Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 175


__ADS_3

"Aku sendiri sudah pernah merasakan itu. Pada hari itu Mile sangat sedih karena mantan pacar nya, aku memilih untuk membawa nya ke Club untuk menenangkan Fikiran. Ketahuan oleh pak Daniel dan aku di hukum." ucap Bili.


Mendengar itu Tiara terdiam. Ternyata mertua nya sangat ketat kepada suaminya.


"Kamu dengan Mile baru saja kenal, wajar saja jika kamu belum tau apa-apa tentang dia dan keluarganya." ucap Bili.


"Dam soal mantan Mile. Dia mempunyai mantan berapa?" tanya Tiara. "Kamu yakin Ingin tau?" tanya Bili. Tiara menganguk.


"Mile mempunyai mantan banyak." ucap Bili.


"Banyak? Ah tidak mungkin, dulu penampilan nya sangat buruk sekali. Mana mungkin ada wanita mau sama dia." ucap Tiara.


Bili menunjukkan beberapa foto Mile dulu bersama kekasih nya. "Sebanyak ini mantan nya?" tanya Tiara kaget. Bili menganguk.


"Semua mantan nya bukan wanita sembarangan, dia mengambil keuntungan dari semua wanita itu." ucap Bili.


"Keuntungan? Maksud nya bagaimana?" tanya Tiara.


"Tunggu kamu jangan berfikir yang negatif dulu. Maksud saya mengambil keuntungan adalah dengan cara belajar bahasa mereka karena dari berbagai negara, di tambah lagi mereka anak pengusaha dan dia bisa mengembangkan Perusahaan nya sendiri sampai bisa seperti sekarang." ucap Bili.


Tiara terdiam. "Mile sangat tampan. mantan nya juga sangat cantik-cantik sekali. Berbeda banget sama aku." Batin Tiara.


"Mile sering sekali mempermainkan hati perempuan. Sampai akhirnya dia mengenal wanita yang bernama Sintia, dia sangat mencintai karena kepribadian nya yang baik, pengusaha sukses. Namun dia selingkuh dan meninggalkan Mile." ucap Bili.


"Dan sudah hampir satu tahun Mile tak kunjung mendapatkan kekasih. Dan sekarang dia sudah mendapatkan kamu, saya pikir dia pasti sudah bisa melupakan Sintia." ucap Bili.


Mile sedang fokus membaca berkas-berkas yang di tangan nya, namun tiba-tiba hidung nya gatal. "Hanncimmm!!!!" dia bersih cukup keras sehingga semua orang menoleh ke arah nya.


"Ma-maaf saya tidak sengaja." Mile merasa malu sekali.


"Pasti Bili sedang mengosipi aku di rumah." Ucap nya dalam hati.


Di tempat lain Rafi baru Saja sampai di depan apartemen nya. Tiba-tiba ada pesan masuk.


Orang tua nya meminta dia untuk pulang. Karena mau membicarakan soal pertunangan mereka yang beberapa hari lagi Akan di langsung kan.

__ADS_1


Rafi Menghela nafas panjang. Dia membuka pintu apartemen nya. Dia kaget melihat Alisa ketiduran di sofa.


"Alisa.. Kenapa kamu tidur di sini?" tanya Rafi jongkok di depan Alisa. Alisa perlahan membuka mata nya. "Kamu baru pulang?" tanya Alisa dengan suara serak.


Rafi menganguk. "Ayo pindah ke kamar." ucap Rafi. Alisa Menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau tidur lagi." ucap Alisa.


Rafi duduk di samping Alisa. "Kamu dari mana saja? kenapa jam segini baru pulang? Mungkin makanan yang aku masak tadi pasti sudah dingin." ucap Alisa.


"Kamu masak apa? Kebetulan sekali perut ku sangat lapar." ucap Rafi. Alisa dan Rafi berjalan ke arah Meja makan.


"Yah makanan nya sudah tidak enak lagi. Kamu sih Lama banget pulang nya." ucap Alisa.


"Maafin aku yah Sayang. Kita bisa memasak mie instan." ucap Rafi.


"Kamu yakin gak apa-apa? Makan mie kurang Bagus." ucap Alisa. Rafi tersenyum.


"Hanya sekali-sekali saja. Kamu duduk saja, aku yang akan memasak nya." ucap Rafi.


