Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 134


__ADS_3

"Gak apa-apa bik, waktu liburan kemarin Mile masak dan masakan nya sangat enak sekali aku bahkan mengidamkan itu sekarang." ucap Tiara. Bibik Ja tersenyum.


"Bibik pernah mendengar kalau wanita lain yang di Masak kan oleh Tuan Mile itu Artinya dia sangat penting sekali di hidup nya." ucap Bibik Ja.


Tiara terdiam sambil mengingat di mana Tiara pertama kali Mile masak untuk dia.


"Tuan Mile sebelum nya sudah pernah Masak untuk non Tiara itu artinya Tuan Mile sangat mencintai non Tiara." ucap Bibik. Tiara tidak berhenti tersenyum.


"Bibik pernah dengar sebelumnya kalau Mile mempunyai mantan?" tanya Tiara.


"Mantan Tuan Mile setau saya hanya dua Non. Namun saya tidak tau seperti apa mereka, saya hanya tau dua dari salah satu teman nya yang bernama Bili Non. Itu adalah teman baik Tuan Mile." ucap Bibik Ja.


"Bili?" ucap Tiara mengingat teman Mile yang Paris waktu itu.


"Apa Non tau?" tanya Bibik Ja.


"Aku tau Bik, sebelumnya aku pernah bertemu dengan nya waktu liburan dengan Mile." ucap Tiara.


"Orang nya cukup berbeda sekali dengan tuan Mile yang sangat dingin dan juga galak. Den Bili itu cukup keren sih menurut Bibik karena dia tahan berteman dengan pria seperti Tuan Mile." ucap Bibik.


Tiara tersenyum.


"Tapi Bibik yakin di balik sifat nya itu pasti sama non Tiara lembut dan sangat manja." ucap Bibik. Tiara tertawa kecil. Dia mengingat tiap malam kalau tidak di peluk atau tidak boleh dia menyentuh Tiara dia pasti akan cemberut.


Terkadang suasana hati Tiara sangat cepat berubah karena sedang hamil.


"Akhirnya kue nya jadi Non. Ayo cobain dulu non." ucap Bibik.


Tiara langsung mencoba nya.


"Humm enak banget bik." ucap Tiara. Bibik tersenyum.


Mereka sangat asyik Makan namun tiba-tiba bel rumah berbunyi.


"Siapa yang datang bik? Bukan nya Mile sudah melarang security menerima tamu?" tanya Tiara.


"Apa non Tiara tidak mengundang seseorang untuk datang?" tanya Bibik. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Ya udah non kalau begitu Bibik buka dulu yah, non tunggu di sini saja." ucap Bibik.


Bibik melihat dulu dari CCTV. Dan ternyata itu adalah Bu Vina.


"Non itu adalah Bu Vina " ucap Bibik. Tiara langsung berjalan ke pintu dan membuka pintu.


"Mamah." ucap Tiara mau memeluk Mertua nya itu namun di tahan oleh Bu Vina.

__ADS_1


"Eitss jangan di peluk dulu, Mamah habis belanja dari luar kamu sedang hamil , harus menjaga kesehatan kebersihan juga." ucap Bu Vina.


Tiara tersenyum.


"Mamah bawa Apa saja ini? Kenapa sangat banyak sekali." ucap Tiara.


"Mamah tau kalau Mile pergi keluar untuk bekerja, jadi mamah ke sini untuk membawa ini semua karena pasti Kamu tidak bisa keluar penjagaan di rumah ini terlalu ketat." ucap Bu Vina.


"Mamah baik banget sih " ucap Sophia.


Bu Vina tersenyum.


"mamah cuci tangan dulu. Bik tolong cuciin ini semua dan tolong di kupas juga untuk Tiara." ucap Bu Vina. Bibik mengangguk.


Tidak beberapa lama Bu Vina kembali ke ruang tamu.


"Bagaimana suka gak buah yang mamah bawain?" tanya Bu Vina.


"suka banget mah, makasih Yah mah." ucap Tiara.


"Oh iya kalau kamu bosan di sini datang saja ke rumah Mamah. Mamah Sama Papah tidak keberatan kok." ucap Bu Vina.


