Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 234


__ADS_3

Ketika Lili jatuh ke bawah Mile mendekati nya. Lili tetap tertawa merasa tidak bersalah sama sekali, bahkan tidak melihat Mile sebagai anak nya.


Kin yang sudah tidak berdaya melihat Pria anggota Lili mengarahkan Senjata ke Mile yang membelakangi orang itu.


"Awas Mile!!" kin berusaha berdiri untuk Mengawas kan Mile namun peluru berhasil lepas.


Peluru tepat mendarat di bagian punggung Kin. Mile terkejut melihat itu dia sudah jatuh di dorong oleh Kin.


Lili tertawa karena melihat Kin di tempat dan lanjut jatuh ke lantai tak berdaya. Mile mendekati Kin. "Kin bangun Kin! Kin bangun." Mile berusaha menyadarkan Kin Namun tidak ada gunanya sekarang Kin sudah pingsan.


Lili mencari kesempatan dan akhirnya dia lari.


"Berhenti kamu!" Pak Daniel tiba-tiba datang. Lili kaget sekali melihat pak Daniel.


"Daniel kenapa kamu bisa di sini?" ucap Lili.


"Apa yang kamu lakukan? Apa kamu tidak mempunyai hati dan pikiran. Aku tidak habis pikir." ucap Daniel.


"Ini semua karena kamu. Kamu yang membuat ini semua." ucap Lili.


Mile adalah anak kamu, Tiara menantu kamu, kenapa kamu sangat tega!" ucap Pak Daniel.


"Kamu yang tidak mempunyai hati. Kamu sangat jahat kepada ku, kau adalah manusia paling jahat." ucap Lili.


"Justru kau tidak menyadari kesalahan mu, kalau bukan kamu yang memulai semuanya mungkin sekarang kita akan baik-baik saja. Kamu berselingkuh dengan ayah Kin dan hamil, apa saya bisa memaafkan itu?" ucap Pak Daniel.


"Dan sekarang kamu menyalah kan semua nya karena aku karena aku memilih menikah dengan Vina." ucap Pak Daniel.


"Wanita pelakor itu yang menghancurkan kita. Dia mengambil anak ku. Dia mengambil suami ku, semua nya di ambil oleh nya." ucap Lili.


Tiba-tiba Mile memeluk nya dari belakang yang membuat nya terkejut.


"Tidak ada yang bisa mengambil aku Mah, aku sangat merindukan mamah, aku sangat mencintai mamah." ucap Mile.


"Saya melarang dia mencari kamu karena kamu tidak memiliki akal sehat." ucap Pak Daniel.


"Aku sangat merindukan mamah." ucap Mile.


Tadi nya Lili terlihat sangat emosi sekarang karena pelukan Mile dia menjadi lebih tenang. Tiba-tiba dia menangis.


Pak Daniel meminta semua orang yang bisa membantu Kin di bawa untuk ke rumah sakit.


"Mah aku di sini untuk mamah. Aku mohon jangan seperti ini. Mamah tidak sendirian." ucap Mile memohon.

__ADS_1


Lili melepaskan tangan Mile namun Mile tidak mau.


Bu Vina datang dia datang dan berdiri di belakang Pak Daniel. Tiba-tiba Lili meminta maaf pada Vina.


Dia terlalu banyak mengganggu dan hampir membunuh Vina pada saat itu. Bu Vina dengan lembut menyuruh Lili berdiri dan memeluk nya.


"Kita sesama perempuan, sesama seorang Ibu. Aku paham posisi kamu kok. Aku sudah melupakan semua nya dan memaafkan kamu." ucap Bu Vina.


Pak Daniel tersenyum melihat itu. Untuk pertama kalinya Mile melihat senyuman tulus dari bibir papah nya.


Melihat Bu Vina Mile sangat merasa bersalah.


"Mile di Mana Tiara?" tanya Pak Daniel. Mile baru ingat karena melihat Ibu nya dia hampir lupa istri nya belum selamat.


Dia mencari nya dan ternyata Tiara hampir di bunuh untung saja dia datang sangat cepat.


"Mile akhirnya kamu datang." ucap Tiara.


