
"Aku sangat membenci pria yang tidak mengerti perasaan wanita nya. Walaupun itu suami atau kakak ku sendiri aku sangat membenci hal itu!" ucap Tiara.
"Kak Rafi melakukan itu karena Enjel sakit, kalau tidak terjadi apa-apa mungkin dia tidak akan bersama Enjel." ucap Mile.
"Huff kamu sama saja, Laki-laki memang sama saja. Kamu mengerti gak sih sekarang ini Alisa sedang bimbang dia takut itu sebab nya dia ingin terus bersama kak Rafi, namun kak Rafi malah pergi menemani wanita lain." ucap Tiara.
Mile bingung harus menjelaskan apa lagi. "Lebih baik kita cari makan dulu yah sebelum pulang. Kamu pasti lapar." ucap Mile pada Tiara.
"Aku tidak lapar, aku mau pulang saja." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.
"Baiklah kalau begitu kita pulang." ucap Mile.
Rafi masuk ke ruangan Enjel. "Sebaiknya aku melihat keadaan Alisa dulu." ucap Rafi. Dia mau pergi namun melihat Enjel tidur dia tidak tega membangun kan nya.
Rafi menunggu cukup lama baru akhir Enjel bangun. "Akhirnya kamu bangun juga, aku mau pamit untuk pulang yah." ucap Rafi.
"Kamu mau kemana?" tanya Enjel. "Aku harus bekerja, ini sudah sangat telat sekali." ucap Rafi.
"Kamu adalah bos nya, tidak masalah kalau kamu datang telat." ucap Enjel. Rafi menghela nafas panjang.
"Keadaan kamu bagaimana?" tanya Rafi.
"Humm sudah lebih baik sih, hanya saja kepala ku tiba-tiba sangat pusing." ucap Enjel. "Huff bagaimana ini?" batin Rafi. Di tidak tega meninggalkan Enjel yang masih kelihatan sangat pucat.
"Ini adalah hari terakhir aku di sini." ucap Rafi. Enjel tersenyum. "Ya sudah kalau begitu kamu lanjut istirahat saja!" ucap Rafi.
Enjel menganguk. Di kediaman Bu Rosa dan juga Pak Yuda.
"Apa Ayah yakin akan melakukan itu pada Rafi?" tanya Bu Rosa datang sambil membawa kopi hangat untuk suami nya.
"Dia sudah berani membantah ayah, dia. sudah membuat keluarga kita malu." ucap Pak Yuda.
"Tunggu Ayah, jangan gegabah seperti itu, kita bisa berjuang lagi agar Rafi mau menikah dengan Enjel." ucap Bu Rosa.
"Enjel cantik, baik, kaya dan juga pandai masak, dia juga sangat sopan berasal dari keluarga yang baik-baik, tidak mungkin kita membiarkan mereka begitu saja." ucap Bu Rosa.
__ADS_1
"Nama baik kita harus tetap baik sama seperti Tiara yang menikah dengan putra keluarga Minor. Sama seperti Enjel adalah anak satu-satunya, penerus keluarga nya." ucap Bu Rosa.
"Karena ini kita pasti akan mendapatkan nama baik yang sudah di akui oleh setiap orang." ucap Bu Rosa lagi.
"Kamu benar juga. Ya sudah Ayah tidak jadi mengambil semua nya." ucap Pak Yuda.
Bu Rosa tersenyum.
"Kamu gak berangkat kerja?" tanya Tiara pada Mile yang duduk di samping nya sambil mengelus perut Tiara.
Mile Menggeleng kan kepalanya.
"Loh kenapa?" tanya Tiara. Mile tersenyum tipis menatap wajah istri nya. "Perut ku sudah panas dari tadi kamu usap, lepaskan aku yakin bayi nya juga sudah kesal." ucap Tiara.
Mile menghela nafas panjang. "Jangan mencoba untuk melarang saya dekat-dekat dengan anak saya!" ucap Mile meminta Tiara lebih dekat duduk dengan nya.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. "Kok rumah sepi yah?" tanya Tiara.
