Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 54


__ADS_3

Di sore hari nya Mile baru saja bangun dia melihat kamar sangat sepi. "Aaarggghh!!" tiba-tiba bekas operasi nya sakit karena bergerak tiba-tiba.


"Tiara! Tiara." panggil Mile dengan sangat lesu karena tidak bisa bangun. Namun tiba-tiba dia terdiam.


"Kenapa aku memanggil namanya? Aku bisa sendiri." batin nya pada diri sendiri.


"Aku sudah biasa melakukan semua nya sendiri." ucap Mile dia bangun berjalan ke kamar mandi sendiri. "Ternyata obat yang di berikan oleh Tiara bagus juga." ucap Mile.


Dia duduk di sofa sambil menghabiskan Air putih.


"Tumben banget Papah gak nelpon." batin Mile sambil melihat ponsel nya. "Ternyata rasa ngidam seperti ini? Huff.." ucap Mile.


Dia pun keluar dari kamar. "Den Mile sudah bangun? Saya baru saja mau membangun kan karena sudah Sore." ucap Bibik.


"Tiara mana bik?" tanya Mile.


"Oohh Non Tiara Ijin dari tadi pergi bersama teman nya." ucap Bibik Ja.


"Sama wanita yang sering ke sini itu?" tanya Mile memaksudkan Alisa. Bibik Ja menggeleng kan kepala nya.


"Tadi kalau gak salah di jemput sama Cowok tapi banyak juga teman cewek nya Den." ucap Bibik Ja.


Mile diam.


"Non Tiara juga berpesan kalau dia akan pulang lambat, jadi saya yang akan merawat Den Mile." ucap Bibik.


"Saya baik-baik saja Bik." ucap Mile.


"Baiklah Den, apa den mau saya siap kan air mandi?" tanya Bibik. Tapi Mile menggeleng kan kepala nya.


"Bibik siap kan saja Makan malam, sebentar lagi anak-anak Akan pulang." ucap Mile.


"Baik Den, saya permisi." ucap Bibik. Mile berjalan ke arah ruang tamu. Dia termenung duduk di sofa.


"Assalamualaikum Om." Sapa Riska yang baru saja pulang sambil menyalim tangan Om nya.


"Walaikumsalam, kamu cuman sendiri?" tanya Mile.


"Tuh mereka nyusul." ucap Riska.


"Bagaimana keadaan om? Aku dengar tadi om Ijin ke rumah sakit." ucap Vandi.

__ADS_1


"Om baik-baik saja." ucap Mile. "Loh kok Om sendiri? Tante Tiara mana? Biasa nya selalu menunggu kita-kita pulang." ucap Vandi.


"Ada urusan di luar. Kalian pergi lah mandi dan setelah itu keluar untuk makan malam." ucap Mile.


"Berhubung Tante Tiara gak di sini, aku mau nanya sesuatu." ucap Lena dengan serius. "Iyah kenapa?" tanya Mile.


"Sebenarnya Om Sayang gak sih sama Tante Tiara? secara kan om di jodohkan." ucap Lena.


"Kamu nanya apa sih Len? Kamu tidak harus tau." ucap Mile.


"Tapi aku penasaran Om, apa Tante Tiara juga mencintai Om?" ucap Lena lagi.


"Iyah Om, kami berempat jadi penasaran." ucap Vandi.


"Kalau Om tidak mencintai Tante Tiara mana mungkin dia hamil anak Om." ucap Mile.


"Kamu bukan anak kecil lagi om, kalau nafsu tidak memandang antara cinta atau tidak. Dan kamu sangat tau kalau tuntunan Kakek pada Om untuk mempunyai anak dengan cepat." ucap Lena lagi.


Mile Menghela nafas panjang.


"Kalau hubungan tidak di dasarkan dengan cinta pasti Akan berantakan Om. Bagaimana suatu saat nanti Om Dengan Tante Tiara bercerai dan anak Om yang akan menderita." ucap Lena.


"Lebih baik kamu mandi sana, masih anak kecil ingin tau saja." ucap Mile.


"Yahh soalnya Tante Tiara itu sangat cantik, dia juga incaran para lelaki di luar sana sementara Om dari dulu tidak pernah pacaran. Awas saja nanti di tinggalkan sama Tante Tiara." ucap Lena langsung kabur.


