Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 41


__ADS_3

"Kenapa bisa tidak betah bik? Kelihatan nya mereka semua Manja." ucap Tiara. "Non tau sendiri seperti apa den Mile. Dia adalah orang yang sangat disiplin dan juga pintar. Dia tidak suka pada orang yang pemalas dan menyia-nyiakan waktu." ucap Bibik.


"Huff Wajar saja sih tidak ada yang betah, selain karena itu dia juga sangat galak dan menakutkan." ucap Tiara. Bibik hanya tersenyum.


"Oh iya bik, Alisa jangan sampai tau kalau aku sudah menikah atau aku sedang mengandung, aku tidak ingin teman-teman ku tau." ucap Tiara.


"Non Tiara masih malu yah?" Tanya Bibik. Tiara diam.


"Saya mengerti kok non, saya juga tidak mau ikut campur." ucap Bibik.


Di malam hari nya Tiara kaget karena Mile tiba-tiba masuk Tampa mengetuk pintu.


"Ini sudah jam berapa? kenapa kamu belum tidur?" tanya Mile. Tiara mematikan Laptop nya.


"Aku tidak bisa tidur." ucap Tiara. "Bagaimana bisa kamu tidur kalau menonton terus!" ucap Mile langsung mengambil laptop dan menyimpan nya.


"Lihat lah sudah jam berapa!" ucap Mile. Tiara menghela nafas panjang. "kamu apa-apaan sih datang-datang langsung marah saja!" ucap Tiara kesal.


Mile mengambil ponsel Tiara. "Sekarang tidur!" ucap Mile. Tiara tidak mau dia malah duduk. Wajah nya sama sekali tidak mengantuk.


"Kamu dari mana jam segini baru pulang?" tanya Tiara.


"Bekerja Tiara! Kemana lagi saya kalau tidak bekerja." ucap Mile. "Aku kan cuman nanya, emangnya gak boleh." ucap Tiara.


Tiara melihat kotak di atas meja.


"Itu apa?" tanya Tiara. "Itu martabak, kalau kamu mau ambil saja." ucap Mile.


Tiara membawa nya ke tempat tidur.


"Kamu belum makan? Kenapa kamu sangat rakus." ucap Mile melihat Tiara sangat cepat menghabis kan sisa martabak milik suaminya.


Tiara sama sekali tidak menjawab.


"Kamu sudah bertemu Keponakan kamu belum? Mereka ingin bertemu dengan kamu." ucap Tiara.


"Sudah." jawab Mile sambil melonggarkan dasinya.


"Oh iya kalau boleh tau mereka ngapain ke sini?" tanya Tiara. "Mereka hanya ingin berkunjung saja mumpung hari libur." ucap Mile.


"Oohhh." ucap Tiara. "Kamu tunggu apa lagi? tidur lah!" suruh Mile sebelum masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah keluar dari kamar mandi dia masih melihat Tiara belum tidut.


Dia hanya bisa menghela nafas panjang dan setelah itu dia pun membentang tempat tidur nya.

__ADS_1


"Kenapa kamu sangat cepat sih tidur nya?" tanya Tiara, namun Mile tidak menjawab nya dia langsung menutup mata nya.


Tiara melihat Mile sudah tidur dia pun diam. Dia mengelus perut nya.


"Kenapa hamil sangat menyiksa aku? Bahkan aku sudah minum obat tetap saja sakit." ucap Tiara. Dia memukul perut nya namun tiba-tiba Mile menahan nya.


Tiara sangat terkejut karena Mile langsung naik ke kasur memeluk Tiara dari belakang sambil menahan tangan nya.


"Jangan menyakiti anak ku." ucap Mile menggenggam tangan Tiara cukup keras sehingga dia kesakitan.


Tiara hanya diam saja.


"Hiks.. hiks... hiks.., tiba-tiba Mile mendengar isakan Tiara.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya. Mile membalik kan badan Tiara agar menghadap ke arah nya.


Mile menghapus air mata tiara.


"Sudah tidak apa-apa, ada saya di sini." ucap Mile memeluk s


Tiara ke dada nya. Tiara merasa sangat nyaman di pelukan Mile sampai dia ketiduran.


