
Dia berlari ke wastafel. Mile membangun mengosok punggung Tiara. "Apa kita perlu periksa kedokter? Wajah kamu terlihat sangat pucat." ucap Mile.
Tiara menggeleng kan kepala nya. "Tidak mungkin kita ke dokter setelah melakukan itu." ucap Tiara. Mile baru ingat. Mereka pasti akan sangat malu.
"Ya sudah kamu istirahat saja, nanti saya minta Bibik membawa kan sarapan untuk kamu." ucap Mile.
Mile turun ke bawah. Dia melihat Bili yang duduk di ruang tamu sendirian.
"Gua mau bicara sama loe!" ucap Mile. Bili menoleh ke Mile.
"Apa?" tanya Bili tetap fokus pada tab nya. Tiba-tiba Mile mengambil nya dan mematikan nya.
"Loe kan yang masukin obat kuat ke minuman gua?" ucap Mile. Bili tersenyum. "Loe kebiasaan deh." ucap Mile mendorong Mile.
"Kan gak ada salah nya Bro, lagian itu adalah cara memperkuat hubungan kalian." ucap Bili. Mile mengetuk kepala Bili.
"Tiara lagi hamil jangan bertingkah aneh-aneh. Loe tidak berubah, selalu saja jahil!" ucap Mile. Bili tertawa. "Sorry-sorry bro, lagian loe sendiri menatap gua seperti menatap musuh." ucap Bili.
"Loe duluan yang memancing gua marah, kenapa loe membahas mantan gua pada Tiara?" tanya Mile.
"Bukan gua, tapi istri Loe sendiri yang nanya." ucap Bili.
"Walaupun dia bertanya seharusnya kamu tidak perlu kasih tau." ucap Bili. "Sststt diam! Loe sudah menikah tapi belum tau intinya dari hubungan yang langgeng itu adalah kejujuran." ucap Bili.
"Gua tau Bili, tapi tidak harus membahas masa lalu. Loe tau sendiri Tiara lagi hamil, dia sangat sensitif dan setiap ada percakapan dia selalu membandingkan dengan mantan Ku." ucap Mile.
"Menurut ku biasa-biasa saja." ucap Bili. Mile menghela nafas panjang. "Gua gak mau loe membahas itu lagi pada Tiara! Awas aja Loe kalau tidak mau mendengar kan gua!" ucap Mile.
"Iyah-iyah deh. gua minta maaf, lagian itu perlu di bahas agar dia tau suami nya seperti apa." ucap Bili. Mile menghajar kepala Bili.
"Ampun-ampun." ucap Bili. "Awas aja loe yah!" ucap Mile.
"Iyah-iyah." ucap Bili. Mile mengembalikan Tab Bili.
"Hanya gua teman yang setia sama loe, namun loe seperti ini sama gua!" ucap Bili. "Jangan lebay." ucap Mile. Dia langsung meninggalkan Bili di ruang tamu.
__ADS_1
Bili tersenyum dia pun langsung mengikuti Mile ke meja makan.
"Bik nanti tolong antar kan makanan ke Atas yah." ucap Mile. "Non Tiara sakit lagi yah Den?" tanya Bibik ja.
"Loe seperti nya terlalu bersemangat sehingga istri Loe tidak bisa keluar." ucap Bili.
Mile memukul kepala Bili lagi. Mereka pun Makan sama-sama dengan keponakan nya.
"Oh iya hari ini kalian ikut Om bertemu klien yah." ucap Mile pada Keponakan nya.
"Loh kenapa Om? Pekerjaan kita di kantor." ucap Vandi.
"Kamu jangan banyak protes." ucap Mile, mereka pun meninggalkan meja makan. Yang tadi nya sangat ramai sekarang tinggal hanya Bibik Ja yang membersihkan semua nya.
Setelah selesai dia mengantar kan makanan dan Susu untuk Tiara.
"Permisi Non." Bibik Ja datang membuka pintu.
"Iyah Bik." jawab Tiara. Bibik Ja melihat Tiara yang tengah berbaring sambil membuka ponsel nya.
"Sarapan dulu bik." ucap Bibik Ja. Tiara pun bangun dia melihat Sarapan yang di bawa kan oleh Bibik Ja.