"Iyah Mah. Lagian aku juga gak Bosan kok di sini." ucap Tiara.


"Kamu sudah Makan Siang belum?" tanya Bu Vina pada Tiara.


"Belum Mah. Dari tadi di sini duduk sama mamah." ucap Tiara. "Oh iya yah. Bagaimana kalau kita Makan di luar?" tanya Bu Vina.


"Makan di luar? Aku sedang di larang oleh Mile keluar Mah. di luar terlalu bahaya untuk aku." ucap Tiara.


"Gak apa-apa, kamu jangan khawatir kan ada pengawal juga." ucap Bu Vina.


"Tapi mah aku juga lagi tidak Mood untuk makan di luar." ucap Tiara.


"Oohh ya udah deh kalau gitu kita makan di sini saja, mamah pesan dulu makanan nya dari luar." ucap Bu Vina. Tiara hanya bisa menginyakan.


Setelah selesai Makan Bu Vina pamit pulang.


"Mamah pamit pulang yah, Mamah sudah di suruh pulang Sama Papah kamu." ucap Bu Vina.


"Iyah mah, makasih yah sudah mau datang menjenguk ku." ucap Tiara.


"Sama-sama cantik. Semoga kamu sehat selalu yah, kalau mau datang ke sana kabarin Mamah dulu." ucap Bu Vina mencium pipi Tiara.


"Oke mah." ucap Tiara.

__ADS_1


"Bik Titip Tiara yah." ucap bu Vina. Bibik Ja hanya bisa mengangguk.


Setelah Bu Vina Bibik langsung mengunci pintu rumah.


"Bibik kenapa sih kelihatan nya tidak senang kalau mamah Vina datang ke sini?" tanya Tiara.


"Enggak kok bik." ucap Bibik.


"Bibik tidak bisa berbohong, dari tadi Bibik tidak ada senyum-senyum nya, bahkan aku tau kalau Bibik sedang memantau mamah dari dapur." ucap Tiara.


Bibik Ja terdiam.


"Lain Kali jangan seperti itu yah bik, itu membuat Tamu merasa tidak nyaman. Lagian niat mamah ke sini baik kok, dia juga selalu baik pada ku " ucap Tiara.


"Sangat berbeda Jauh dengan ibu kandung ku sendiri. Semenjak aku menikah mereka sibuk dengan urusan masing-masing tidak pernah perduli aku baik-baik aja kah di sini atau tidak." ucap Tiara.


Bibik ja duduk di lantai dekat Tiara.


"Maafin saya non," ucap Bibik Ja.


"aku tidak Marah bik, hanya saja aku tidak ingin Bibik di benci atau dimarahin sama mamah kalau sampai ketahuan." ucap Tiara.


Bibik Ja mengangguk.


"Ya udah Bibik jangan sedih lagi, aku juga tidak Marah. Bibik sudah makan siang?" tanya Tiara.


"Belum non, saya sudah Masak untuk makan siang namun Ibu malah memesan makanan dari luar." ucap Bibik Ja.


"Sebenarnya Bik tadi aku tidak berselera makan, aku hanya makan sedikit saja, apa aku masih boleh Makan sup buatan Bibik?" tanya Tiara.


"Boleh dong non, saya akan menyiapkan nya non." ucap Bibik dengan semangat.


Tiara tersenyum dia langsung mengikuti Bibik ke dapur.


"Ayo kita Makan sama-sama Bik." ucap Tiara.


"Non makan saja duluan, nanti saja makan di dapur." ucap Bibik Ja.


Tiara menghela nafas panjang.


"Sekarang di rumah ini aku adalah bos nya Bibik. Jadi aku meminta untuk makan sama-sama ayo makan sama-sama." ucap Tiara.


"Tapi non, saya tidak pantas Makan bersama majikan di Meja Makan yang mewah ini, bagaimana kalau saya grogi dan merusak semua nya." ucap Tiara.


Tiara tertawa. Dia langsung mengambil kan Nasi untuk Bibik Ja. "Kita semua sama bik, ayo Makan." ucap Tiara.

__ADS_1


__ADS_2