Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 168


__ADS_3

"Saya bekerja tidak memegang ponsel saya Tiara. Mengerti saya Tiara. Saya sudah mengakui saya salah. Saya sangat mengkhawatirkan kamu." ucap Mile.


"Huff aku tidak percaya." ucap Tiara. Mile memegang tangan Tiara dan mencium nya. "Saya tau kamu pasti sangat marah di saat seperti ini saya tidak ada. Namun saya tidak melakukan nya dengan sengaja." ucap Mile.


Tiara tetap ngambek dia tidak mau melihat wajah Mile.


"Kamu mau kan memaafkan saya?" tanya Mile duduk di samping tempat tidur.


"Kau sangat kesal kepada kamu, pokoknya aku gak mau maafin kamu, titik!" ucap Tiara.


"Aku gak mau ngomong sama kamu." ucap Tiara lagi. Mile meletakkan tangan nya di perut Tiara.


"Yakin kamu Masih mau marah sama saya?" tanya Mile. Dia mengelus perut Tiara mencium nya. "Papah sudah bilang beberapa kali sama kamu agar tidak nakal, jangan membuat mamah sakit. Lihat nih mamah jadi tidur di rumah sakit." ucap Mile.


"Ruangan ini sangat bau Obat, kamu dan Mamah kamu hanya nyaman dengan bau minyak kayu putih saja." ucap Mile.


"Jangan memarahinya." ucap Tiara. Mile menatap Tiara. "Kamu sudah tidak marah lagi? kamu sudah berbicara dengan saya." ucap Mile.


"Aku tetap marah!" ucap Tiara. Mile tersenyum.


"Saya akan menemani kamu tidur. Kamu tutup mata dan tidur." ucap Mile.


Dia meletakkan kepalanya di samping tempat tidur dia duduk di atas kursi.


Hanya beberapa saat saja Mile sudah tidak berbicara bahkan tidak bergerak lagi. Tiara yang tidak bisa tidur tiba-tiba mau ke kantor mandi.


Mau membangun kan Mile namun dia tidak tega karena Mile sudah nyenyak tidur sambil menggenggam tangan nya. Dia bergerak mau turun namun Mile terbangun.


"Kamu mau kemana? Kamu boleh marah pada saya tapi jangan pergi, kamu belum sembuh." ucap Mile.


"Aku hanya mau ke kamar mandi." ucap Tiara. Mile terdiam sejenak.


"Mari saya bantu." ucap Mile. Mile mengantarkan ke kamar mandi tidak beberapa lama kembali. "Kamu bisa pulang saja kalau kamu sangat lelah, istirahat di sini tidak nyaman." ucap Tiara.

__ADS_1


Mile menggeleng kan kepala nya. "Kalau begitu kamu bisa tidur di sini sama aku." ucap Tiara. Mile langsung naik ke atas tempat tidur.


"Sini." ucap Mile dia memeluk Tiara. Dan akhirnya mereka berdua tidur di kasur yang kecil namun cukup untuk badan mereka berdua.


Sebelum lanjut tidur Mile mencium kening istrinya. "Jangan marah-marah lagi yah." ucap Mile. dia memeluk istrinya dengan erat.


Tiara tersenyum. Hati nya sudah tenang karena Suami nya sudah datang.


Keesokan harinya...


"Minun dulu teh nya Pah." ucap Bu Vina pada pak Daniel. Dia datang membawa satu gelas Teh. "Terimakasih!" jawab Daniel.


"Sekarang papah mau ke rumah sakit lagi?" tanya Bu Vina.


"Mamah saja yang ke rumah sakit melihat Tiara. Karena orang tua nya nanti datang. Papah ada kerjaan yang tidak bisa di lewat kan Siang ini." ucap pak Daniel.


"Oohh begitu pah, ya udah gak apa-apa kok." ucap Bu Vina.


"Roy mana? Ini sudah jam berapa kenapa dia tidak turun?" tanya pak Daniel.


"Bagaimana keadaan kamu sekarang? sudah bisa bekerja kan?" tanya Pak Daniel.


"Sudah kok Pah. makasih sudah ngasih aku ijin untuk istirahat." ucap Roy.


