Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 45


__ADS_3

Di sore hari Tiara berjalan-jalan di luar gerbang sama Bibik. Karena kebetulan di depan sangat rindang.


"Non mau Es Cendol?" tanya Bibik.


"Es Cendol? Apa itu Bik?" tanya Tiara. Bibik menunjuk ke arah Mamang yang jualan gerobak dorong berjalan ke arah mereka.


"Mang sini." panggil Bibik Ja.


Penjual Es pun datang. "Dua yah Mang." ucap Bibik. "Aku gak usah bik." ucap Tiara.


"Ini enak kok non, cobain deh." ucap Bibik.


Tiara mencoba nya namun tetap saja dia kurang suka.


Akhirnya Bibik membeli Aqua putih untuk Tiara.


"Bik di sini ada taman yang dekat gak? Tiba-tiba aku ingin ke taman." ucap Tiara.


"Ada non, tapi tidak mungkin kita kesana sekarang." ucap Bibik. Tiara melirik ke arah bodyguard yang mengikuti mereka dari tadi.


"Kenapa sih bik mereka selalu mengikuti kita kemana Saja?" tanya Tiara. "Ini demi keselamatan kita Non." ucap Bibik.


Sudah cukup lama di luar mereka pun masuk ke dalam rumah, kebetulan juga Suami dan keponakan suami nya pulang.


Mobil Hitam berhenti tepat di depan Tiara, dan dua mobil mewah berhenti di kiri kanan mobil itu. Mile Keluar dari mobil nya bersama Pak Daniel dan Vandi Keluar dengan Tita sementara Riksa bersama dengan Lena.


"Kamu dari mana?" tanya Mile.


"Tadi Non Tiara Bosan di rumah saja Den, jadi Keluar berjalan-jalan di depan." ucap Bibik Ja.


Mereka pun masuk ke dalam.


Tiara Heran tumben-tumbenan Pak Daniel ikut ke rumah nya, namun sepertinya mereka mau bekerja, dia pun membantu Bibik untuk membuat teh.


."Silahkan di minum teh nya." ucap Tiara pada Lena.


"Terimakasih Tante, kebetulan aku sangat haus." ucap Lena. Mile langsung menatap Lena, dia pun diam karena semua orang lagi fokus bekerja.


Tiara Takut menganggu akhirnya dia pun ke kamar untuk mandi. Setelah selesai mandi dia memasang skincare di tubuh nya.


Mile masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Mau mandi?" ucap Tiara langsung memberikan handuk. Mile terdiam sejenak.


"Saya mau keluar malam ini. Jangan bergadang dan tidur lah dengan cepat." ucap Mile. Tiara menurun kan tangan nya.


"Mau pergi lagi?" tanya Tiara. Mile mengangguk.


"Siap kan pakaian saya untuk saya bawa, karena saya tidak pulang." ucap Mile.


Tiara langsung membuka lemari dia mengambil pakaian Mile dan memasukkan nya ke dalam paper bag.


Mile memerhatikan kalau Tiara tidak seperti biasanya. Dia bahkan tidak melawan perkataan nya lagi. Dia mengingat semalam kalau dia berkata kasar pada Tiara.


"Ini." ucap Tiara memberikan paper bag itu pada Mile.


"Saya permisi." ucap Mile. Tiara mengangguk. Mile Keluar dari kamar itu, namun dia tidak langsung pergi dia berdiri di depan pintu cukup lama.


"Kenapa aku ingin dia bertanya aku akan kemana? Tapi dia sama sekali tidak perduli." batin Mile. Dia akhirnya meninggal Tiara dia pergi dengan Vano.


"Sudah siap nak?" tanya pak Daniel. Mile mengangguk. Diam-diam Tiara mengintip lewat jendela.


"Kenapa tiba-tiba perasaan ku gak enak yah? Sebenarnya Mile mau kemana yah? Atau jangan-jangan dia mau bertemu dengan orang yang selama ini jadi musuh nya?" ucap Tiara.


Tiba-tiba dia langsung keluar. Dia berlari keluar membuat Bibik terkejut.