Mile melihat keadaan istri nya sangat sedih dan buruk sekali.


Dia sangat merasa bersalah sekali melihat keadaan istri nya.


"Aku datang, kamu pasti selamat." ucap Mile mengendong istri nya berlari keluar.


"Kamu kuat. Kamu pasti kuat. Ingat anak kita." ucap Mile.


Tiara tidak kuat dia perlahan menutup mata nya. Mile melihat Tiara sudah tidak Membuka mata nya membuat dia takut sekali.


Sampai di dalam mobil dia meminta supir lebih cepat.


Sampai di rumah sakit dia meminta semua pihak rumah sakit menangani istri nya.


Bertahan lah sayang. Kamu kuat." ucap nya. Tiara di bawa keruangan ICU.


Sementara Sekarang Lili di bawa ke rumah sakit jiwa. Bukan untuk di tahan di sana. Namun Pak Daniel tau kalau mantan istri nya pasti ada gangguan jiwa.


Pak Daniel dan Bu Vina baru saja pulang dari sana menuju ke rumah sakit tempat Tiara di rawat.


Pak Daniel melihat ke wajah istri nya.


"Kenapa mamah kelihatan nya sangat sedih? Apa yang sedang mamah pikirkan?" tanya Pak Daniel.


"Aku bingung harus menghadapi Mile seperti apa Pah." ucap Bu Vina.

__ADS_1


"Kamu tidak salah, ini adalah kesalahan papah dan Mamah kandung nya." ucap Pak Daniel. Bu Vina hanya diam, hati nya belum tenang kalau Mile belum mau menganggap nya.


Di rumah sakit Mile mondar-mandir di depan ruangan ICU sendiri. Tidak beberapa lama mertua nya datang bersama iparnya.


"Bagaimana keadaan Tiara?" tanya mertua laki-laki nya.


"Masih di dalam Ayah." ucap Mile.


"Kalau anak dan cucu saya tidak selamat ini semua karena kamu dan keluarga kamu." ucap Bu Rosa. Mile Terdiam.


"Maafin saya Bu." ucap Mile. Tidak beberapa lama dokter keluar. Mile mau bertanya namun Sudah langsung Mertua nya.


"Bagaimana keadaan anak kamu Dok?" tanya Bu Rosa.


"Ada salah satu yang bisa berbicara dengan saya? suami nya ada?" ucap dokter. Mile mengangguk dia mengikuti dokter.


Pak Daniel dan Bu Vina baru saja sampai di rumah sakit. "D mana Tiara dan Mile?" tanya pak Daniel.


"Tiara Masih di dalam Pak. Kalau Mile lagi ikut dengan dokter." ucap Rafi.


Tidak beberapa lama Mile kembali dengan raut wajah yang sangat kecewa sekali


Mereka semua sangat panik sekali. "Ada apa Mile?" tanya Papah nya. Mile seketika lemas namun Bu Vina menahan nya karena dekat dengan nya.


"Duduk Dulu." mereka memberikan Air minum.


"Apa yang terjadi?" tanya Papah nya.


"Tiara koma Pah. Keadaan nya sangat buruk sekali. Dokter mengatakan kalau minim untuk keselamatan Tiara dan juga kandungan nya." ucap Mile.


Bu Rosa menangis. "Tiara...." dia menangis suami nya mengisyaratkan istri nya.


Pak Daniel dan juga Bu Vina semua orang yang di sana terdiam.


Rafi menahan dokter yang hendak masuk.


"Dokter saya mohon selamat kan Adik saya. Saya mohon dok." ucap Rafi.


"Kami kami akan melakukan semua yang bisa kami lakukan Pak. Harap banyak berdoa dan sabar yah." ucap dokter.


"Apa salah satu tidak bisa di selamat dokter?" tanya Bu Vina.


"Iyah dokter selamat Ibu nya saja." ucap Rafi. Dokter Menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Janin dan Ibu nya sama-sama sangat lemah. Kita hanya bisa menunggu sampai besok, jika ada kemajuan bisa salah satu di selamat kan." ucap dokter. mendengar itu hati mereka semua sangat Sedih.


__ADS_2