Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 131


__ADS_3

"Seandainya kamu tau seperti apa aslinya kakak kamu, kamu juga pasti akan sangat marah." ucap Alisa dalam hati.


"Ya udah kalau begitu, aku mau istirahat dulu yah." ucap Alisa. "Baiklah, doa yang terbaik untuk keluarga kamu." ucap Tiara.


Jam Lima Sore Tiara di jemput oleh supir yang di suruh oleh Mile.


"Tante Tiara cantik sekali." ucap Vandi. "Terimakasih. Tapi Tante Emang sudah cantik dari lahir." ucap Tiara. Mereka tersenyum.


"Tante cantik-cantik mau kemana?" tanya Lena. Mereka baru saja pulang.


"Humm pasti mau Dinner dengan Om Mile lah, masa sama laki-laki lain." ucap Riska. Tiara Tersipu malu.


"Aku yakin sih, om Mile mau menyatakan perasaannya pada Tante Tiara." ucap Vandi.


"Ah kalian bisa saja." ucap Tiara.


"Pasti Om Mile sangat terpukau melihat kecantikan Tante Tiara sekarang, karena Tante sangat jarang berdandan seperti ini." ucap Vandi.


"Non Tiara ayo kita berangkat." ucap Supir.


"Ya udah kalau begitu Tante berangkat dulu yah." ucap Tiara dia pun masuk ke dalam mobil.


Perjalanan ke sana cukup jauh juga. Tiara tidak tau tempat nya namun dia juga tidak mau bertanya walaupun sangat penasaran agar sprais untuk nya nanti.


Selama perjalanan dia terlihat sangat happy sekali.


"Ini adalah Dinner pertama ku dengan Mile setelah mengungkapkan perasaan. Dan juga ini tidak paksaan sama sekali karena biasanya aku yang selalu memaksa nya." batin Tiara.


Dia mengirim kan foto nya pada Hena.


"Hen aku sangat gugup. Apa aku sudah terlihat cantik? Aku tidak Akan mengecewakan Mile kan?" tanya Tiara.


Alisa tersenyum saat membaca pesan itu.


"Kamu sangat cantik. aku yakin kamu merias wajah pasti berjam-jam, kamu benar-benar sangat cantik sekali." ucap Alisa.


Tiara terlihat sangat senang mendengar jawaban Teman nya itu.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga. Tiara kaget ternyata di bawa ke Hotel yang begitu mewah.


"Mile romantis sekali sih, dia tau saja aku sangat suka ketika Makan di hotel." ucap Tiara. Dia turun dia langsung di arah kan ke ruangan yang sudah di booking Oleh Mile.

__ADS_1


Masuk ke ruangan itu membuat nya tidak berhenti tersenyum karena di dekorasi cukup indah bahkan ada namanya di sana foto nya dengan Mile.


"Wahh Bagus sekali." ucap Tiara.


"Ini sesuai perintah pak Mile. Kalau Nona suka kami sangat senang." ucap resepsionis yang mendampingi nya masuk ke dalam.


"Iyah saya dan suka sekali." ucap Tiara.


"Kalau begitu Nona Tiara bisa menunggu di sini, Pak Mile Akan segera datang." ucap Resepsionis. Tiara mengangguk dia pun duduk di kursi.


Tempat ini sangat romantis sekali." ucap Tiara. dia mengelus perut nya.


"Kamu bisa merasakan kan nak tempat ini begitu bagus sekali." ucap Tiara mengelus perut nya Terus.


Di rumah orang tua Alisa.


"Teman kamu kenapa belum pulang ke sini nak? Kamu Besok sudah pulang apa dia tidak taku ketinggalan?" ucap Papah nya.


"Dia sudah pulang duluan Pah." ucap Alisa. "Loh kok Gak pamit dulu?" tanya pak Sean.


"Dia tidak bisa lama-lama di sini Pah, itu sebabnya dia pulang duluan." ucap Alisa.


