
Tiara langsung tidur setelah sampai di kamar, pinggang nya terasa sangat sakit Sekali.
Keesokan harinya Lena mengetuk pintu kamar Tiara.
"Selamat pagi Tante." sapa Lena. Tiara Masih berusaha mengumpulkan nyawa nya sambil mengucek mata nya.
"Pagi juga Lena, tumben banget kamu bangunin Tante? Ada apa?" tanya Tiara.
"Tante lagi hamil muda jadi harus banyak olahraga biar sehat. Ayo ikut kami." ucap Lena. Sebenarnya Tiara sangat lah malas, namun dia tidak enak menolak ajakan Keponakan suami nya itu.
Akhirnya dia memaksa kan diri untuk bersiap-siap.
"Ayo Tan semangat." ucap Vandi melihat Tante nya sangat tidak semangat. satu Jam kemudian di ruangan olahraga Tiara sudah sangat penat.
Dia duduk sambil melihat mereka semua yang sangat semangat, mengunakan alat yang berat-berat mereka sangat kuat.
"Ini baru pertama kalinya Tante olahraga yah?" tanya Vandi. Tiara menggeleng kan kepala nya.
"Pernah sih, tapi tidak sering karena Tante gak suka olahraga, lebih baik menjaga Pola makan dari pada olahraga seperti ini." ucap Tiara.
"Tapi tetap saja tidak sehat Tante, kalau olahraga badan Tante Tidak Akan mudah sakit." ucap Riska.
Lena melihat ponsel nya yang hidup ada notifikasi dari Om nya.
"Tan ini ada kabar dari Om Mile." ucap Lena.
"Kata nya kenapa Tante tidak membalas pesan atau menjawab telpon nya?" ucap Lena.
"Tante belum memeriksa ponsel dari kemarin, nanti Tante membalas nya." ucap Tiara. "Tapi Om sudah tidak akan aktif lagi karena tidak ada jaringan dan juga ponsel tidak bisa di bawa bekerja." ucap Lena.
Tiara hanya diam saja. Mereka pun lanjut olahraga lagi. Tidak beberapa lama mereka harus siap-siap untuk pergi menemui Ibu dan Ayah mereka yang datang namun tidak ke rumah Mile melainkan ke rumah pak Daniel.
Setelah mereka pergi rumah sepi lagi, hanya tidak tinggal Tiara dan Bibik Ja. Tiara duduk di ruang tamu sambil menonton namun tiba-tiba bel rumah berbunyi.
"Siapa sih yang iseng nekan Bel? Tinggal masuk saja susah banget." ucap Tiara dia langsung menyusul ke pintu depan.
"Selamat siang, bagaimana kabar kamu?" tanya Roy, ternyata yang datang adalah adik ipar nya.
"Baik, kamu kok bisa di sini?" tanya Tiara. "Aku ingin bertemu dengan kamu." ucap Roy.
__ADS_1
"Tapi Mile tidak di rumah." ucap Tiara.
"Aku sudah tau, itu sebabnya aku ke sini, karena kalau dia di sini tidak mungkin saya bisa bertemu dengan kamu." ucap Roy.
"Ayo silahkan masuk dulu." ucap Tiara membiarkan Roy masuk ke dalam.
"Saya tidak bisa lama-lama sini, saya membawa kan Hadiah untuk kamu." ucap Roy memberikan Paper bag pada Tiara.
"Hadiah? Hadiah untuk apa? Tidak ada hati spesial." ucap Tiara.
"Besok kamu ulang tahun kan? Saya memberikan ini untuk kamu sekarang karena Besok saya harus keluar kota menyusul suami kamu." ucap Roy.
Tiara terdiam sejenak. "Jangan kaget saya tau dari mana, karena jika saya menyukai seseorang saya akan tau semua nya tentang dirinya." ucap Roy.
"Selamat ulang tahun, semoga aku yang pertama kali mengucapkan nya." ucap Roy. Tiara tersenyum.
"Terimakasih yah." ucap Tiara. Roy mengangguk.
"Aku akan pergi, sampai jumpa Minggu depan." ucap Roy langsung pergi meninggalkan Tiara.
