
Dia teringat lagi saat di dapur dia tidak pandai bersih-bersih sama sekali. Ibu nya tiba-tiba datang. Berbicara dengan bahasa Inggris namun Jenny berusaha untuk menerang kan pada Tiara apa arti nya.
Ibu nya mengucapkan Dia jelek tidak cocok dengan Mile, kelihatan nya pemalas, dan juga banyak kata-kata lain.
Dia hanya bisa tersenyum ketika Ibu nya Jenny berbicara seperti itu.
Namun setelah sampai di kamar dia langsung meluapkan semua segala kekesalan nya.
"Sial banget sih aku datang ke sini, pokoknya aku gak mau di sini lama-lama." ucap Tiara dengan kesal.
"Buruan mandi sana." ucap Mile yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Pokoknya aku mau pergi cari penginapan yang jauh dari sini Besok." ucap Tiara.
Mile melihat istrinya yang langsung masuk ke kamar mandi.
Mile membongkarnya koper mencari pakaian nya. Namun dia kebingungan karena tidak tau di mana letak baju tidur nya.
Alhasil dia mengetuk pintu kamar mandi.
"Tok!! Tok!! Tiara ambil kan pakaian saya, saya tidak tau di mana." ucap Mile.
Tiara keluar Untung saja dia belum membuka baju. Dan ternyata pakaian Mile sebagian di koper nya karena kemarin di penginapan di bongkar semua.
Tiara memasang wajah Judes dan langsung masuk ke kamar mandi lagi. Mile menggeleng kan kepala nya.
Setelah selesai berpakaian dia keluar.
"Jenny kamu mau kemana?" tanya Mile melihat Jenny sudah rapi.
"Aku malam ini ada urusan di luar, Maaf yah gak bisa di rumah malam ini, padahal ini adalah hari pertama kamu di sini." Ucap Jenny.
"Aku boleh ikut?" tanya Mile. Jenny Menggeleng kan kepala nya. "Kasihan istri kamu nanti kebingungan kalau di tinggal sendiri." ucap Jenny.
Mile pun tinggal. Mile membiarkan Jenny pergi masuk ke dalam mobil hitam yang menunggu nya dari tadi.
"Jenny sedang dekat dengan Satu Pria Bule yang memang tidak tinggal menetap di sini, kebetulan dia baru saja datang dari negara nya." ucap Opa.
"Apakah pria itu baik? Bagaimana bibit-bobot keluarga nya?" tanya Mile. Tetap memakai bahasa Inggris.
"Kamu tidak perlu khawatir karena Opa Sudah mengenal keluarga mereka.
Bahkan beberapa bulan lagi mereka berencana untuk melamar Jenny." ucap Opah.
__ADS_1
Mile terdiam. "Ini pasti sangat sakit kamu dengar tapi Kalian berdua berhak mendapatkan kehidupan masing-masing." ucap Opa.
"Kamu juga sudah punya istri dan calon anak, semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu." ucap Opa.
Mereka duduk di sofa. Mami dan Papi nya datang.
"Mami ngomong apa sama Tiara? Sekarang dia berontak untuk minta pulang." ucap Mile.
"Mami hanya menasehati dia karena tidak bisa melakukan apapun." ucap Mami.
"Jangan seperti itu Mi, kasihan dia jadi kebingungan. Dia adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga nya jadi Wajar saja dia tidak bisa melakukan apapun di dapur." ucap Mile.
"Ya ampun Mile, kamu tidak seharusnya memanjakan dia. Bagaimana bisa dia menjadi istri yang baik." ucap mami.
"Dia mengurus ku dengan baik Mi." ucap Mile.
"Baiklah-baiklah mami hanya bercanda saja tadi. Dia terlihat sangat canggung. Abisnya Mami kesal gak di undang ke pernikahan kamu." ucap mami.
Mile tersenyum dia memeluk mami nya.
"Aku minta maaf Mi, bukan nya aku tidak mau tapi ini sangat mendadak, bahkan acara nya juga tidak besar." ucap Mile.
Tidak beberapa lama Tiara datang.
"Tidak bisa! malam-malam seperti ini keluar dengan pria yang baru kamu kenal tidak baik, sangat bahaya." ucap Mile.
