Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 149


__ADS_3

"Ada apa ini?" tanya Bu Rosa yang baru saja masuk.


"Lihat anak ini! Dia sama sekali tidak bisa di atur." ucap Pak Daniel.


"Ada apa Rafi?" tanya Bu Rosa.


"Ibu dan ayah benar-benar sangat egois, aku dengan Tiara menderita hanya karena keinginan ayah dan ibu." ucap Rafi meninggalkan orang tuanya.


"Rafi! Rafi!" panggil Ayah nya. namun Rafi Sama sekali tidak perduli dia memilih untuk pergi meninggalkan orang tua nya dari pada harus ribut besar.


"Dasar anak kurang ajar!" Pak Yuda.


"Sabar Ayah.." ucap Bu Rosa menenangkan suami nya.


Pak Yuda berusaha untuk menenangkan diri nya.


"Rafi yang dulu sama sekarang sangat jauh berbeda." ucap Pak Yuda. Ibu nya hanya bisa diam. Rafi melajukan mobilnya dengan kecepatan yang Cukup tinggi.


"Aaargggh!!!!" Rafi marah di dalam mobil nya.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di apartemen nya.


Dia menghentikan mobilnya di parkiran apartemen itu. "Apa yang aku telah lakukan? Aku memarahi orang tua ku?" ucap Rafi. Dia menjadi menyesal.


Dia memegang kepala nya. Karena merasa lelah di memutuskan untuk masuk ke apartemen nya.


Rafi membaringkan tubuhnya yang sangat penat sekali.


Sebelum ke kamar dia mengambil air minum untuk menenangkan diri nya.


Di rumah Tiara..


"Bik ini sudah jam Delapan malam, Mile kok belum datang yah?" tanya Tiara yang sudah menunggu dari tadi di ruang tamu.


"Sabar Non, mungkin perjalanan ke sini membutuhkan waktu yang lama." ucap Bibik. Tiara Menghela nafas panjang. Dia bersandar ke sofa sambil melihat ke arah Layar Tv.


"Apa menurut Bibik Mile berbohong kalau dia pulang hari ini?" tanya Tiara. Bibik Ja menggeleng kan kepala nya.


"Setau saya tuan Mile tidak pernah berbohong kapan dia pulang, dia tidak bisa pulang karena ada kendala atau ada urusan yang mendadak." ucap Bibik.


"Oohh gitu yah Bik." ucap Tiara. Bibik menganguk.


Menunggu satu Jam lagi..

__ADS_1


"Bik aku sudah sangat mengantuk namun tidak ada tanda-tanda kalau Mile akan datang." ucap Tiara. Bibik Ja ternyata sudah sangat mengantuk sehingga dia tidak sadar Tiara mengajaknya berbicara.


"Yahh Malah tidur." ucap Tiara. Tiara melihat ke arah pintu luar. "Seperti nya Mile tidak akan pulang ke rumah malam ini juga." ucap Tiara.


Dia menutup gorden, Pintu dan mematikan TV. Dia tidak lupa untuk membangun kan Bibik agar pindah ke kamar.


Tiara berbaring di kasur nya dan tidak beberapa lama akhirnya tertidur. Keesokan harinya Tiara bangun dengan posisi yang sama, dia memegang pinggang nya yang sakit.


Melihat sebelah nya masih kosong dia termenung dia memeriksa ponsel nya yang berdering.


"Halo Alisa." ucap Tiara. "Kamu ada di mana?" tanya Alisa.


"Aku lagi di rumah, emang nya kenapa Alisa?" tanya Tiara.


"Aku main ke rumah kamu yah." ucap Alisa. "Boleh. Datang saja." ucap Tiara. Alisa mengangguk dia pun berangkat ke rumah Tiara.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai juga di sana.


Dia menekan Bel beberapa kali sampai Bibik Ja datang untuk membukanya.


"Non Alisa mau mencari non Tiara yah?" tanya Bibik Ja.


"Iyah Bik," jawab Alisa. "Ayo masuk dulu Non." ucap Bibik Ja.


"Alisha..." Tiara datang langsung memeluk Alisa.


"Kamu seperti tidak bertemu aku sudah lama saja." ucap Alisa pada Tiara.


