
"Aku mandi dulu yah, keringat sekali. Setelah itu aku mengantar kan kamu pulang ke rumah kamu." ucap Tiara. Alisa menganguk.
Tidak beberapa lama mereka Otw ke rumah Alisa. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana. "Loh ini kan mobil kak Rafi." ucap Tiara masuk ke halaman rumah Alisa.
Alisa dan Tania melihat Rafi yang duduk di teras rumah, melihat Alisa dan Tiara datang dia langsung berdiri. Sementara Alisa seperti mau menghindar.
"Kenapa kamu tidak memberi tahu, Alisa bersama kamu?" tanya Rafi. "Aku tidak tau kalau kakak menunggu di sini." ucap Tiara.
Rafi menoleh ke arah Alisa.
"Ayo kita berbicara Alisa." ucap Rafi.
"Untuk saat ini aku tidak ingin membicarakan apa pun, lebih baik kamu pulang." ucap Alisa.
"Selesaikan masalah Kalian dengan baik-baik dulu. Aku akan segera ke rumah ibu dan Ayah." ucap Alisa.
"Kamu ngapain ke sana?" tanya Rafi.
"Humm mau menjemput barang Kak." jawab Tiara. "Kamu yakin ke sana?" ucap Rafi lagi.
"Iyah kak, kakak tidak perlu takut atau meragukan aku." ucap Tiara. "Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati, kakak akan berbicara dengan Alisa." ucap Rafi.
Alisa seperti menahan Tiara namun Tiara harus pergi.
"Semoga ada jalan terbaik." ucap Tiara. Setelah dia pergi Rafi memegang tangan Alisa.
Alisa melepaskan tangan Rafi.
"Kamu mau membicarakan apa? Aku tidak ingin mendengar kan apapun untuk sekarang. Aku rasa hubungan kita tidak ada gunanya hanya membuang waktu saja." ucap Alisa.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu Alisa? Aku sangat mencintai kamu, dan juga orang tua ku sudah tau hubungan kita. Kita harus berjuang membuktikan kalau kita saling mencintai." ucap Rafi.
"Kamu tidak mencintai ku dengan sungguh-sungguh. Kamu bimbang memilih Antara aku dengan Enjel." ucap Alisa.
"Kenapa Kamu mengatakan itu, aku sangat mencintai kamu. Kamu tau bagaimana perjuangan ku untuk mendapatkan kamu." ucap Rafi.
__ADS_1
"Kalau kamu mencintai aku, mana mungkin kamu pergi merawat Enjel di rumah sakit. Kalian berdua di sana dan juga kamu merawat nya sampai sembuh. Sementara aku menunggu kamu namun kamu sama sekali tidak mengingat." ucap Alisa.
"Enjel demam tinggi, aku sangat ingin pulang. Namun aku tidak tega meninggalkan Enjel." ucap Rafi. Alisa menghela nafas panjang.
"Sebaiknya kamu pulang saja." ucap Alisa. Rafi menolak dia langsung memeluk Alisa. "Aku mohon pikir kan tentang perasaan aku Alisa. Saat ini aku sangat butuh dukungan dari kamu." ucap Rafi.
Dia sudah sangat menyerah menyakinkan kekasih nya itu kalau dia sangat tulus.
"Kita sudah sampai di titik ini, apa kamu mau semua nya sia-sia begitu saja? kalau kamu mencintai aku tolong berjuang dan Sabar bersama ku." ucap Rafi.
Alisa diam. "Aku sangat merasa bersalah karena tidak ada saat kamu ragu dan juga takut." ucap Rafi.
Alisa memikirkan lagi.
"Sejujurnya aku hanya memikirkan perasaan orang tua kamu, perasaan kamu. Karena kalau kamu menentang orang tua kamu yang susah adalah kamu." ucap Alisa.
Rafi Menggeleng kan kepala nya. "Saya akan memulai dari nol lagi asal kamu berjanji mau setia dan selalu ada untuk aku." ucap Rafi.
