Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 25


__ADS_3

Gilang adalah teman Mile di Jakarta yang cukup dekat. Bahkan Gilang juga dekat dengan Papah Mile.


"Bagaimana kabar kamu?" tanya Mile pada Gilang.


"Seperti yang kamu lihat." ucap Gilang. Mile tersenyum melihat penampilan Gilang sekarang semakin kacau.


"Apa yang terjadi? kenapa kamu terlihat lebih kacau sekarang?" tanya Mile.


"Kekasih ku berselingkuh di belakang ku, bagaimana aku tidak kacau?" ucap Gilang. Mile tersenyum.


"Banyak wanita di Jakarta ini, kenapa kamu masih mengharap satu wanita itu." ucap Mile.


"Kamu tidak pernah mencintai wanita dengan sungguh-sungguh, kamu tidak pernah merasakan kebahagiaan dengan pendamping itu sebabnya kamu berbicara seperti itu. Kamu hanya fokus pada pendidikan, mencari uang sebanyak mungkin dan sekarang fokus bekerja. Hanya itu yang bisa kamu lakukan." ucap Gilang.


"Sorry-sorry, aku hanya bercanda." ucap Mile.


"Bawa aku ke tempat yang bisa melupakan masa lalu, aku sangat prustasi." ucap Gilang.


"Aku tidak mempunyai waktu." ucap Mile menolak mentah-mentah.


Gilang menghela nafas panjang.


"Aku sangat penasaran wanita seperti apa yang kamu nikahin, kenapa dia mau pada Pria dingin seperti kamu " ucap Gilang. "Kamu menikah karena di jodohkan tidak ada unsur cinta di dalam nya." ucap Mile.


Gilang tertawa.


"Humm sudah ku duga dari awal, karena tidak mungkin pria seperti kamu ini berselera melihat wanita di Jakarta ini, karena kebanyakan semua nya sudah hancur karena pergaulan." ucap Gilang.


Mile hanya diam saja.


"Ya sudah lah kalau begitu, aku mau ke atas dulu, salah satu staf kamu adalah gebetan ku." ucap Gilang.


"Ini jam kerja jangan mengganggu mereka." ucap Mile. Gilang menghela nafas panjang.


"Humm baik lah Tuan muda Mile." ucap Gilang.


Di Rumah Tiara baru saja selesai makan. Dia langsung ke kamar untuk meminum obat dan juga tidak lupa dengan susu.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan, bagaimana kalau Mile akhirnya tau aku Hamil." batin Tiara.


Di malam hari nya Mile baru saja pulang, melihat mobil Mile Tiara langsung keluar dia menyambut Mile dengan senyuman manis.


"Ini sudah jam sepuluh malam kenapa kamu baru pulang?" tanya Tiara membantu mile membawa jas dan tas kerja.


"Banyak pekerjaan di Kantor." hanya itu yang di jawab oleh Mile.


"Kamu pasti sangat lapar, aku sudah menyiapkan makanan untuk kamu." ucap Tiara. Mile mengikuti Tiara ke meja makan. Mile tipe pria yang lebih milih makan di rumah dari pada di luar.


"Kamu mau kopi?" tanya Tiara. Mile mengangguk. Tiara membuat kan Kopi dan memberikan nya pada Mile.


"Silahkan di minum, aku akan ke kamar menyiapkan air mandi dan juga pakaian ganti kamu." ucap Tiara langsung ke kamar meninggalkan Mile.


"Apa yang terjadi pada nya? Kenapa dia tiba-tiba mempunyai sifat yang manis?" batin Mile namun dia tidak perduli dia pun melanjutkan makan Nya.


Setelah selesai makan dia duduk di ruang tamu sambil membawa kopi nya, tidak beberapa lama dia merasa gerah, dia melonggar kan Dasi nya namun tetap saja masih sangat gerah dia pun ke kamar untuk mandi.


Sampai di kamar dia melihat Tiara duduk di pinggir kasur dengan piyama yang sangat seksi.


