Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 252


__ADS_3

"Ibu tidak mau tau, kamu harus memutuskan hubungan dengan tuan Kin, setelah itu kamu tinggal di luar." ucap Ibu nya.


"Aku mohon Bu jangan lakukan itu. Aku ingin bersama Tuan Kin." ucap Sisi.


"Jangan keras kepala! Anak pembantu tetap lah anak pembantu, kamu hanya di jadikan pemuas nafsu Tuan Kin, dia akan malu mempunyai pasangan seperti kamu." ucap Ibu nya.


Sisi menangis mendengar ucap ibu nya, ibu nya saja tidak mendukung hubungan nya.


Keesokan harinya..


"Selamat pagi Bu." ucap Kin pada Ibu nya sisi.


"Pagi Tuan." jawab Ibu Sisi. Kin ke meja makan berharap bisa melihat Sisi karena di kamar tidak ada.


"Sisi mana Bu? Apa dia sudah pergi ke kampus?" tanya kin.


"Sebelumnya saya mau minta maaf pada Tuan. Saya melakukan ini demi kebaikan tuan." ucap ibu Sisi.


"Maksud nya apa yah Bu?" tanya Kin.


"Saya meminta Sisi untuk menjauhi Tuan, saya tidak ingin dia menganggu ketenangan Tuan. Saya tau putri saya salah sudah menggoda tuan." ucap Ibu Sisi.


Mendengar itu Kin sangat emosi sekali. "Apa ini mengusir Sisi dari rumah ini?" tanya Kin.


"Saya meminta nya untuk tinggal di luar." ucap ibu nya Sisi.


Kin menghela nafas panjang.


"Mungkin Ibu berfikir saya kepada Sisi hanya sekedar hiburan bukan?" ucap Kin.


"Apa Tuan tidak malu memiliki pasangan dari Anak pembantu Tuan sendiri?" tanya Ibu nya Sisi. Kin menggeleng kan kepala nya.


"Sisi wanita yang baik, saya mencintai dia dengan tulus. Saya tidak memanfaatkan dia atau di memanfaatkan saya. Dia juga tidak menggoda saya." ucap Kin.


Ibu nya Sisi mendengar itu langsung terdiam dia sangat merasa bersalah sudah memarahi anaknya.


"Suatu saat nanti ada masalah atau hujatan itu adalah urusan saya. Tidak akan ada efek nya kepada ibu, saya akan melindungi ibu dan juga Sisi." ucap Kin.


"Saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya sendiri." ucap Kin. "Tapi Tuan kami hanya orang biasa, Sisi juga Masih sangat muda. Pemikiran dan sifat nya seperti anak kecil, dia Masih sibuk bergaul dengan teman-teman nya. Dia tidak Akan bisa mengurus Tuan." ucap Ibunya Sisi.

__ADS_1


"Saya memilih Sisi karena sudah tau latar belakang nya, sudah tau sifat dan kepribadian nya Bu, saya siap menerima apa adanya dia. Saya tau dia baik dia pantas untuk saya. Saya mencari istri bukan pelayan yang bisa melayani saya." ucap Kin.


Bu Sisi yang mendengar itu sangat terharu sekali sampai air mata nya keluar, dia tidak pernah berfikir kalau Sisi di cintai oleh orang seperti bos nya Itu.


"Saya yakin ada orang yang mencoba menjelek-jelekkan Sisi." ucap Kin dia keluar dan mengumpulkan semua orang.


"Saya tau kalau semua kalian sudah tau hubungan saya dengan Sisi. Saya tidak ingin kalian mengikut campuri urusan saya!" ucap Kin.


"Yang mencoba Menjelek-jelekkan Sisi ayo ngaku." ucap Kin. Beberapa perempuan maju, mereka pun langsung di pecat.


Kin meminta Ibu nya Sisi berhenti menjadi pelayan dan menjadi calon mertua di sana namun ibu nya Sisi tidak mau, dia sudah nyaman melayani Kin.


Kin tidak ingin membuat Calon mertua nya tidak nyaman akhirnya dia membiarkan saja.


"Semua nya harus memperlakukan Sisi mau pun Ibu nya dengan baik. Bagaimana kalian memperlakukan saya!" ucap Kin.