Mile mengelus rambut Tiara. "Apa kamu sudah tidur Tiara?" tanya Mile. Namun tidak di jawab.


Mile berusaha melepas nya dengan pelan.


"Jangan pergi aku mohon. Jangan pergi..'' ucap Tiara. Mile terdiam.


Namun tiba-tiba Mile bisa melepaskan Tiara. Mile lama menatap Tiara membenarkan selimut istri nya. Dia melihat perut Tiara.


Dengan sedikit ragu-ragu dia meletakkan tangan nya di atas perut Tiara. Dia mengelus nya sejenak.


"Jangan nakal yah nak, kasihan Mamah nya." ucap Mile dia pun langsung melepaskan nya dari perut istri nya.


Keesokan harinya Tiara terbangun jam tengah enam karena tiba-tiba perut nya sakit lagi.


"Aaaaa kenapa sangat sakit ya Allah, tolong aku." ucap Tiara. Namun sakit nya tak kunjung hilang dia membangun kan Mile.


"Mile! Mile." dia meng'goyang-goyang kan lengan Mile. Namun Mile seperti nya sangat nyenyak karena kecapean.


"Sakit... Hiks.. hiks.." ucap Tiara. Mile sadar kalau Tiara menangis di samping nya dia langsung bangun.


"Ada soal? Kenapa kamu menangis?" tanya Mile.


"Perut ku sakit.." ucap Tiara sambil menangis. Mile langsung mengambil air hangat memberikan nya pada Tiara setelah itu memberikan obat agar sakit nya hilang.

__ADS_1


"Masih sakit..." ucap Tiara. Mile membawa Tiara ke pelukan nya. Perlahan tangan nya memegang perut Tiara.


"Kamu pasti tidak makan itu sebab nya dia sering sakit seperti ini." ucap Mile.


Tiara merasa kan tangan Mile menyentuh perut nya sedikit canggung namun dia merasa nyaman dengan itu.


Mile meminta Tiara untuk tidur lagi. Akhirnya mereka berdua ketiduran di lantai.


Tidak terasa sudah jam tujuh pagi. Mile bangun namun ternyata Tiara masih ada di pelukan nya.


Dia mau bangun namun Tiara menahan nya agar tidak pergi.


Namun tiba-tiba pintu di Ketuk.


"Tiara! Tiara!" panggil Alisa dari luar. Tiara terbangun.


"Siapa yang ribut-ribut di luar?" tanya Tiara. Mile membuka nya.


Alisa kaget karena yang Membuka pintu adalah Mile.


"Loh Tiara nya mana?" tanya Alisa.


"Dia masih tidur, ada apa? Dan kamu siapa, kenapa bisa ada di rumah Saya?" tanya Mile.


"Selamat pagi Om. Ini itu teman Tante Tiara. Dia juga menginap di sini." ucap Lena.


Sementara Tiara di dalam sudah bingung harus bagaimana lagi karena teman nya pasti curiga.


"Kalau begitu Jangan ganggu Tante Tiara, dia mungkin sangat lelah maklumlah lagi hamil muda." ucap Lena. Menarik tangan Alisa.


"Hamil muda?" ucap Alisa. Lena dengan polos nya mengangguk.


"Kamu kenapa tidak bilang kalau teman kamu juga menginap di sini?" tanya Mile pada Tiara. Tiara menoleh ke arah Mile.


"Aku rasa itu sangat tidak penting untuk kamu tau." ucap Tiara. "Ini adalah rumah Saya, jadi siapa pun yang masuk ke dalam rumah ini harus mendapatkan Ijin dari saya." ucap Mile.


"Dia hanya sendiri, lagian tidak menyusahkan kok, dia juga bantu mengurus rumah, dia hanya sedikit sedih karena kehilangan pekerjaan nya." ucap Tiara.


"Saya tidak perduli dengan itu " ucap Mile..


"Huff kamu masih bebas, Sekarang aku sangat bingung menjelaskan apa pada teman ku mengenai pernikahan ini. Aku tidak ingin mereka tau aku sudah menikah." ucap Tiara.


"Kenapa? apa kamu malu?" ucap Mile.


"Humm, aku sangat malu." ucap Tiara.

__ADS_1


__ADS_2