"Sudah Tiga hari kita menjadi suami istri, apa kamu tidak ingin melakukan itu dengan ku? Aku adalah istri mu." ucap Tiara mendekati Mile.


"Jangan mendekat!" ucap Mile. Namun Tiara tidak mau mendengar nya, dia terus merayu Mile sampai Mile tidak bisa menolak.


Badan nya terasa sangat panas, adik nya tiba-tiba bangun Tampa sebab, merasakan sentuhan Tiara membuat nya tidak tahan lagi.


Dia tiba-tiba mendorong Tiara ke kasur.


"Saya Akan mengambil hak saya." ucap Mile dia langsung mencium bibir Tiara dengan sangat ganas, badan nya semakin panas dia membuka pakaian nya.


Dia juga Membuka pakai Tiara. Mile tidak lagi bisa menahan hasrat nya dia menghabiskan membuka pakaian yang menutupi tubuh Tiara.


"Lakukan apa yang mau kamu lakukan, karena aku adalah milik mu." ucap Tiara. Mile mulai turun ke leher Tiara dia mencium nya.


Tangan nya mulai meremas buah dada Tiara yang masih sangat kencang, Mile sangat menyukai nya sehingga menghisap nya.


Tiba-tiba Tiara mengingat di kejadian malam itu, semenjak Mile menyentuh nya dia tidak bisa melupakan kejadian itu dia selalu mengingat sehingga membuat Air mata nya keluar.

__ADS_1


Mile sudah puas di dada Tiara dia turun ke perut Tiara.


Dia mengelus perut halus rata Mili Tiara dia juga mencium nya cukup lama. Entah mengapa Tiara ingin Mile melakukan itu lebih lama.


Entah karena Tiara selalu mengasari perut nya tiap kali memegang perut nya dia merasa tidak nyaman namun ketika seseorang mengelus nya lembut itu sangat nyaman.


Mile pun sampai pada titik utama nya. Tiara sudah basah habis. Saat Mile memasuk kan milik nya pada Tiara. Tiara tidak berhenti mengeluarkan air mata nya walaupun dia menahan rasa sakit yang luar biasa.


Dia mengingat saat membuat kopi dia memberikan Mile. Obat perangsang dia juga meminum nya karena dia memang sama sekali tidak mempunyai hasrat untuk melakukan nya dengan Mile.


Mile bermain cukup kasar sehingga Tiara terbaring lemas.


Keesokan harinya Tasya bangun kesiangan lagi, lagi-lagi dia tidak melihat Mile tidur di samping nya. Mengingat kejadian tadi malam membuat nya sangat sedih.


"Maafkan aku, aku terpaksa harus melakukan ini." ucap Tiara. Namun tiba-tiba perut nya mual dia memaksakan turun dari ranjang berlari ke kamar mandi walaupun ************ nya begitu sakit sekali.


"Ya ampun kenapa semakin parah sekarang, baru beberapa hari namun aku sudah terlihat kurus tidak bisa makan." batin Tiara.


Dia Tiba-tiba ingin memakan Pizza namun dia malu untuk memesan nys karena pasti Bibik tau, kalau Bibik bertanya dia harus Jawab apa.


Akhirnya dia menanggung kelaparan di Kamar.


"Tok!! Tok!!" Bibik Ja masuk.


"Non Tiara, den Mile meminta saya mengantar kan makanan ke atas kalau non Tiara tidak mau turun. Silahkan di makan yah non." ucap Bibik.


"Apa dia masih di bawah?" tanya Tiara.


"Sudah berangkat ke kantor Non, dia memesan seperti itu pada saya pagi tadi."' ucap Bibik.


"Terimakasih Bik, kalau begitu Bibik Keluar saja, saya tidak mau di ganggu hari ini." ucap Tiara.


"Baik Non, kalau begitu Bibik Keluar dulu yah " Bibik Ja pun keluar. Tiara melihat menu makanan yang sangat pedas membuat nya sama sekali tidak berselera.


"Aku harus makan apa?" batin Tasya.


"Aku saja bingung mau Makan apa , karena semua yang aku Makan keluar." batin Tiara.

__ADS_1


__ADS_2