
Mile menghela nafas panjang melihat istrinya. "Baiklah kalau kamu belum mau pulang kita bisa menginap satu malam di sini." ucap Mile.
"Aku tidak ingin kamu ke sini, aku mau sendiri di sini." ucap Tiara.
"Saya tidak bisa meninggal kan kamu sendirian di sini, saya pastikan kamu akan pergi lagi dan tidak akan di rumah." ucap Mile.
Tiara menatap wajah Mile.
"Aku mohon kasih aku waktu dulu, aku ingin sendiri." ucap Tiara. Mile duduk di sofa dan berbaring.
Tiara Tidak tau harus ngomong apa lagi dia pun membiarkan Mile tidur.
Tiara juga berbaring di kasur namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar.
"Tiara ini kakak." ucap Rafi. Mile pun membuka pintu untuk kakak ipar nya.
"Tiara kakak mau membicarakan soal Alisa." ucap Rafi namun ternyata yang membuka pintu adalah Mile.
"Tiara nya ada?" tanya Rafi. "Ada, silahkan masuk." ucap Mile. Tiara bangun melihat kakak nya.
"Kakak mau ngapain?" tanya Tiara. "Kakak mau membicarakan soal Alisa." ucap Rafi.
"Kalau begitu saya akan keluar." ucap Mile ketika Tiara menatap Mile dengan tatapan yang sangat melas.
"Huff kamu kenapa begitu pada suami kamu Tiara? Tidak baik seperti itu, Kalian sudah sepasang suami istri seharusnya saling menyanyangi." ucap Rafi.
"Aku tidak mau membahas itu, Sekarang kakak mau bahas Alisa kan?" ucap Tiara. Rafi mengangguk.
"Semenjak Alisa bekerja dia sama sekali tidak mau merespon kakak dan juga tidak menghargai kakak." ucap Rafi.
Tiara menghela nafas panjang.
"Dia bukan nya tidak menghargai atau tidak mau merespon hanya saja dia tidak mau kejadian yang sebelumnya terjadi lagi, tidak jarang juga pacar kakak mengirimkan pesan yang tidak baik pada nya." ucap Tiara.
Rafi terdiam. "Bantuin kakak dong bagaimana menyelesaikan masalah ini? Kakak sama sekali tidak mempunyai perasaan dengan pilih Ayah sama ibu." ucap Rafi.
"Masalah kita sama Kak, aku juga tidak mencintai Mile tapi mau bagaimana lagi, dari pada Ayah sama ibu membenci kita dan marah pada kita, kita harus rela jadi korban kesuksesan mereka." ucap Tiara.
Rafi menunduk kan kepala nya.
"Kakak yang sabar saja, kita tidak bisa melakukan apapun, kakak masih mempunyai waktu untuk menghindar sementara aku sudah di Ikat." ucap Tiara mengelus punggung Rafi.
__ADS_1
Rafi terlihat sangat prustasi dia bingung mau melakukan apa lagi.
Cukup lama berbincang-bincang mereka di kamar, sementara Mile memilih untuk menyusul Ayah mertua dan Ibu mertua nya.
Sedikit canggung namun dia tidak mungkin, tidak mendekati Mertua nya.
Di malam hari nya mereka semua berkumpul untuk makan malam.
"Tiara kenapa kamu tidak makan nasi sama sekali? Bagaimana badan dan janin kamu sehat kalau tidak makan Nasi." ucap Pak Yuda.
Semua mata tertuju pada Tiara yang hanya Makan lauk saja.
"Aku tidak bisa memakannya karena tidak enak." ucap Tiara. Namun tiba-tiba Ayah nya meminta ibunya untuk membuat nasi ke piring Tiara.
"Kamu harus makan nasi, jangan memanjakan tubuh kamu seperti itu." ucap pak Yuda.
"Dan kamu juga harus memerhatikan makanan istri kamu saat sedang hamil Nak, agar anak kamu cerdas dan juga sehat." ucap Pak Yuda pada Mile.
Mile menatap Tiara yang hanya bisa diam ketika ayah nya berbicara. "Iyah Ayah." ucap Mile.
Tiara di paksa untuk menghabiskan nasi ke piring nya.
