Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 108


__ADS_3

"Karena orang yang Saya cinta sudah saya anggap belahan jiwa." ucap Mile. Tiara tersenyum.


"Nah gini kan tambah cantik. Saya minta maaf sudah membuat kamu Kesal." ucap Mile.


Tiara Tersipu malu. Dia langsung memeluk suaminya..


"Apa.kamu tidak ada niat untuk meminta maaf?" tanya Mile.


"Aku tidak salah." ucap Tiara.


"kalau kamu tidak minta maaf saya akan menghukum kamu." ucap Mile.


"Aku menerima apa saja hukuman nya. Aku pasrah." ucap Tiara.


Mereka bertatapan. Kedua nya jadi tersipu malu.


"Saya hanya bercanda saja." ucap Mile.


"Aku sudah tau kamu tidak akan berani menghukum ku." ucap Tiara. Mile diam.


"Kata nya mau nonton film horor, apa tidak ada jadi?" tanya Mile. "Belum di mulai flim nya, sebentar lagi." ucap Tiara.


"Oohh." ucap Mile.


"Oh iya aku membeli ini untuk kamu tadi. Cobalah." ucap Tiara. Mile mengambilnya paper bag itu.


"Ternyata kamu Masih mengingat saya." ucap Mile.


"Ingat dong. Karena uang yang aku pakai adalah milik suami ku." ucap Tiara.


Mile melihat ternyata isinya adalah Kemeja warna Hitam.


"Besok aku mau ngajak kamu nonton di bioskop. Aku sudah membeli tiket nya. Kamu harus pakai Kemeja ini." ucap Tiara.


"Saya tidak suka kemeja hitam." ucap Mile. Tiara menghela nafas panjang.


"Kamu harus pakai dulu. Kamu pasti sangat tampan memakai nya." ucap Tiara. Mile akhirnya pasrah.


"Baiklah-baiklah kalau seperti itu." ucap Mile. Tiara tersenyum.


"Film apa yang akan kita tonton besok?" tanya Mile.


"Ada deh, pokoknya ini romantis banget, biar kamu gak kaku sekali." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang.


Film pun di mulai. baru saja di mulai Tiara sudah bersembunyi di ketiak suami nya. Mile melihat nya hanya senyum-senyum saja.


Tiara menonton namun sangat gaduh sekali. Dia tidak bisa diam karena melihat film yang sangat menyeramkan sekali.


Mile hanya bisa diam dan pasrah apa saja yang di lakukan oleh istri nya pada nya.

__ADS_1


Tiba-tiba Tiara berbaring di paha suami nya.


"Apa yang kamu lakukan Tiara?" tanya Mile.


"Aku tidak melakukan apapun, aku merasa lelah untuk duduk, Apa aku salah berbaring di paha suami sendiri?" tanya Tiara.


"Ga-Gak kok, lanjut nonton saja." ucap Mile. Sebenarnya dia sudah sangat gugup. Dia tidak bisa fokus lagi ke film. Tidak beberapa lama film selesai.


"Huff akhirnya film nya selesai juga, aku sangat Lelah aku mau tidur dulu." ucap Tiara dia langsung meninggalkan Mile ke ruang tamu.


"Ti-Tiara? Apa kamu tidak ingin melakukan sesuatu sebelum tidur?" tanya Mile. Tiara berhenti dia menoleh ke arah suami nya.


"Melakukan apa?" tanya Tiara.


"Apa kamu sedang lupa?" tanya Mile. Tiara Menggeleng kan kepala nya.


"Kau ngantuk aku mau tidur Duluan, Nanti jangan lupa matikan TV, lampu nya jangan karena sangat seram." ucap Tiara dia pun pergi.


Mile menghela nafas panjang.


"Huff jangan tegang sekarang. Huff Tiara sama sekali tidak bertanggung jawab." ucap Mile.


Dia Menonton sendiri an di luar namun dia tidak bisa fokus, akhirnya dia ke kamar. Dia melihat Tiara tidur di kasur begitu nyeyak.


"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku mengatakan nya saja? nanti dia akan berfikir aku hanya menginginkan badan nya saja." ucap Mile.


Dia naik ke kasur perlahan.