Tiara penasaran isi kado nya apa dan ternyata isi nya sepatu high heels yang benar-benar sangat bagus dan pasti tidak murah. Tiara mencoba nya dan pas banget di kaki nya.
Dia membawa nya masuk ke dalam.
"Wahh kelihatan nya non Tiara lagi senang. Dapat hadiah dari siapa?" tanya Bibik Ja.
Tiara tersenyum.
"Yang tadi Siapa yah non? Bibik lagi bersih-bersih di dapur jadi tidak sempat melihat nya." ucap Bibik.
"Oohhh itu Roy, dia ngantarin Hadiah ulang tahun untuk saya." ucap Tiara dengan santai.
"Hadiah ulang tahun dari den Roy? Bagaimana bisa non menerima nya? Kalau nanti den Mile tau dia pasti sangat marah." ucap Bibik Ja.
"Maka nya Bibik jangan bilang-bilang sama Mile. Kapan lagi aku mendapatkan sepatu seperti ini dengan gratis? Aku di suruh hemat sama Mile kalau aku ketahuan membeli barang-barang seperti ini dia pasti Akan menjadi singa yang di ganggu tidur nya." ucap Tiara.
"Lagian gak merugikan dia kok, ini juga tidak berbahaya sama sekali, mana mungkin adik nya sendiri menjahati kakak nya." ucap Tiara lagi.
"Tapi Non tampa saya beri tahu den Mile akan tau sendiri." ucap Bibik. Tiara Menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Bibik jangan membuat kebahagiaan ku hilang begitu saja dong. Aku sangat suka ini, aku sudah lama menginginkan ini." ucap Tiara.
Bibik Ja terdiam, dia bingung mau mengatakan apapun lagi, padahal Dia hanya tidak ingin Mile marah pada Tiara hanya perkara sepatu doang.
"Ya udah yah bik, aku mau ke kamar dulu." ucap Tiara meninggalkan Bibik Ja yang memasang wajah khawatir.
"Ya ampun Non Tiara gak ada takut-takut nya pada den Mile." ucap Bibik.
Lena, Riska baru saja sampai di rumah Orang tua Om nya Itu.
"Loh Tiara gak di ajak?" tanya buk Vina.
"Enggak Nek, om Mile tidak mengijinkan Tante Keluar." ucap Lena.
"Huff kasihan sekali dia, Tiara pasti Bosan di rumah." ucap buk Vina. "Sekarang target musuh kita adalah Tiara, Wajar saja jika Mile melakukan penjagaan yang ketat untuk istri dan calon anak nya mah, tidak bisa di pungkiri lagi." ucap pak Daniel.
"Besok kita saja yang kesana sama-sama." ucap pak Daniel. Vina mengangguk.
Vandi dan juga Tita menjemput orang tua nya dari bandara.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.
"Bagaimana keadaan kalian tinggal di rumah om Kalian? Semua nya baik?" tanya Ibu Vandi.
"Huff kami harus mengatakan semua nya baik-baik saja Bu, kalau tidak om Mile Akan marah." ucap Vandi. Mereka tertawa.
"Kamu harus Sabar, om Mile melakukan yang terbaik untuk kamu. Kalian semua harus patuh pada nya." ucap ibu Vandi.
"Kamu juga harus paham kalau Om Mile memang seperti itu semenjak beberapa tahun yang lalu." ucap Ibu Vandi.
"Iyah Nak, justru kalian harus berterima kasih karena sudah bisa seperti yang sekarang karena bantuan nya." ucap Ayah nya Lena.
"Iyahh Ayah." jawab mereka bersama. Mereka hanya bisa menurut Tampa berkomentar apapun.
"Lalu bagaimana perkembangan hubungan Om kamu dengan Tante kamu?" tanya Kakek nya.
"Kamu kurang tau juga Kek, karena di pagi hari kami sudah berangkat kerja, dan pulang untuk istirahat.
Om Mile juga jarang di rumah. Tapi Kemarin mereka menginap di rumah Orang tua Tante Tiara." ucap Riska.
__ADS_1