau Besok aku ke rumah kamu? Soalnya besok Aku libur." ucap Alisa.


"Ya udah deh gak apa-apa. Kamu hati-hati yah pulang nya." ucap Tiara dia langsung memutuskan sambungan telepon.


Panggilan telepon mati Alisa juga sampai di rumah.


"Terimakasih banyak yah pak." ucap Alisa pada supir yang khusus mengantar jemput dia yang di berikan oleh Rafi.


Alisa masuk ke dalam apartemen nya. Dia langsung menukar baju nya setelah itu bersih-bersih sedikit karena kamar nya berantakan akibat Rafi.


Dia keluar membersihkan yang di luar juga. Namun dia melihat makanan yang di buat oleh nya untuk Rafi pagi tadi tidak di Makan sama sekali.


"Kenapa dia tidak memakannya? Biasanya dia selalu menuntut agar aku menyiapkan sarapan untuk nya." ucap Alisa.


Setelah selesai merapikan semua nya dia mau Masak seperti biasa. Sebelum Rafi pulang dia sudah harus selesai Masak.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian masakan nya sudah selesai, dia pun mandi agar lebih segar. "Kemana sih dia? Biasanya Sore sudah pulang." ucap Alisa sambil menoleh ke arah pintu yang.


Dia harus menunggu di sofa Setiap kali Rafi pulang bekerja dia harus ada di sana. Namun kali ini Alisa bahkan sudah mengantuk di ruang tamu namun Rafi tak kunjung datang.


Hari semakin larut Mile baru saja sampai di rumah nya, dia melihat rumah sudah sangat sepi. sebelum masuk ke dalam dia membuka Sepatu nya dan juga jas nya di ruang tamu.


"Aarhhh!! Sangat Lelah sekali." ucap nya meregang kan otot-otot nya.


"Tuan sudah pulang?" ucap Bibik Ja. Mile melihat Bibi ja tersenyum tipis.


"Akhirnya Bibik kembali juga ke sini. Semoga Betah ya." ucap Mile. Bibik Ja mengangguk.


"Tuan Mile mau kopi?" tanya Bibik.


"Terimakasih banyak Bik, namun saya sudah minum di luar bik." ucap Mile. "oohhh begitu yah tuan." ucap Bibik Ja..


"Bibik istirahat saja ini sudah tengah malam. Saya akan ke kamar." ucap Mile. Bibik Ja mengangguk. Mereka masuk ke kamar masing-masing. Mile masuk ke kamar nya.


Dia melihat istrinya sudah tidur di pinggir kasur seperti nya ketiduran sambil menunggu nya.


"kenapa dia tertidur seperti ini?" ucap Mile, dia mengambil ponsel Tiara menyimpan nya dan mengangkat istri nya ke tempat tidur agar lebih nyaman.


"Kamu sudah pulang?" ucap Tiara kebangun.


Tiara menggeleng kan kepala nya dia duduk.


"Ini sudah jam 12 malam kamu baru saja pulang?" tanya Tiara. "Di kantor sangat banyak pekerjaan." ucap Mile.


Tiara bangun.


"Sudah Makan? Apa kamu mau langsung mandi atau bagaimana?" tanya Tiara. "Saya sudah makan dari luar, saya akan mandi." ucap Mile. Tiara mau beranjak namun di tahan oleh Mile.


"Kamu lanjut tidur saja, saya bisa mencari baju sendiri." ucap Mile.


"Tapi aku mau ke kamar mandi." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang. dia melepaskan Tiara.


"Maaf saya berfikir kamu Akan membantu saya." ucap Mile.


Tiara tersenyum. Dia pun masuk ke dalam kamar mandi.


Mile terdiam sejenak namun pikiran setan terlintas di pikiran nya. Dia mengikuti Tiara ke dalam kamar mandi.


"Apa yang kamu lakukan Mile? Tunggu aku keluar dulu baru kamu bisa masuk." ucap Tiara. Mile memeluk Tiara.

__ADS_1


"Temanin saya mandi." ucap Mile. "Jangan ngaco deh, ini sudah tengah malam ini sudah sangat dingin." ucap Tiara.


Mile tersenyum.


"Saya hanya bercanda." ucap Mile tiba-tiba mencium pipi istri nya. Tiara tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu kamu Keluar gih, atau ku benar-benar mau membantu saya menggosok punggung?" tanya Mile.


Tiara Menggeleng kan kepala nya.


"Maaf yah pak Mile seperti nya saya tidak bisa." ucap nya


Dia pun langsung keluar, setelah itu Tiara langsung keluar.


Mile tersenyum sendiri dia pun langsung mandi, tidak beberapa lama dia selesai mandi. Dia keluar dari kamar mandi langsung melihat ke arah istri nya.


"Kamu belum tidur?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak bisa tidur lagi." ucap Tiara.


Mile melihat baju nya di atas kasur dia memakai nya.


Setelah selesai dia naik ke kasur dia berbaring di samping Tiara.


"Haii anak papah." ucap Mile mengelus perut Tiara dan juga mencium nya. "Saya sangat lelah namun saya tidak bisa tidur, apa kamu bisa membantu saya?" tanya Mile.


Tiara langsung membulat mata nya dengan sempurna. Wajah nya terlihat sangat panik.


"Kenapa kamu terlihat sangat panik seperti itu? Yang saya maksud, apa kamu Bisa membantu saya untuk tidur?" tanya Mile.


"Ma-maksud kamu membantu dengan cara itu kan?" ucap Tiara. Mile tertawa. "Pikiran kamu sungguh negatif sekali, yang saya maksud adalah sejenis bernyanyi atau memeluk saya." ucap Mile.


"Oohhh begitu yah. Ya udah deh aku bantu peluk saja, aku sama sekali tidak bisa menyanyi." ucap Tiara. Mile tersenyum dia malah membawa Tiara ke dalam pelukannya.


"Kamu Sangat menggemaskan sekali." ucap Mile.


"Kamu sengaja mengerjai Aku kan?" tanya Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya, saya tidak mengerjai kamu apapun." ucap Mile.


Tiara menatap wajah istri nya.


Tiara mencium bibir Mile karena dia juga menatap wajah nya. Mile langsung menahan Leher Tiara dan mencium bibir Tiara cukup Lama.


Baru saja Tiara mau menikmati ciuman suami nya, namun Mile langsung melepaskan nya.


"Saya sangat lelah, kamu juga harus tidur." ucap Mile.

__ADS_1


__ADS_2