Tiara menganguk dia mengambil minum terlebih dahulu baru makan sarapan nya. "Apa yang Non rasakan sekarang? Kelihatan nya non Tiara Masih kesakitan?" tanya Bibik Ja.
"Enggak terlalu kok bik, aku hanya lemas saja." ucap Tiara.
"Apa Bibik perlu telpon dokter nya?" tanya Bibik. "Tidak perlu Bik." ucap Tiara.
"Oohh begitu yah Non." ucap Bibik Ja. Tidak beberapa lama telpon Tiara berdering. Dia melihat dan ternyata itu adalah mertua perempuan nya.
"Loh kenapa Mamah menelpon aku?" tanya Tiara.
"Jawab saja dulu non." jawab Bibik Ja. Tiara pun menjawab nya.
"Halo Mah." jawab Tiara. "Halo Tiara, bagaimana keadaan kamu?" tanya Bu Vina. "Alhamdulillah sudah baik kok mah." ucap Tiara.
__ADS_1
"Hari ini Mamah mau ngajakin kamu mencari pakaian." ucap Bu Vina.
"Loh untuk apa mah?" tanya Tiara.
"Suami kamu belum bilang kalau dua Minggu lagi acara ulang tahun perusahaan keluarga Minor?" tanya Bu Vina balik.
"Belum mah, aku juga baru tau dari Mamah." ucap Tiara. "Ya udah kalau begitu kamu siap-siap yah, Mamah akan datang jemput kamu." ucap Bu Vina.
"Maaf mah, bukan nya aku gak bisa, Tapi hari ini badan ku sangat lemas sekali. Kalau aku ikut mamah aku takut merepotkan Mamah. Besok aja yah mah." ucap Tiara.
"Oohh gak apa-apa kok. Santai saja." ucap Bu Vina. "Terimakasih mah." ucap Tiara.
Telepon pun langsung mati. "Bik memang nya acara apa sih? Dan kapan acara nya?" tanya Tiara.
"Acara itu acara ulang tahun berdiri nya perusahaan keluarga Minor non, sekitar dua Minggu lagi. Dan ini adalah acara besar semua keluarga penting di undang, orang-orang yang bersangkut paut pasti datang." ucap Bibik.
"Oohh gitu yah bik " ucap Tiara. "Iyah Non. Ya udah kalau begitu Bibik simpan dulu yah ini. selamat istirahat non." ucap Bibik Ja.
Tiara sudah selesai makan dia bersandar ke sandaran Kasur.
"Kenapa Mile gak ngasih tau aku sih?" batin Tiara. Dia menelpon suami nya namun tidak di jawab.
"Mungkin dia sedang sibuk." ucap Tiara. Dia kembali berbaring di kasur nya.
Di tempat lain Rafi duduk sendirian di salah satu taman, dia. seperti menunggu seseorang. Di Membuka ponsel nya seperti menelpon seseorang.
Namun tidak beberapa lama Enjel datang. "Haiii.. Sayang." ucap Enjel. Rafi membalas nya dengan senyuman.
"Kamu romantis banget sih ngajakin aku ketemuan di tempat seperti ini. Suasana nya romantis." ucap Enjel.
"Tumben-tumbenan banget sih kamu ngajakin aku ke tempat seperti ini." ucap Enjel. "Aku meminta kamu ke sini mau membicarakan sesuatu yang sangat penting." ucap Rafi.
"Penting? Masalah pertunangan yah? Maafin Keluarga aku yah, karena musibah akhirnya kita tidak jadi mengatur tanggal tunangan." ucap Enjel.
"Bukan mau mau membicarakan itu. Aku mau membicarakan tentang hubungan kita." ucap Rafi.
__ADS_1
Di tempat yang tidak jauh dari mereka ada Alisa yang tidak sengaja baru keluar dari Cafe Dekat sana, dia tidak sengaja melihat mobil Rafi.
"Lohh ini mobil Rafi kan?" ucap Alisa. Dia melihat ke sekeliling tidak ada Rafi, dia penasaran kemana Rafi dia melihat tidak jauh seperti Rafi dan setelah mendekati nya itu benar adalah Rafi.