"Aku sangat merindukan kamu, kamu tau sendiri akhir-akhir aku tidak bisa keluar lagi bertemu teman-teman ku, kamu sudah tau jelas aku lebih dekat dengan teman-teman ku, karena teman-teman ku adalah segala nya bagi ku." ucap Tiara.


Alisa tersenyum.


"Ayo duduk dulu." ajak Tiara. "Bik tolong bawa makanan yang enak sama minuman yang enak." ucap Tiara. Bibik Ja menganguk.


"Hari ini kamu gak kerja?" tanya Tiara.


Alisa menggeleng kan kepala nya.


"Aku mengambil Cuti lagi." ucap Alisa. "Ada masalah yah?" tanya Tiara, Alisa menggeleng kan kepala nya.


"Orang tua ku hari ini mau datang ke Sini, mungkin siang nanti Akan sampai." ucap Alisa.


"Oohhh." ucap Tiara.

__ADS_1


"Enak yah punya orang tua yang perduli sama anak nya, yang sangat menghargai keputusan anak nya." ucap Tiara. Alisa tersenyum.


"Sangat jauh berbeda dengan orang tua ku, di hidup mereka hanya memikirkan jabatan, perusahaan, uang dan usaha saja. Dan menjadikan anak-anak nya sebagai alat agar mereka semakin sukses." ucap Tiara.


"Ssstt gak boleh berbicara seperti itu. Di balik mereka yang seperti itu kamu sekarang bisa mendapatkan hidup yang lebih tenang dari sebelumnya." ucap Alisa.


Tiara menghela nafas panjang.


"Apa kamu dengan Mile belum akrab? Kelihatan nya sudah sangat akrab, bahkan aku melihat kamu jauh berbeda Sekarang dari biasanya." ucap Alisa.


"Aku sudah mencintai Mile dia juga begitu. Hanya saja kami belum mempublikasikan nya." ucap Tiara.


"Sebaiknya jangan sih, sangat banyak musuh yang akan mengetahui itu dan akhirnya mengancam keselamatan kamu dan bayi kamu." ucap Alisa.


"Humm aku paham kok." ucap Tiara.


"Lalu sekarang pak Mile di Mana? Seluruh orang Kantor sudah membicarakan kepulangan nya hari ini." ucap Alisa.


"Aku tidak tau dia ada di mana, bahkan nomor nya tidak bisa di hubungi!" ucap Tiara Deng kesal.


"Kalau tidak salah aku dengar dari beberapa atasan ku kalau setelah pulang menyelesaikan Pekerjaan nya pak Mile Akan membuat laporan terlebih dahulu pada Pak Daniel." ucap Alisa.


"Laporan?" ucap Tiara. Alisa menganguk.


"Pak Mile Masih di bawah tangan Pak Daniel. Pak Mile masih harus melakukan tugas nya terhadap pak Daniel sampai dia menjadi pemimpin keluarga Minor." ucap Alisa.


Tiara terdiam sejenak.


"Keluarga Ini cukup banyak memiliki aturan. Dan semua nya harus takut kepada Pak Daniel terutama anak-anak nya." ucap Alisa.


Tiara terdiam sejenak. "Jadi menurut kamu sekarang Mile lagi di rumah papah mertua?" tanya Tiara. Alisa menganguk.


"Oohhh." ucap Tiara.


"Pak Daniel terkenal pemimpin yang paling kejam di takuti semua orang-orang, dan semua musuhnya takut kepada nya sehingga orang-orang tertentu yang bisa menyerang keluarga nya." ucap Tiara.


"Pak Daniel memenangkan semua persaingan di segala bidang. Dan dia sangat membenci kekalahan, kebohongan, penipuan dan juga penghianatan." ucap Alisa.


Mendengar itu Tiara seketika merinding.


"Ternyata kau banyak tau juga yah tentang keluarga ini, bahkan aku saja yang tinggal di sini tidak tau begitu banyak." ucap Tiara.


"Kebetulan papah ku mengenal baik Pak Daniel, aku tau banyak tentang itu dari Papah ku juga." ucap Alisa. "Oohh." ucap Tiara. Namun tiba-tiba bel berbunyi.

__ADS_1


"Biar saja saja Non." ucap Bibik dia langsung berjalan ke arah pintu dan melihat siapa yang datang.


__ADS_2