"Mile benar-benar sangat keterlaluan. Bisa-bisa nya Adik nya sendiri di perlakukan seperti ini." ucap Bu Vina. Roy dan Pak Daniel hanya diam saja.


"Kalau seandainya mamah melihat ini, Mamah akan menghukum dia lagi. Anak Mamah babak belur karena dia." ucap Bu Vina.


"Sudah lah Mah tidak perlu membahas itu." ucap Roy. Mereka minum Teh sama-sama.


"Oh iya bagaimana keadaan Tiara Mah? Apa dia sudah baikan?" tanya Roy. Pak Daniel dan Bu Vina langsung menatap Roy.


"Apa ada yang salah dengan pertanyaan ku? Aku hanya mengkhawatirkan Ponakan ku." ucap Roy. "Kamu sudah bertanya ini beberapa kali papah dengar, papah yang mendengar nya saja sudah muak!" ucap Pak Daniel.

__ADS_1


Roy terdiam. "Sudah jangan membahas itu lagi. Papah harus segera berangkat." ucap Bu Vina. Dia memberi kan Tas suami nya dan mengantar kan nya ke depan.


Setelah Suaminya pergi Bu Vina menyusul anak nya di dalam.


"Sudah berapa kali mamah bilang jangan pernah membahas Tiara di depan papah kamu. Kalau dia marah sama kamu bagaimana?" ucap Bu Vina.


"Aku hanya ingin tau keadaan Tiara Mah." ucap Roy. "Lain kali jangan di depan papah." ucap Bu Vina. Roy mengerti dan dia menganguk.


"Keadaan Tiara sudah membaik, sekarang mungkin sudah lebih baik lagi. Kamu tidak perlu khawatir sudah ada suami nya di sana." ucap Bu Vina.


"Mamah mau ke sana kan? Aku mau nitip sesuatu." ucap Roy.


"Mau nitip apa?" tanya Bu Vina. Roy masuk ke kamar nya dan tidak beberapa lama kembali membawa paper bag kecil yang sudah di klip agar orang lain tidak tau apa isinya.


"Ini apa?" tanya Bu Vina. "Ini untuk Tiara, aku tidak bisa mengantar kan nya langsung." ucap Roy. "Oohhh ya udah nanti mamah sampai kan pada nya." ucap Bu Vina.


Sudah waktunya Roy berangkat bekerja. "Aku pergi bekerja dulu yah mah." ucap Roy. "Iyah nak, hati-hati yah." ucap Bu Vina. Roy Menganguk dia pun meninggalkan Mamah nya di dalam.


Baru saja keluar dia sudah di tunggu oleh mobil baru nya. "Wahhhh.. Bagus banget nih mobil. Bikin tambah semangat bekerja saja." ucap Roy.


Dia masuk ke dalam. "Memiliki mobil seperti ini kalau masih single tidak cocok seharusnya mempunyai pasangan. Tiara pasti sangat cocok duduk di kursi penumpang di sebelah ku." ucap Roy sambil tersenyum.


Dia menghidupkan mesin mobil nya dan segera meninggalkan rumah itu. Kali ini dia tidak dengan supir lagi berangkat ke kantor nya.


Di rumah sakit Mile sedang menyuapi istri nya Makan. "Assalamualaikum." Bibik tiba-tiba datang.


"Walaikumsalam bik." jawab Tiara.


"Non Tiara sedang sarapan?" ucap Bibik. Tiara tersenyum. "Udah gak ngambek lagi yah Non?" ucap Bibik Ja sambil tersenyum.


."Bibik jangan membahas itu, dia bisa saja menarik telinga saya tiba-tiba." ucap Mile.


Bibik Ja tersenyum "Aku tidak sejahat itu." ucap Tiara. Mereka tertawa. "Humm seperti nya gembira sekali, ada apa ini?" tiba-tiba Bu Vina mendengar dan masuk ke dalam.

__ADS_1


"Mamah di sini? kenapa Mamah gak bilang mau ke sini?" tanya Tiara. Bu Vina duduk di samping tempat tidur Tiara.


"Orang tua kamu mau ke sini, jadi mamah gak enak kalau mereka duluan sampai." ucap Bu Vina.


__ADS_2