"Tapi aku pengen jalan-jalan." ucap Tiara.
Mile melihat ke arah mami dan Opa nya.
"Baiklah saya akan membawa kamu." ucap Mile.
Tiara mengangguk. Mereka pun pamitan.
Mile mengunakan mobil Opa nya.
Sudah jauh mereka pergi namun Tiara sama sekali belum menentukan di mana mereka Akan berhenti. Berbicara saja dia tidak mau.
"Kita mau kemana? Kenapa dari tadi kamu diam saja?" tanya Mile pada Tiara.
Tiara menatap Mile.
"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dengan Opa saat Jenny keluar." ucap Tiara.
__ADS_1
Mile terdiam.
"Apa sebelum nya Kalian mempunyai hubungan?" tanya Tiara. Mile diam.
"Dari awal aku sudah menduga nya, karena aku melihat foto dia kamu simpan bukan hanya satu dan saat bertemu. Tatapan Kalian seperti mengartikan sesuatu." ucap Tiara.
Mile menghela nafas terlebih dahulu sebelum bercerita.
"Saya dengan Jenny tidak memiliki hubungan yang khusus seperti kata pacar pada umumnya. Tapi kami mempunyai hubungan seperti layaknya sepasang kekasih." ucap Mile.
Tiara paham apa yang di jelas kan oleh Mile.
"Awalnya pertemuan kami karena Opa adalah salah satu rekan saya dulu. Saya mengenal keluarga nya dan akhirnya kami juga bertemu saat itu. Semua baik-baik saja. Namun karena sering bersama kami mempunyai perasaan yang aneh." ucap Mile. Tiara dengan fokus mendengar kan nya.
"Dan pada saat itu kami sudah seperti orang pacaran. Hubungan seperti itu tidak berlangsung lama karena ternyata dia mempunyai kekasih yang saya sama sekali tidak tau. Kekasih nya tidak sengaja melihat kami." ucap Mile.
"Lalu? Apa dia mengajar Kamu?" tanya Tiara. Mile tersenyum tipis saat mendengar pertanyaan istrinya dan melihat Ekspresi nya.
"Seperti harapan kamu, saya di habisi. Dan akhirnya Jenny memilih kekasih nya agar saya tidak terluka lagi." ucap Mile.
"Wahh sungguh kisah percintaan yang Sadis." ucap Tiara.
"Dan setelah itu semua seluruh keluarga Jenny tau masalah nya, mereka memaklumi, saya tidak Kuat melihat Jenny dengan pria lain akhirnya saya memilih kembali ke Inggris. Tidak beberapa tahun saya kembali ke sini. Saya bertemu dengan Jenny dia sudah berpisah dengan kekasih nya karena melaporkan ke polisi atas kekerasan." ucap Mile.
"Apa Kalian balikan atau pacaran lagi?" tanya Tiara. Mile Menggeleng kepalanya.
"Pada saat itu saya tidak datang sendiri melainkan dengan wanita yang sudah mengisi hati saya." ucap Mile. Tiara sejenak terdiam.
"Kami bertemu dan membicarakan nya baik-baik. Apapun yang terjadi kamu sudah memutuskan untuk tidak perlu kembali bersama lagi." ucap Mile.
"Dan bagaimana dengan wanita yang kamu bawa itu?" tanya Mile.
"Saya dengan dia tidak Cocok. Saya muslim dia Kristen. Orang tua nya tidak setuju dan akhirnya berpisah." ucap Mile.
"Wahh seperti nya Kamu tidak beruntung dalam hal percintaan." ucap Tiara. Mile mengangguk.
"Lalu kamu? Bagaimana dengan mantan kamu?" tanya Mile.
"Tidak ada yang menarik. Saya mempunyai kisah percintaan yang baik." ucap Tiara.
"Bagus lah kalau seperti itu." ucap Mile. Tiara tersenyum. Walaupun sebenarnya hati nya sangat sakit Ketika Mile membahas Kisah percintaan nya.
Entah apa yang terjadi pada Tiara namun dia tidak Kuat mendengar cerita suami nya, namun tetap saja dia penasaran.
__ADS_1