"Bibik Ja sakit sehingga dia memilih pulang dulu ke rumah keluarga nya, sementara Lena dan yang lainnya seperti nya sudah berangkat bekerja." ucap Mile.
"Itu artinya hanya kita berdua di sini?" tanya Tiara. Mile mengangguk. "Apa ada yang salah?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak Akan melakukan nya, kamu tidak perlu khawatir. Mau bagaimana pun saya harus menahan hawa nafsu saya." ucap Mile.
"Bagus deh kalau begitu." ucap Tiara.
"Humm baru saja sampai di rumah perut ku sudah terasa sangat lapar." ucap Tiara.
"Kalau begitu saya akan Masak. Kamu mau di Masakin apa?" tanya Tiara.
"Humm kali ini aku yang akan masak, aku sudah lama tidak masak setelah pulang dari Paris." ucap Tiara. "Tapi keadaan kamu kurang baik." ucap Mile.
"Kan kamu ada yang Jagain aku." ucap Tiara. Mile melihat istrinya masuk ke dapur dia hanya bisa tersenyum.
Dia mengikuti istri nya masuk ke dapur.
__ADS_1
Mereka bukan hanya memasak namun menjadi kan dapur tempat romantis. Mile tidak berhenti mengganggu istri nya yang sangat fokus Masak.
"Tiara!" ucap Mile. Tiara langsung menoleh ke kanan dan ternyata suami nya mengerjai nya dengan tepung. Tiara merasa kesal dia balas dendam.
Mile menahan tangan Tiara dan langsung mencium bibir nya.
"Permisi Tuan." Tiba-tiba bodyguard datang membuat mereka berdua langsung diam dan gugup.
"Saya minta maaf. Tapi saya hanya ingin memberi kan laporan." ucap Megi.
"Laporan apa?" tanya Mile yang terlihat sudah sangat kesal sekali.
"Bu Alisa sudah pulang ke rumah nya." ucap Megi.
"Hanya itu saha?" ucap Mile..Megi menganguk.
"Terimakasih. Kamu bisa keluar." ucap Tiara. Megi meminta maaf sekali lagi dan langsung keluar.
"Kamu kenapa memasang wajah galak seperti itu? Aku yang meminta Megi datang untuk mengabari kalau Alisa sudah pulang." ucap Tiara.
Mile menghela nafas panjang. "Sudah tidak perlu cemberut lagi." ucap Tiara mencium bibir Mile dengan lembut. Mile kembali tersenyum.
"Aku pikir kamu sudah mau romantis di depan orang lain, namun kamu Masih malu-malu." ucap Tiara. "Saya tidak percaya diri." ucap Mile. Tiara menatap wajah Mile.
"Kenapa kamu tidak percaya diri?" tanya Tiara.
"Saya tidak ingin membuat orang lain bergosip tentang saya atau pasangan saya yang membuat saya dan pasangan saya tidak nyaman." ucap Mile.
Tiara tersenyum. "Kamu terlalu banyak memikirkan tentang orang lain sih! Aku sendiri bodoh amat, karena aku sama sekali tidak mengganggu mereka." ucap Tiara.
Mile memeluk istrinya dari belakang.
"Apa Kamu tidak malu berjalan bersama saya di keramaian?" ucap Mile. "Kenapa aku harus malu?" tanya Tiara.
"Saya Pria yang sangat dingin, semua orang akan sangat takut melihat mimik wajah saya. Dan saya juga jauh terlihat tua dari pada kamu." ucap Mile.
__ADS_1
"Kamu salah besar kalau berbicara seperti itu. Suami ku adalah orang paling tertampan. Wajah dingin seperti ini aku sangat suka ketika kamu mengunakan nya di luar, namun ketika bersama ku kamu harus tersenyum dan kamu tidak tua sama sekali karena aku tau perawatan kamu pasti sangat mahal." ucap Tiara.
Mile memajukan bibirnya karena ledekan istri nya. Tiara tertawa melihat wajah suaminya. "Aku hanya bercanda, sudah mau menjadi papah saja masih sering cemberut." ucap Tiara.