"Restu orang tua adalah hal yang sangat utama. Rejeki dan semua urusan anak akan lancar kalau di sertai ridho dan juga doa orang tua." ucap Alisa.
"Aku menemukan kenyamanan, kebahagiaan bersama kamu. Aku tidak menemukan hal itu pada orang lain. Mereka hanya melahirkan dan membesarkan aku Tampa memikirkan perasaan ku." ucap Rafi.
Alisa sangat terharu mendengar kata-kata Rafi dia langsung memeluk nya. "Maafin aku." dia memeluk Rafi begitu erat. Air mata Rafi langsung keluar ketika Alisa langsung memeluk nya.
Sementara Alisa merasa Bosan duduk di mobil. Pinggang nya mulai sangat sakit sekali. "Pak gak bisa sedikit cepat yah bawa mobil nya?" ucap Tiara.
"Maaf non, tapi ini perintah dari Tuan Mile. Non Tiara sedang hamil tidak boleh berkendara terlalu cepat." ucap supir.
"Masalah nya sekarang pinggang saya sudah sangat sakit karena duduk terlalu lama. Kalau kita tidak segera sampai Saya Akan mual dan pusing." ucap Tiara.
Supir langsung melajukan mobil dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya. Tiara tersenyum.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di depan rumah orang tua nya.
"Akhirnya sampai jumpa, pinggang ku sudah mau patah. Kaki ku sudah kesemutan." ucap Tiara.
__ADS_1
"Maafkan saya Non." ucap supir.
"Tiara! Kamu kenapa di sini? Suami kamu mana?" tanya Bu Rosa.
"Aku adalah anak ibu, kenapa yang ibu tanya adalah menantu? Aku ke Sini karena aku merindu kan rumah." ucap Tiara. Ibu nya menatap dengan tatapan aneh.
"Kamu yakin merindukan rumah? Tiara yang ibu kenal tidak akan pernah pulang kerumah kalau tidak membutuhkan sesuatu, di paksa atau pun kekurangan uang." ucap Bu Rosa.
Tiara Menghela nafas panjang. "aku hanya ingin menjemput barang-barang yang ku butuhkan sih Bu." ucap Tiara.
"Ibu sudah menebak nya." ucap Bu Rosa.
Tiara masuk terlebih dahulu Tampa di tawarkan oleh ibu nya.
"Ayah kemana Bu?" tanya Tiara.
"Dia sudah pergi bekerja." ucap Bu Rosa.
"Oh iya, ibu sudah membaca berita kalau anak kamu laki-laki, Ibu sangat senang deh." ucap Bu Rosa. "Humm ibu pasti mendapat kan keuntungan. Kerjasama dengan perusahaan Minor pasti akan di perpanjang." ucap Tiara.
"Ya sudah Bu aku mau ke kamar dulu, aku mau istirahat." ucap Tiara. Tiara meninggalkan ibunya di ruang tamu.
"Sungguh anak yang tidak mempunyai sopan santun kepada orang tua." ucap Bu Rosa.
"Ah sudahlah aku tidak perduli, sekarang aku harus merayakan kebahagiaan ku." ucap Bu Rosa. Dia ingin keluar sore nanti bersama teman-teman nya.
Di kamar Tiara melihat kamar nya sudah seperti gudang saja. Dia baru ingat kalau kado-kado pernikahan nya belum ada yang di buka.
Tiara mengeluarkan semua nya, dia akan membuka yang tersisa. "Tok!! Tok!! Tok!!" Bu Rosa datang ke kamar Tiara.
"Ibu mau masak makan siang apa untuk kamu?" tanya Bu Rosa.
Tiara kaget dia langsung menatap ke arah Ibu nya.
"Terserah ibu Saja, aku akhir-akhir ini tidak pemilih makanan." jawab Tiara.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, ibu keluar dulu." ucap Bu Rosa. Tiara cukup lama terdiam karena ibu nya tiba-tiba saja menjadi baik.
Tiara menoleh ke arah nakas yang ada di samping tempat tidur. Dia membuka nya namun dia sangat kaget tidak menemukan jam dan juga Dasi yang sempat dia simpan di Sana.