Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 156


__ADS_3

Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Dia masuk dengan kartu cadangan nya.


Dia datang langsung mendorong Rafi yang hendak menghampiri nya, dia terlihat sangat emosi sementara Rafi Terkejut dan kebingungan.


"Apa yang kamu lakukan Tiara?" tanya Rafi.


"Justru aku yang harus bertanya apa yang telah kakak lakukan?" ucap Tiara. "Kakak tidak mengerti apa yang kamu bicarakan!" ucap Tiara menunjuk kakak nya.


Rafi mendekati Tiara. "Tenang dulu, bicarakan baik-baik." ucap Rafi memegang lengan Tiara kedua nya namun Tiara langsung berontak.


"Jangan menyentuh ku!" ucap Tiara. Dia semakin mendorong Rafi memukuli nya tiba-tiba Mile datang menahan istri nya.


"Tiara tenang lah, apa yang terjadi?" tanya Mile.


"Lepaskan aku! Lepaskan aku!" ucap Tiara. Mile tidak kuat menahan Tiara.


"Kalian berdua sama saja! Tidak ada satu pun pria yang baik di dunia ini, Suami, kakak, Ayah bahkan teman!" ucap Tiara. Setelah itu dia langsung pergi begitu saja.


Rafi menatap wajah Mile yang juga panik.


"Apa yang terjadi kak?" tanya Mile. "Saya tidak tau, dia tiba-tiba datang ke sini marah." ucap Rafi.


"Apa kamu dengan dia bertengkar?" tanya Rafi. "Hanya sedikit salah paham, namun tidak begitu parah, saya pikir itu bukan hanya karena salah paham namun ada hal lain." ucap Mile.


"Apa dia belum pulang ke rumah sama sekali?" tanya Rafi. Mile Menggeleng kepalanya. Rafi langsung memeriksa Ponsel nya mau menelpon Alisa namun ada pesan masuk dari Alisa.


"Aku minta maaf sudah memberi tahu tentang semua nya pada Tiara." isi pesan Alisa. Rafi menghela nafas panjang.


"Ayo kejar Tiara." ucap Rafi. "Kakak di sini saja, saya akan mengejar nya." ucap Rafi.


Tiara mengendarai mobil nya cukup laju. Mile tidak mau lepas dari istri nya dia mengimbangi kecepatan mobil istri nya.


"Tiara berhenti! Saya bilang berhenti, mengendarai mobil begitu laju saat emosi berbahaya!" teriak Mile dari samping.


Tiara sama sekali tidak perduli. Namun Mile tiba-tiba berhenti di depan mobil Tiara sehingga membuat Tiara terkejut dan menginjak rem dengan cepat.


"Bukan pintu nya Tiara!" ucap Mile. Tiara melihat wajah khawatir Mile. Tiara menangis di dalam mobil nya. Mile membuka pintu.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Mile. Dia membawa Tiara Keluar dan memeluk nya.


Tidak beberapa lama Mile sudah membawa istri nya ke rumah dan dia istirahat di kamar nya. Mile baru saja berbicara dengan kakak ipar nya.


Mile sudah tau Masalah inti nya di mana, namun tetap saja dia salah.

__ADS_1


"Permisi Tuan. Saya sudah selesai memeriksa Non Tiara." Ucap Dokter kandungan yang berbeda Zarin.


"Terimakasih Dok." ucap Mile. Dokter itu pun meninggalkan dia.


"Mile Apa yang terjadi pada Tiara?" tiba-tiba Papahnya datang bersama Mamah tiri nya.


"Tiara hanya syok Pah. Masalah kecil kok." ucap Mile. "Masalah kecil bagaimana? Ini membahayakan calon Cucu Papah. Papah sudah mendengar semua nya." ucap Pak Daniel.


Mile menghela nafas panjang.


"Kamu tidak becus mengurus istri dan calon anak kamu sendiri." ucap pak Daniel marah.


"Sudah Pah tidak perlu marah-marah, Lagian Tiara tidak kenapa-kenapa, lebih baik kita pulang ini sudah malam Mile dan Tiara ingin istirahat." ucap Bu Vina.


"Kalau terjadi apa-apa pada Calon Cucu papah kamu akan menanggung Resiko nya!" ucap Pak Daniel mengancam.