Setelah selesai makan malam Tiara langsung ke kamar. Mile. kebingungan mau menyusul atau tidak.
Sampai di kamar dia melihat Tiara ke kamar mandi.
"Uwekk-uwekk.." dia tidak berhenti mengeluarkan nasi yang di dalam perut nya.
Mile membantu mengelus punggung Tiara. Sudah keluar semua nya Tiara terduduk lemas di lantai kamar mandi itu. Wajah nya benar-benar sangat pucat dan Mata nya merah.
Mile membantu Tiara berdiri namun Tiara menepis tangan Mile.
"Jangan perduli kan aku! Kamu sudah tau aku tidak bisa makan Nasi kenapa kamu tidak mengatakan mya pada ibu dan Ayah?" ucap Tiara marah, dia merasa mile tidak perduli pada nya.
"Saya bingung harus melakukan apa, dia adalah orang tua kamu saya tidak ada hak untuk berbicara apapun." ucap Mile.
"Sekarang kepala ku sangat pusing. Ini semua karena kamu." ucap Tiara mendorong Mile, namun Mile mengendong Tiara langsung ke luar kamar mandi.
"Minum obat ini agar tidak mual dan tidak pusing." ucap Mile memberikan obat. Tiara meminum nya.
"Bagaimana masih pusing?" tanya Mile. Tiara mengangguk.
__ADS_1
"Kamu istirahat lah." ucap Mile. Tiara memejamkan mata nya.
Mile melihat Tiara sudah Tidur akhirnya dia tidur di sofa. Namun tiba-tiba tengah malam dia terbangun karena melihat Tiara gelisah tidur di tempat duduk.
"Kenapa dia?" batin Mile dia mendekati Tiara.
"Tiara! Tiara!" panggil Mile. Tiara membuka mata nya.
"Kenapa kamu gelisah? Perut kamu sakit?" tanya Mile. Tiara mengangguk sambil memegang perut nya.
"Aku sangat lapar." ucap Tiara. "Bagaimana kalau kita memesan makanan saja?" tanya Mile.
"Ibu sama ayah akan tau, mereka akan marah pada ku." ucap Tiara.
"Kamu jangan khawatir. Kamu mau makan apa?" tanya Mile.
"CFC sama pizza." ucap Tiara dengan semangat.
Mile mengambil ponsel nya dan memesan.
Tidak beberapa lama akhirnya datang. "Jangan sampai ibu sama ayah tau, kalau mereka tau kamu harus tanggung jawab." ucap Tiara pada suami nya.
Mile hanya bisa mengangguk. dia pun keluar.
"Huff dia Kalau ada Ibu dan Ayah dia sangat perduli pada ku, sementara kalau di rumah dia akan bekerja selama 24 jam." ucap Tiara.
Tidak beberapa lama dia menunggu di kamar namun mile kunjung kembali.
"Dia kemana? Kenapa belum datang juga? Apa jangan-jangan ayah tau?" batin Tiara khawatir.
Namun tiba-tiba pintu terbuka, Mile masuk mengendap-endap agar tidak ketahuan. Tiara melihat makanan yang di bawa suami nya membuat nya semakin lapar.
"Nih cepat lah makan." ucap Mile. "Wahh banyak sekali, terimakasih yah, aku akan menghabis kan ini." ucap Tiara sambil tersenyum.
Mile melihat Tiara Begitu lahap makan ayam membuat nya tersenyum tipis. "Kamu mau? ini sangat banyak Makan lah, aku sudah tidak Marah lagi karena kamu sudah baik." ucap Tiara.
Mile menggeleng kan kepala nya.
"Kamu Makan lah dulu." ucap Mile.
Namun tiba-tiba Sophia menjulurkan ayam ke mulut Suami nya. "Aku minta maaf sudah marah-marah tidak jelas." ucap Tiara. Mile terdiam dia terpaku sejenak kerena bahasa Tiara yang lembut masuk ke telinga nya.
__ADS_1
"Kalau kamu maafin makan ini, kalau tidak aku Akan mengambil nya lagi." ucap Tiara. Namun tiba-tiba Mile mengigit daging itu dari Suapan Tiara.
Tiara terus. Selanjutnya dia pun menyuapi Mile.