Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 218


__ADS_3

Seketika dia menjadi sangat takut. Dia tidak bisa tenang. Dia tidak jadi merapikan barang-barang nya. Namun tiba-tiba Mamah Mertua nya menelpon.


"Halo mah." ucap Tiara.


"Mamah mau ikut muncak bersama Papah boleh kan?" ucap Bu Vina. "Boleh kok mah, semakin ramai tambah seru." ucap Tiara.


"Bagus deh kalau begitu Mamah sama papah Akan siap-siap." ucap Bu Vina. "Iyah mah." Panggilan pun langsung mati.


Di malam hari nya Tiara menunggu suaminya pulang. Akhirnya sampai juga. Namun yang aneh adalah Mile tidak seperti biasanya yang selalu tersenyum ketika pulang dan mencium kening istrinya.


Dia melewati Tiara dan langsung pergi ke kamar. Semua orang kebingungan karena Mile memasang wajah yang sangat dingin sekali.


"Ada apa dengan Om Mile?" tanya Vandi.


"Aku juga tidak tau." ucap Lena.


"Mungkin om Mile kecapean. Tidak perlu terlalu di ambil pusing." ucap Riska. "Ya udah Tante ke atas dulu yah." ucap Tiara menyusul suami nya masuk ke kamar.


"Kamu mau langsung mandi atau Makan?" tanya Tiara sambil membantu membuka kemeja suami nya.


"Saya sangat lelah, saya ingin istirahat." ucap Mile.


"Loh kamu gak Makan atau mandi dulu?" tanya Tiara. "Saya sudah makan di luar." ucap Mile.


"Oohhh ya udah deh." ucap Tiara. Mile langsung berbaring di kasur. Tania melihat Mile seperti nya ada masalah lebih baik diam dari pada membuat suami nya marah.


"Kalau begitu kamu istirahat yah." ucap Tiara. Mile diam dan langsung berbaring di kasur. Tiara duduk di pinggir kasur sambil main Handphone.


Karena dia juga jadi ngantuk Tiara ikutan tidur, dia meminta agar di peluk oleh suami nya namun Mile tidak menghiraukan nya dia membelakangi Istri nya.


Keesokan harinya..


Tiara bangun lebih awal untuk membereskan semua barang-barang nya, mereka semua sudah ada di dalam perjalanan Menuju bandara.


"Aku sangat senang sekali akhirnya aku bisa muncak." ucap Tiara pada suami nya yang duduk di samping nya.


Mile merespon Tiara dengan sang cuek. Namun Tiara tidak menghiraukan itu karena suami nya memang lah sudah seperti itu.


Setengah hari perjalanan akhirnya mereka sampai di puncak.

__ADS_1


Tiga hari liburan Pak Daniel meminta untuk pulang karena sudah lama mereka di sana. Tidak ada yang Keberatan karena mereka juga sudah puas.


Tiara yang merasa Mile sama sekali tidak bersemangat tidak menolak untuk pulang. Dia rasa tidak ada kebahagiaan karena Mile kebanyakan diam dan memilih untuk sendiri.


Tiara harus menahan semua nya pura-pura tidak terjadi apa-apa agar mertua dan keponakan suami nya tau.


Di hari ke empat mereka sampai di rumah. "Mamah sama papah langsung kembali ke rumah yah. Selamat beristirahat semua nya." ucap Bu Vina.


"Iyah Nek, Nenek juga hati-hati di Jalan yah." Ucap Vandi. Mereka semua masuk ke dalam rumah mengikuti Mile.


"Mile minum dulu." ucap Tiara membawakan kopi untuk suami nya.


Mile yang sedang duduk di sofa kamar itu menoleh ke arah kopi buatan istri nya.


"Terimakasih." ucap Mile. Tiara tersenyum sambil tersenyum.


Tiara duduk di samping suami nya.


"Sudah beberapa hari ini kamu selalu mendiam kan aku, kamu juga mengabaikan aku tidak berbicara sama sekali, apa aku melakukan kesalahan?" tanya Tiara.


