Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 154


__ADS_3

"Baik lah kalau begitu." ucap Tiara langsung meninggalkan Mile. Dia masuk ke kamar dan mengunci pintu. "Pokoknya kamu harus di hukum untuk beberapa hari." ucap Tiara.


"Kamu sendiri yang mencari Masalah dan penyakit untuk diri kamu sendiri." ucap Tiara. Dia berbaring di kasur dengan sangat santai.


"Akhirnya aku bisa meluruskan Pinggang ku, aku sama sekali tidak bisa tidur nyenyak di sofa." batin Tiara.


Keesokan harinya Tiara bangun karena merasa perut nya mual. Cukup lama di kamar mandi setelah itu dia keluar.


Dia melihat d kasur tidak ada suami nya.


"Seperti nya dia Masih tidur di luar." batin Tiara, dia pun melihat nya keluar. Dan benar saja ternyata Mile tidur sangat nyenyak di atas sofa.


"Huff bisa-bisa dia Masih tidur nyenyak." batin Tiara. "Selamat pagi Non." Sapa Bibik Ja.


"Pagi juga Bik." ucap Tiara.


"Non Tiara gak apa-apa kan? Leher Non Tiara kelihatan memar." ucap Bibik Ja. "Gak apa-apa kok bik jangan khawatir." ucap Tiara.


"Non Tiara mau minum susu? Saya akan membuat kan nya." ucap Bibik Ja. Tiara menganguk.


Bibik Ja menoleh ke arah Tuan nya.


"Tuan Mile terlihat sangat kacau." ucap Bibik Ja. "Dia pantas mendapatkan itu Bik." ucap Tiara. Dia pun meninggalkan ruang tamu.


Mile perlahan membuka mata nya dia mendengar kata-kata Tiara.


Sudah jam Sembilan pagi.


"Kamu mau kemana?" tanya Mile melihat Tiara sudah rapi.


"Aku mau keluar dulu." ucap Tiara. Mile memerhatikan penampilan Tiara.


"Kamu keluar dengan pakaian seperti ini?" ucap Mile. "Apa yang salah? Aku nyaman dengan pakaian ini." ucap Tiara.


"Tidak ada protes karena aku tidak pernah memprotes kamu, bukan kah kamu tidak ingin melihat wajah ku?" ucap Tiara. Mile diam.


"Aku permisi." ucap Tiara menyalim tangan Mile dan langsung keluar meninggalkan Rumah itu.


"Mau kemana Tiara bik?" tanya Mile pada Bibik.


"Saya tidak tau Tuan, non Tiara tidak bilang dia mau kemana." ucap Bibik Ja.


Mile menghela nafas panjang.


"Regi! Megi!" panggil Mile. Mereka langsung datang.

__ADS_1


"Ada apa Tuan?" tanya Megi.


"Ikuti istri Saya!" ucap Mile.


"Non Tiara ingin pergi sendirian Tuan, dia tidak mau di Kawal." ucap Megi.


"Keluar sendirian sangat berbahaya bagi istri saya, ikuti mereka!" ucap Mile. Akhirnya mereka pun pergi mengikuti bos perempuan nya.


"Semua kata-kata yang keluar dari mulut kamu akan aku lakukan." ucap Tiara. "Kamu tidak mau melihat wajah ku? Oke! Baiklah aku akan pergi." ucap Tiara.


Dia membawa mobil sendiri. Namun di kaca spion mobil nya dia melihat mobil tidak tidak asing.


"Huff dasar pria brengsek! Bisa-bisa nya dia meminta bodyguard nya mengikuti ku bukan dia sendiri yang mengikuti ku." ucap Tiara.


Tiara membelok agar Bodyguard nya kehilangan jejak. Ketika kehilangan mobil Tiara mereka melaporkan pada Mile, alhasil Mile marah-marah tidak jelas.


Dia mau menelpon Tiara namun dia tidak berani. Tiara tertawa karena mereka tidak berhasil mengikuti nya.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah Alisa.


"Selamat pagi Alisa." ucap Tiara dari depan.


"Tiara..." ucap mamah nya Alisa.


"Tante.." Mereka langsung berpelukan.


"Baik kok, kamu bagaimana? Kamu semakin cantik saja setelah menikah." ucap Mamah nya Alisa.


"Loh kok Tante tau aku sudah menikah?" tanya Tiara.