"Oohh, ya udah kalau begitu biarkan saja lah namanya juga pekerjaan." ucap pak Sean. "Oh iya Pah, mamah sudah tau aku akan pulang esok?" tanya Alisa.


"Iyah Pah. Terimakasih banyak sudah mau mengerti Aku." ucap Alisa.


"Tapi ketika kamu sudah Bosan di Jakarta kamu kembali ke sini lagi yah. Papah tau kamu belum bisa melupakan masa lalu kamu Tapi tidak selamanya kamu harus seperti ini." ucap Pak Sean.


"Iyah Pah." ucap Alisa. Setelah itu Pak Sean meminta Alisa untuk istirahat.


Di Hotel yang Tiara duduk sendirian di sana Masih dengan senyuman menunggu Mile. Sudah satu jam dia di sana namun tidak ada tanda-tanda Mile mau datang.


"Ini sudah hampir satu jam lebih, kenapa Mile belum datang yah? apa sebaiknya aku menghubungi dia saja?" ucap Tiara.


Akhirnya dia pun menghubungi Mile.


"Halo Mile, kamu di mana? aku sudah menunggu kamu di sini." ucap Tiara.


"Maaf Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif...."


Tiara terdiam. Dia menelpon lagi namun tidak bisa. Mau menelpon ke kantor namun sekarang pasti sudah tutup.

__ADS_1


"Mungkin dia sedang dalam perjalanan, lebih baik aku tunggu saja, di pasti datang. Mana mungkin dia berbohong." ucap Tiara.


Tidak terasa dia mulai mengantuk, dia melihat sudah jam sepuluh malam namun Mile juga tak datang.


"Ada apa yah kenapa Mile tak kunjung datang?" ucap Tiara.


Dia melihat wajah nya di cermin.


"Penampilan ku sudah tidak bagus lagi, wajah ku sudah sangat mengantuk makeup ku juga sudah tidak rapi." batin Tiara.


Dia berjalan ke arah balkon melihat di luar sudah sangat gelap. "Apa dia mengerjai ku? Dia membalas kekesalan nya pada ku dengan cara seperti ini?" tanya Tiara.


Dia duduk di sana dan terasa sangat dingin sekali dia masuk ke dalam, dia melihat lilin sudah habis, makanan di atas Meja sudah dingin.


Dia mendekati Kasur dan duduk di bawah nya. Sehingga tidak terasa dia ketiduran di sana.


Keesokan harinya dia terbangun dia merasa kan badannya sakit semua karena duduk sambil tidur.


Dia melihat ke sekeliling tidak ada Mile di sana. Tiara menghela nafas panjang. Dia sangat kecewa dan juga sedih karena Mile sama sekali tidak datang.


"Kalau aku tau seperti ini aku tidak akan mau datang ke sini, aku juga tidak akan menghabis kan waktu ku seperti ini." ucap Tiara.


Dia pun memutuskan untuk pulang ke rumah nya. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Non Tiara baru pulang?" ucap Bibik Ja. Tiara mengangguk.


"Aku mau istirahat ke kamar dulu bik." ucap Tiara.


Bibik Ja melihat seperti nya Tiara menangis.


"Ada apa dengan non Tiara? Kenapa dia kelihatan sangat sedih sekali?" tanya Bibik Ja.


Di kamar Tiara membersihkan tubuh nya, menukar pakaian nya dan setelah itu berbaring di kasur.


Di siang hari nya Mile sampai di hotel.


"Di mana istri saya?" tanya Mile.


"Nona Tiara sudah pulang pagi tadi pak. Dia menunggu bapak dari semalaman sampai ketiduran." ucap resepsionis.


Mile langsung meninggalkan hotel itu. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.

__ADS_1


"Akhirnya Tuan pulang juga. Non Tiara pulang-pulang menangis Tuan, Dan dari pagi tidak keluar untuk sarapan ataupun makan siang. Saya sangat khawatir." ucap Bibik Ja.


__ADS_2