Mile turun. Dia melihat Tiara yang depan pintu sudah ngos-ngosan karena berlari. Dia mendekati Mile.


"Kamu mau kemana?" tanya Tiara.


Mile meminta pak Daniel untuk masuk lagi.


"Saya ada kerjaan di rumah Utama, saya akan segera pulang kalau sudah selesai." ucap Mile.


"Aku tiba-tiba berfirasat buruk, aku ingin kamu jangan pergi." ucap Tiara. "Kenapa?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Aku mohon jangan pergi, aku berfikir sesuatu yang buruk akan terjadi." ucap Tiara. "Itu hanya firasat kamu saja, acara yang akan di langsung kan malam ini adalah pelelangan Berlian, saya tidak bisa melewat kan ini." ucap Mile.


Tiara diam. "Saya akan pergi, kamu masuk lah pastikan untuk menutup pintu." ucap Mile dia pun langsung masuk ke dalam mobil.


"Mile! Mile! Jangan pergi aku bilang." ucap Tiara mengejar Mobil Mile namun percuma saja. Riska dan Tita keluar.


"Sudah Tan, Om Mile akan baik-baik saja. ini adalah acara yang biasa di lakukan tiap tahun, kalau Om Mile tidak datang banyak musuh yang mengira dia penakut." ucap Riska.

__ADS_1


Mereka membantu Tiara masuk ke dalam.


Sudah tidak terasa tengah malam Tiara tak kunjung bisa tidur. Dia berharap ada notifikasi balasan dari Mile namun tidak ada sampai sekarang.


Perasaan nya semakin tidak tenang. Dia memutuskan untuk menelpon namun ternyata tidak di jawab.


Namun mata nya sudah mengantuk. akhirnya dia tidur. Tiba-tiba kamar nya ada yang mengetuk.


"Tok!!! Tok!! Tok!!" Bunyi ketukan pintu membuat Tiara terkejut. Dia langsung membuka pintu.


"Ada apa Riska?" tanya Tiara.


"Om Mile, Om Mile sekarang berada di rumah sakit." ucap Riska. Tiara kaget ternyata kecemasan nya sudah terjadi.


Mereka pun langsung berangkat ke rumah sakit di pagi hari.


Setelah sampai di sana ternyata sudah ada mertua nya di sana.


"Bagaimana keadaan om Mile Kek?" tanya Vandi pada Kakek nya. "Masih koma Vandi, Sekarang kita hanya bisa berdoa." ucap pak Daniel.


Bun Vina mendekati Tiara.


"Kamu yang sabar yah, jangan khawatir, suami kamu pasti baik-baik saja." ucap buk Vina. Tiara hanya diam saja.


Karena sudah semakin siang, Mile pun tidak bisa di lihat ke dalam mereka semua memutuskan untuk pulang.


"Tiara kamu gak pulang?" tanya Buk Vina.


"Aku di sini saja mah, sampai dokter nya keluar." ucap Tiara.


"Baiklah kalau begitu, kami tidak bisa lama-lama di sini karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal Kan." ucap buk Vina.


Tiara mengangguk. Tidak beberapa lama Dokter Keluar setelah mereka pergi tinggal hanya Tiara dengan bodyguard nya.


"Bagaimana keadaan Mile Dok?" tanya Tiara.


"Pasien cukup kuat dia bisa melewati masa kritis nya begitu cepat, namun pasien belum sadar, kami akan segera memindahkan ke ruangan rawat inap." ucap Dokter.


Tiara menunggu Mile di pindahkan, setelah sudah di pindahkan dan di ijinkan masuk dia masuk. Dia melihat Tembakan pistol di bagian perut nya.


Tiara mendekati Mile dengan sangat takut. Dia tidak berani untuk menyentuh nya dia hanya bisa menunggu Mile bangun.

__ADS_1


Namun karena kurang tidur dia ketiduran saat menunggu Mile bangun. Dia memegang Tangan Mile dan akhirnya tidur.


Mile terbangun dia mulai sadar mulai mengoyang kan jari nya. Dia membukakan mata nya perlahan dan melihat Tiara yang tidur di tangan nya..


__ADS_2