"Tidak, tidak, kamu lebih baik bersihkan badan aku yang masak, setelah kamu selesai baru bisa makan." ucap Alisha.


Rafi menganguk.


Alisa menyiapkan untuk Rafi. "Silahkan di Makan." ucap Alisa. Mereka makan sama-sama. Namun Rafi kaget melihat cara Makan Alisa.


"Apa kamu belum makan karena menunggu saya?" tanya Rafi. "Aku sengaja mau Makan malam sama kamu, tapi ternyata kamu pulang telat dan tidak Mengabari aku sama sekali." ucap Alisa.


"Aku tidak tau kalau kamu di sini, kamu sendiri tidak bilang kalau kamu di sini." ucap Rafi.


"Huff malah nyalahin aku." ucap Alisha. "Ya udah kalau begitu aku minta maaf." ucap Rafi.


Alisa tersenyum. Mereka pun lanjut makan. Kedua nya sama-sama sangat lapar sekali.


"Halo Tiara.." ucap Alisa yang sudah berbaring di kasur.


"Halo juga. Bagaimana kabar kamu?' tanya Tiara. "Cukup baik. Kamu sendiri bagaimana?" tanya Alisa.

__ADS_1


"Aku baru saja pulang dari rumah sakit. Tapi sekarang sudah baikan Kok." ucap Tiara.


"Pulang dari rumah sakit? Kamu sakit lagi? Kenapa kamu tidak Mengabari aku?" tanya Alisa.


"Aku tidak mau mengurus kamu khawatir, lagian aku sudah sehat kok. Biasa lah lagi hamil ada saja penyakit nya." ucap Tiara.


"Ya ampun Tiara. Kamu seringkali sakit, aku jadi khawatir sekali." ucap Alisa. "Aku akan ke rumah kamu besok." tambah Alisa lagi.


"Loh bukannya kamu mau pulang dengan orang tua kamu?" tanya Tiara. "Tidak jadi Tiara, aku masih ingin tinggal di sini." ucap Alisa.


"Tapi aku dengar kamu sudah resmi keluar dari perusahaan Mile, apa itu benar?" tanya Tiara. "Benar kok." ucap Alisa. "Kalau kamu tidak bekerja, kesibukan kamu apa?" tanya Tiara lagi.


"Aku mau istirahat saja Tiara. Sebelum aku benar-benar ingin pulang dan membantu orang tua ku." ucap Alisa.


"Kamu sangat beruntung sekali orang tua kamu mengerti akan perasaan kamu, tidak pernah memaksa kan kehendak mereka." ucap Tiara.


"Alhamdulillah." ucap Alisa.


"Sekarang kamu lagi di mana?" tanya Tiara. Namun tiba-tiba Rafi masuk ke kamar. "Loh kamu belum tidur sayang?" tanya Rafi.


Alisa langsung panik. "Kok ada suara laki-laki, kamu lagi di mana?" tanya Tiara. Rafi mendengar suara Tiara langsung terdiam. Dia tidak tau kalau Alisa sedang berbicara dengan Tiara.


"Enggak kok. Itu hanya suara TV." ucap Alisa.


"Serius? Kenapa suara nya seperti suara Kak Rafi?" ucap Tiara. Alisa Menghela nafas panjang. Rafi langsung muncul di kamera.


"Kak Rafi! Kan sudah ku duga itu adalah suara kakak." ucap Tiara. Rafi tersenyum. "Sekarang kalian satu rumah?" tanya Tiara. Alisa Menggeleng kan kepala nya.


"Aku hanya main kok ke sini." ucap Alisa. "Mana mungkin main sampai jam segini, di kamar berduaan lagi." ucap Tiara.


Alisa kebingungan. "Hayo loh kalian belum menikah, jangan berani-berani nya yah kak!" ucap Tiara.


"Kamu tenang saja Tiara. Kakak tau batasan kok." ucap Rafi sambil tersenyum. "Hati-hati Alisa, pria seperti kak Rafi sama sekali tidak bisa di percaya." ucap Tiara.


Tiara tersenyum. "Kamu jangan menjelek-jelekkan kakak seperti itu dong." ucap Rafi. Alisa tertawa.

__ADS_1


"Aku tidak ingin kakak satu atap dengan Alisa, aku takut sesuatu yang tidak di inginkan terjadi." ucap Tiara.b


__ADS_2