"Kamu tidak perlu khawatir, Tante tau nya dari Alisa kok," ucap mamah nya Alisa.


Tiara tersenyum. "Kamu sedang hamil yah?" tanya Mamah nya Alisa. "Iyah Tante, kok lagi-lagi Tante tau sih?" ucap Tiara.


"Tante Tidak di kasih tau oleh Alisa melainkan melihat badan kamu dan juga wajah kamu." ucap Mamah nya Alisa.


"Alhamdulillah sudah usia Tiga bulan lebih Tante." ucap Tiara.


"Bagus deh, kalau boleh tau perempuan atau laki-laki?" tanya mamah nya Alisa lagi.


"Belum di chek Tante." ucap Tiara. "Oohh, semoga sehat selalu yah ." ucap Mamah nya Alisa.


"Oh iya Tante di mana Alisa?" tanya Tiara. "Tante tidak tau kemana, tadi dia ijin sebentar dan di jemput oleh laki-laki yang bermobil Putih." ucap Mamah nya Alisa.


"Mobil Putih?" tanya Tiara. "Iyah." jawab Tante.

__ADS_1


"Apa itu Kak Rafi?" batin Tiara. "Bagaimana ciri khas wajah nya Tante?" tanya Tiara.


"Tante kurang tau jelas sih. Kurang Tante perhatikan juga."ucap Mamah nya Alisa. Tidak beberapa lama ternyata Alisa pulang.


"Seperti nya kedatangan tamu wanita hamil nih." ucap Alisa. Tiara melihat Alisa tersenyum.


"Kamu dari mana saja?" tanya Tiara. "Aku ada urusan sebentar dengan Teman-teman ku." ucap Alisa.


melihat teman Alisa yang bermobil putih dia sudah tau yang menjemput Alisa bukan lah kakak nya.


Saat sedang asik berbincang-bincang Ponsel nya tiba-tiba berdering dari kakak nya.


"Aku jawab telpon sebentar dulu yah." ucap Tiara. Alisa menganguk.


"Halo kak, ada apa?" tanya Tiara. "Tadi Suami kamu menelpon kakak. Dia menanyakan keberadaan Kamu." ucap Rafi.


"Oohh ." ucap Tiara.


"Loh kok cuma oh Doang? Kamu pergi dari rumah tidak ijin terlebih dahulu pada nya?" tanya Rafi.


"Aku ijin kak, tapi dia tidak tau aku kemana. Nanti aku akan mengabari dia." ucap Tiara. "Sekarang kamu lagi di mana?" tanya Rafi.


"Orang tua Alisa datang, dia meminta ku untuk datang dari kemarin, namun aku bisa datang sekarang." ucap Tiara. "Kamu lagi di rumah Alisa?" ucap Rafi.


"Iyah." jawab Tiara. "Kamu jangan membahas soal kemarin pada nya yah, kakak mohon. kakak tidak ingin membuat dia semakin benci sama kakak." ucap Rafi.


"Baiklah kak aku paham kok, aku tidak ingin membahas itu pada nya bukan urusan ku juga untuk ikut campur hubungan Kalian." ucap Tiara.


"Terimakasih yah Tiara. Ya udah kakak lanjut kerja." ucap Rafi. Rafi mematikan sambungan telepon.


"Tiara ayo masuk." ajak Pak Sean. Tiara pun masuk tampa mengabari suami nya terlebih dahulu.


Di tempat lain Mile melihat ponsel nya berharap ada kabar dari istri nya namun ternyata sampai sekarang tidak ada.


Tiba-tiba ada pesan dari kakak iparnya.


"Tiara sedang ada di rumah Alisa. Kalian jangan sering bertengkar sehingga Tiara pergi tampa Ijin sama kamu. Lebih baik kalau ada masalah di selesaikan dengan baik." isi pesan dari Rafi.


Mile menghela nafas panjang.


"Baik Kak, aku minta maaf." ucap Mile membalas pesan kakak ipar nya.


Rafi membaca pesan itu.


"Tiara tidak akan pergi dari rumah tampa memberi tahu dia mau kemana kalau tidak ada masalah." ucap Rafi dia mengingat waktu adik nya belum menikah.

__ADS_1


Dia selalu bilang mau kemana dengan jujur walaupun tidak di ijinkan dia tetap pergi diam-diam.


__ADS_2