Sampai akhirnya Mile tidur sendirian.


Keesokan harinya Mile bangun kesiangan. Dia melihat sudah jam Sembilan pagi.


"Selamat pagi." ucap Tiara. Dia baru saja selesai mandi.


"Pagi." ucap Mile.


"Sudah tiga bulan kita bersama baru kali ini aku melihat kamu bangun sesiang ini, apa kamu terlalu kelelahan?" ucap Tiara.


Mile mengingat tadi malam dia tidak bisa tidur, akhirnya dia membeli obat tidur agar bisa cepat tidur.


"Sudah lupakan saja. Aku baru aja selesai mencuci Beberapa pakaian di kamar mandi, aku minta bantuan kamu untuk menjemur nya. Kalau kita memakai jasa Cuci kain di sini tidak akan bersih, aku takut aku tidak nyaman itu sebab nya aku mencuci." ucap Tiara.


"Kamu mencuci sendiri?" ucap Mile panik. "Humm. Butuh waktu lama karena baru kali ini aku mencuci pakaian sebanyak itu mengunakan tangan." ucap Tiara.


"Saya sudah bilang tidak perlu melakukan itu!" ucap Mile.


"Aku tidak melihat pakaian kamu yang besih, Kepulangan kita di undur dua hari lagi." ucap Tiara.


"Baiklah kalau begitu saya akan meminta ijin dulu untuk menjemur pakaian." ucap Mile. Tiara mengangguk.

__ADS_1


Setelah selesai langsung ke meja makan yah." ucap Tiara.


Mile menatap Tiara Deng kebingungan..


"Aku sudah Masak sarapan." ucap Tiara.


"Sarapan?" ucap Mile. Tiara Mengangguk dia langsung keluar.


"Huff Apa lagi yang terjadi nanti? Apa masakan nya Akan terasa asin lagi?" tanya Mile. Namun dia harus segera menyiapkan perintah istri nya.


Dia melihat pakaian yang sangat banyak.


"Dia tidak perlu melakukan ini. Tapi mau bagaimana lagi keputusan nya tidak bisa di tentang." ucap Mile.


Tidak beberapa lama dia pun ke Meja makan. Dia melihat makanan yang di Masak oleh istri nya.


"Kamu membeli makanan?" tanya Mile.


"No.. Aku memasak Nya sendiri. Duduk dan coba lah." ucap Tiara.


Mile sedikit ragu dia duduk dan istri nya menyendok kan sup ke mangkuk nya.


Mile mencicipi nya. Dengan sedikit takut dia pun menutup mata nya namun setelah masuk ke dalam mulutnya dia menoleh ke arah Tiara.


"Bagaimana enak?" tanya Tiara. "Ini jauh lebih baik dari yang Kemarin." ucap Mile. Tiara tersenyum.


"Coba dulu deh sambal ini." ucap Tiara.


"Saya tidak percaya kamu memasak ini. Kamu membeli nya kan?" ucap Mile.


"Percaya atau tidak aku tidak perduli. Yang penting aku sudah berhasil untuk masak sarapan pagi untuk suami ku." ucap Tiara.


Mile melihat ekspresi Tiara dia jadi percaya. Dia jadi penasaran bagaimana istri nya bisa masak itu semua.


"Kalau ada yang kurang kasih tau aku yah, aku bisa memperbaiki nya lagi nanti." ucap Tiara. Mile pun mengajari Tiara dengan lembut.


Tiara justru sangat salut pengetahuan Mile tentang masakan.


"Hari ini jadi Nonton?" tanya Mile pada Tiara yang menyimpan piring kotor ke dapur.


"Jadi Dong, nanti jam 12 Siang." ucap Tiara.


"Oohh baiklah. saya akan bekerja sebentar." ucap Mile. Tiara mengangguk.


"Tiara." ucap Mile. Tiara menoleh ke arah Mile.


"Kamu pasti lelah. Bagaimana dengan kandungan kamu? Maafin saya sudah membuat kamu kerepotan." ucap Mile.


Tiara tersenyum.

__ADS_1


"Kamu tidak boleh terlalu memanjakan Aku. aku kuat kok. Nih buktinya aku bisa melakukan semua nya." ucap Tiara.


__ADS_2