Semua nya menginyakan dan tidak beberapa lama bubar.


"Saya akan menjemput Sisi Bu." ucap Kin.


"Sekali lagi maafin saya Tuan." ucap Ibu nya Sisi. Kin memeluk nya.


Dia menunggu sekitar setengah jam baru Sisi keluar.


"Sisi!" panggil Kin. Sisi menoleh ke arah Kin.


"Kakak kok bisa di sini?" tanya Sisi.


"Saya sudah tau semua nya." ucap Kin. Sisi terdiam.


"Kamu jangan khawatir semua nya sudah selesai, kamu pulang ke rumah lagi Yah." ucap Kin. Sisi Menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak ingin pulang ke rumah lagi kak, aku takut mengecewakan Ibu." ucap Sisi.


"Kamu jangan khawatir, saya sudah berbicara dengan Ibu kamu." ucap Kin.


Sisi memeluk Kin. "Aku takut.. Mereka membuat ku ragu dengan hubungan yang begitu berat ini." ucap Sisi.


"Kamu jangan ragu kepada saya, saya sungguh-sungguh mencintai kamu." ucap Kin.

__ADS_1


Sisi menangis di pelukan Kin. "Apa benar kakak hanya menjadi kan aku pelampiasan?" tanya Sisi.


"Sssttt!! Kamu jangan berbicara seperti itu. Kalau saya mengatakan nya kamu tidak akan percaya, kamu harus lihat sendiri." ucap Kin.


"Sudah jangan menangis malu di lihatin orang. Ayo berbicara di dalam mobil." ucap Kin. Sisi Menganguk.


Mereka duduk di dalam mobil. "Sudah jangan menangis lagi." ucap Kin. Sisi menatap wajah Kin.


"Kalau kamu tidak percaya kepada saya, saya akan melamar kamu dan menikahi kamu." ucap Kin. Sisi menatap Kin.


"Maksud ku bukan seperti itu kak." ucap sisi.


"Tapi saya serius. Saya ingin menikahi kamu dan memiliki anak dari kamu." ucap Kin. Sisi terdiam sejenak.


"Kalau kamu ingin pembuktian dari saya, terima saya." ucap Kin.


"Bagaimana dengan ibu? Bagaimana dengan tanggapan orang lain?" tanya Sisi. "Saya tidak perduli tanggapan orang lain, saya yang akan menjalani nya. Dan masalah ibu kamu. dia hanya terhasut oleh orang-orang yang Iri kepada kamu. Dia justru sangat beruntung memiliki menantu yang ganteng dan penyayang seperti saya." ucap Kin.


Sisi tersenyum. "Nah gini kan cantik." ucap Kin. Sisi memeluknya Kin.


"Aku minta maaf sudah berniat untuk mengakhiri hubungan ini." ucap Sisi. Kin tersenyum.


"Kamu segala bagi saya. Saya juga ingin kamu sayang kepada Tian, dan memberikan saya anak karena saya ingin mengendong anak lebih lama." ucap Kin.


Sisi tersenyum. "Tapi tidak mungkin aku putus kuliah Kak." ucap Sisi. "Tidak ada yang meminta kamu untuk berhenti kuliah. Menjadi istri dan Ibu waktu kuliah itu adalah hal yang biasa." ucap Kin.


Sisi tersenyum. "Baiklah kak." ucap Sisi.


"Baiklah? Apa kamu menerima lamaran saya?" tanya Kin. Sisi Menganguk.


"Kamu mau menikah dengan saya?" tanya Kin. Sisi Menganguk. Kin terlihat sangat gembira sekali.


Mereka langsung pulang mengabari Ibu nya Sisi. Ibu nya Sisi kaget kalau Besok Kin dan Sisi bertunangan.


Awalnya dia ragu namun Kin Terus menyakinkan nya.


Kin juga Mengabari keluarga nya. Mereka kaget mendengar itu, namun mereka juga senang kalau Kin menikah itu artinya ada penerus keluarga besar mereka.


Tidak mempermasalahkan wanita pendidikan tinggi, anak orang kaya atau orang biasa, mereka semua setuju.

__ADS_1


__ADS_2