Mile diam. Tiara Menghela nafas panjang. "Kalau ada sesuatu yang membuat kamu marah aku minta maaf." ucap Tiara.


Mile menatap Tiara. Melihat tatapan Mile takut karena tidak biasa nya Mile menatap dia seperti itu.


"Kalau kamu tidak mengatakan apapun aku tidak akan tau." ucap Tiara lagi. Mile berdiri.


"Apa yang terjadi di masa lalu? Apa yang sedang kamu sembunyikan dari saya?" tanya Mile.


"Ma-maksud kamu apa? Aku tidak menyembunyikan apapun dari kamu." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.


"Saya akan tidur di ruangan kerja saya, sebaiknya kamu istirahat." ucap Mile.


Tiara kebingungan dia melihat Mile yang pergi meninggalkan dia.


"Apa yang terjadi? Kenapa Mile tiba-tiba seperti ini?" batin Tiara.


Keesokan harinya Mile berangkat bekerja lebih awal Tampa pamit kepada istri nya. Itu membuat Tiara sangat sedih, dia ingin tau kesalahan apa yang membuat Suaminya tiba-tiba diam seperti itu.


Tiara memilih untuk mencari tahu nya sendiri. Dia mengikuti Mile ke kantor nya namun tiba-tiba ada yang menghentikan mobilnya.

__ADS_1


Tiara panik. "Ada apa ini?" tanya Tiara. Tiba-tiba dua pria keluar meminta Tiara membuka pintu mobil dengan paksa.


"Buka! Buka!" Tiba-tiba ada orang yang datang menghajar kedua pria itu. Tiara menutup mata nya karena sangat takut sekali.


"Rino!" ucap Tiara. "Bukan-bukan nama dia adalah kin." ucap Tiara.


"Pergi Kalian semua!" ucap Kin ketika berhasil tau Siapa yang menyuruh mereka.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Kin pada Tiara yang. "Aku baik-baik saja, Tapi kelihatan nya luka di wajah kamu sangat parah." ucap Tiara.


"Ini hanya luka biasa." ucap Kin. "Tunggu sebentar." ucap Tiara mengambil obat dari dalam mobil dan membawa ke pada Kin.


"Mereka adalah anak buah dari salah satu pengusaha yang mempunyai sakit hati kepada keluarga Minor." ucap Kin.


"Siapa itu?" tanya Tiara. "Kamu tidak akan tau siapa mereka." ucap Kin. Tiara Menghela nafas panjang.


"Satu-satunya musuh keluarga Minor adalah keluarga kamu." ucap Tiara.


Kin Menghela nafas panjang.


"Kamu mau kemana? Kenapa tidak ada bodyguard yang mengawal kamu?" tanya Kin.


Tiara menghela nafas panjang dia duduk di samping Kin.


Wajah nya tiba-tiba berubah menjadi sangat sedih karena mengingat suami nya.


"Apa kamu mau ke kantor suami kamu?" tanya Kin. Tiara menganguk. "Tapi sekarang aku sudah tidak ingin ke sana lagi." ucap Tiara.


"Loh kenapa?" tanya Kin.


"Aku takut akan membuat nya marah, aku baru saja setengah perjalanan sudah ada yang hampir membunuh ku." ucap Tiara.


"Untuk sekarang lebih baik kamu di rumah saja jangan keluar." ucap Kin. Tiara mengangguk.


"Tapi apa saya boleh tau kenapa kamu kelihatan nya sangat Sedih? Apa ada masalah?" tanya Kin.


Tiara menggeleng kan kepala nya. "Sebaiknya aku pulang saja." ucap Tiara. Tiara sedikit sulit untuk berdiri Kin langsung membantu nya.


"Terimakasih. Aku bisa sendiri." ucap Tiara. Kin hanya bisa menuruti. "Kamu yakin akan pulang sendiri?" tanya Kin.

__ADS_1


"Humm terimakasih banyak yah sudah mau membantu ku." ucap Tiara.


Dia masuk ke dalam mobil. "Huff ya Allah, apa yang membuat Mile berubah? Bahkan aku tidak memikirkan keselamatan ku karena ini." ucap Tiara.


__ADS_2