Mile menghela nafas panjang.


"Dia adalah istri ku, yang di dalam perut nya adalah anak ku namun kenapa aku seperti tidak ada gunanya?" ucap Mile.


Dia mengusap wajah nya.


Namun tiba-tiba dia mendengar suara muntahan dari kamar. Dia langsung masuk ke dalam.


Mile memberikan obat dan juga mengoleskan minyak kayu putih tidak lupa juga air mineral yang banyak.


"Sudah lebih baik?" tanya Mile. Tiara menganguk.


"Saya minta maaf atas semua kesalahan saya, tentang kemarin saya benar-benar hilang kendali." ucap Mile.


Tiara diam. Mile tidak berbicara lagi dia naik ke kasur.


"Kamu istirahat yah." ucap Mile. Tiara menganguk dia pun tidur di lengan suami nya.


"Roy.." panggil Bu Vina.


"Iyah mah, masuk saja." ucap Roy.


"Bagaimana keadaan kamu nak? Sudah baikan?" tanya Bu Vina meletakkan air minum di nakas samping tempat tidur.


"Sudah lebih baik Mah. Mamah dari mana saja?" tanya Roy.


"Mamah menemani papah melihat keadaan Tiara yang kata dokter syok karena ribut dengan Mile." ucap Bu Vina.

__ADS_1


"Lalu bagaimana keadaan Tiara sekarang Mah?" tanya Roy.


"Tidak begitu parah, hanya syok saja. Saat kita hamil kita akan sangat sensitif dan juga mudah sakit, mudah sedih dan juga sakit." ucap Bu Vina.


"Kak Mile kalau tidak bisa menjaga Tiara lebih baik tidak perlu menikah saja, dia pasti berbuat kasar pada Tiara." ucap Roy.


"Dia adalah kakak kamu, berhenti membenci nya seperti ini, Mamah tidak pernah mengajari kamu seperti ini." ucap Bu Vina.


Roy diam. "Ya udah kamu minum obat dan setelah itu istirahat. Papah bilang besok kamu masih bisa cuti." ucap Bu Vina. Roy Menganguk. Bu Vina mencium kepala Roy dan setelah itu keluar.


"Kita lihat saja siapa yang akan kalah." ucap Roy sambil tersenyum sinis.


Keesokan harinya Roy duduk di pinggir kolam berenang sambil menikmati sinar matahari pagi di temani oleh dua bodyguard kesayangan nya.


Namun pak Daniel tiba-tiba datang. Dia berdiri memberikan salam pada papah nya.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Pak Daniel.


"Sudah lebih baik sekarang Pah." jawab Roy.


"Bagus lah kalau seperti itu, besok kita akan ada pertemuan penting di perusahaan Mile." ucap Pak Daniel.


"Baik Pah." ucap Roy.


"Ambillah ini." ucap Pak Daniel memberikan kunci pada Roy. "Apa ini Pah?" tanya Roy.


"Selamat ulang tahun. Ini hadiah dari Papah untuk kamu." ucap Pak Daniel. "Serius Pah? Ini mobil impian ku?" ucap Roy.


"Ini juga sebagai hadiah kamu sudah berhasil memenangkan perusahaan kita. Semoga kamu semakin giat." ucap Pak Daniel.


"Terimakasih banyak Pah. Aku pasti Akan melakukan yang terbaik." ucap Roy. Roy sangat senang sekali.


"Kamu masih sakit jadi Jangan mencoba nya terlebih dahulu setelah lebih baik kamu bisa mencoba nya." ucap pak Daniel.


Roy Menganguk. Pak Daniel pun meninggalkan Roy.


"Untuk saat ini aku adalah anak kesayangan Papah. Aku sekarang yang terbaik di mata papah dan aku tidak akan menyerah sampai papah memutuskan untuk menjadikan aku pemimpin utama." ucap Roy.


"Selamat ulang tahun yah Tuan." ucap bodyguard nya.


"Terimakasih. Kalian harus tetap membantu ku memenangkan semua rencana ku." ucap Roy


Author punya karya baru yang berjudul "Janda Muda dan Brondong Kaya." Mampir yah, tinggalkan jejak dan komentar nya juga 🙏

__ADS_1


__ADS_2