"Huff sangat tidak jelas adik kamu Riska." ucap Mile. "Nanti aku akan menasehati nya Om." ucap Riska.


"Kakek ke kantor hari ini?" tanya Mile..


"Pasti ke kantor lah Om, dia marah-marah karena Om tidak datang untuk pertemuan. Tapi setelah Tante Tiara yang Ngomong kalau om sakit dan harus istirahat Kakek langsung berhenti marah dia mencari jalan solusi untuk berbicara pada tamu." ucap Riska.


Mile diam. "Ya udah om aku mau mandi dulu. Ayo Tita." ajak Riska meninggalkan Vandi dan Mile.


"Kamu kenapa belum pergi mandi? Buruan mandi sana!" ucap Mile pada Vandi, Keponakan nya yang paling nakal.


"Besok kan hari libur nih om, boleh yah aku pergi main-main malam ini." ucap Vandi.


"Sama siapa?" tanya Mile.


"Sama mabuk Tita, Riska dan juga Lena. Boleh yah Om." bujuk Vandi.

__ADS_1


Namun ternyata Riska dan saudara nya sedang menguping berharap di ijinkan.


"Humm baiklah, tapi jangan Mabuk! Om akan mengirimkan uang untuk kalian." ucap Mile. "Serius Om? Makasih yah Om." ucap Vandi langsung memeluk om nya.


Dia sangat senang sehingga tidak ingat kalau om nya terluka. Setelah itu dia langsung ke kamar. Sebelum berangkat pergi main mereka Makan bersama dulu.


"Kamu berangkat dulu yah om. Byee..." ucap Vandi mereka menggunakan mobil nya masingmasing.


"Huff setelah mereka pergi jadi sangat sepi yah den." ucap bibik Ja sambil memberikan kopi. Bibik Ja ikut duduk bersama Mile di ruang tamu.


"Bik bagaimana menurut Bibik dengan hubungan ku yang sekarang?" tanya Mile.


"Bibik tidak bisa mengantakan apa pun hanya saja Bibik ingin den Mile dan Non Tiara akur." ucap Bibik.


"Den Mile juga tidak boleh marah terlalu sering pada Non Tiara. Den Mile justru berterima kasih pada non Tiara sudah merawat Den Mile sampai sembuh." ucap Bibik.


"Sebenarnya saya juga bingung pada diri saya sendiri Bik. Saya bingung apa keputusan yang harus saya ambil." ucap Mile.


Bibik Ja tersenyum.


"Den Mile selalu seperti ini kalau lagi bimbang dan sedang memikirkan sesuatu. Saran dari Bibik ikuti saja alur nya, kalau masalah Non Tiara. Seperti nya Non Tiara memiliki kebiasaan buruk, sifat yang buruk namun itu karena lingkungan nya, namun asli nya Non Tiar sangat baik dan mempunyai hati yang lembut." ucap Bibik.


Tiba-tiba Bel rumah berbunyi.


"Siapa datang malam-malam?" ucap Mile.


"Biar saya periksa dulu yah Den." ucap Bibik. Mile mengikuti Bibik keluar. Dan ternyata itu adalah Roy sedang membopong Tiara yang mabuk.


"Ya Ampun non Tiara, ada apa ini? Bantu bawa masuk ke dalam." ucap Bibik. Mile melihat Roy hanya bisa diam.


Dia di baringkan di sofa.


"Tiara minum alkohol terlalu banyak Bik, jadi dia mabuk." ucap Roy.


Tiba-tiba Mile menarik baju Roy dan menghantam wajah adiknya dengan sekali tinjuan.


"Jangan den Mile! Jangan." Bibik melerainya.


"Kamu selalu saja mengganggu hidup saya! Sekarang Kamu membawa istri saya mabuk!" ucap Mile. "Dia yang mendatangi aku, dia sangat sedih dan hanya aku yang ada di saat dia sedih, apa itu salah?" ucap Roy melawan.


"Sudah Den Roy, sudah." ucap Bibik. "Keluar kamu! Keluar." ucap Mile. Bibik membawa Roy keluar. Mile sangat emosi dia menatap Tiara.

__ADS_1


__ADS_2