Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 66


__ADS_3

"Ya sudah Om aku mau tidur dulu. Percuma saja aku menjelaskan lebih lama." ucap Vandi karena merasa Mile hanya mendengar Tampa memikirkan omongan nya.


Mile melihat Vandi pergi.


"Ini Kopi Om." ucap Lena yang di suruh buat kopi. Mile mengambil dari tangan Lena meletakkan nya di atas meja.


"Ada apa dengan kak Vandi om?" tanya Lena Karena melihat wajah Vandi yang sedikit datar.


"Tidak ada. Kamu juga istirahat lah." ucap Mile. Lena mengangguk.


"Oh iya bagaimana kabar Ibu sama ayah kamu? Oma Belum sempat menemui mereka." ucap Mile.


"Baik-baik saja Om, besok pagi mereka sudah pulang lagi tidak bisa lama-lama di sini." ucap Lena. "Oohhh." ucap Mile.


"Tapi kenapa sih Om gak Bilang sama Tante Tiara kalau om sudah Balik ke Jakarta beberapa hari yang lalu? Dia sangat khawatir." ucap Lena.


"Lebih baik kamu pergi istirahat." ucap Mile.. Lena pun meninggalkan Mile.


Mile Menghela nafas panjang dia menghabis kan kopi nya dan langsung naik ke atas. Dia membuka pintu dia melihat Tiara sudah tidur.


Mile meletakkan Buku nya di atas meja dan mendekati Tiara.


"Apa kamu sudah tidur?" tanya Mile. Tiara mengabaikan Mile.


"Saya tau kamu belum tidur. Bisa kita bicara?" tanya Mile.


"Aku sudah ngantuk, jangan ganggu aku." ucap Tiara.


"Saya minta maaf tidak mengabari dan sudah membuat kamu khawatir." ucap Mile.


"Lupakan saja." ucap Tiara, Mile Menghela nafas panjang.


"Sebenarnya saya sudah Sampai di Jakarta beberapa hari yang lalu, namun beberapa pekerjaan saya harus saya urus dulu sebelum pulang ke rumah." ucap Mile.


Tiara bangun dia menatap wajah suaminya.


"Kamu gak pulang ke sini karena ada aku kan? Aku membuat kamu tidak nyaman kan?" ucap Tiara langsung. Mile menggeleng kan kepala nya.


"Tidak seperti itu Tiara, saya sama sekali tidak berfikir seperti itu. Justru karena saya ingin bertemu dengan kamu itu sebabnya saya pulang." ucap Mile.


Tiara mengabaikan ucapan Mile. Tiba-tiba Mile memegang tangan Tiara. "Terimakasih sudah mengkhawatirkan saya. Terimakasih sudah menunggu saya di sini." ucap Mile.


Tiara seketika terdiam. Mata mereka saling bertatapan Mile mau mencium bibir Tiara namun tiba-tiba Tiara membuang wajah dan langsung tidur.

__ADS_1


"Aku mau tidur, aku sangat lelah." ucap Tiara.


Mile terdiam. Namun dia memerhatikan Tiara sama sekali tidak bisa tenang dan memijit-mijit betisnya.


"Bagaimana dengan kaki kamu Masih sakit?" tanya Mile. Tiara diam, Tiba-tiba Mile duduk di kasur dan membuka selimut Tiara.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Tiara.


"Memijit." ucap Mile. Dia mengangkat kaki Tiara ke atas paha nya.


"Aaaaaahhh!!"' tiba-tiba Tiara berteriak karena Mile memijit nya sangat Keras. "Kenapa? Apa sangat sakit?" tanya Mile panik.


"Kami mau menyembuhkan kaki ku atau mau membuat aku gak bisa jalan yah?" ucap Tiara marah.


"Maaf saya tidak sengaja." ucap Mile.


"Kalau kamu tidak bisa memijit jangan pura-pura bisa, sakit banget." ucap Tiara duduk dan memijit-mijit kaki nya sendiri.


"Biar saya bantu mengoleskan minyak." ucap Mile. Tiara melihat wajah Mile yang terlihat sangat serius sekaligus khawatir.


"Mijit yang benar tuh kata gini." ucap Tiara mencontoh ke lengan Mile.


"Sini aku ajarkan." ucap Tiara membantu tangan Mile di kaki nya. Tiara memegang tangan Mile. Tiara menatap Mile yang sangat serius memerhatikan nya membuat nya tersenyum.


"Mile!" ucap Tiara tiba-tiba memanggil Mile.


Mile yang tadi nya sudah menutup mata langsung membuka nya dan duduk.


"Ada apa? Apa perut kamu tiba-tiba sakit lagi" tanya Mile.


"Selamat malam." ucap Tiara dan langsung tidur membelakangi Mile.


Mile Terdiam sejenak namun dia langsung tersenyum tipis.


"Selamat malam juga." ucap Mile dan berbaring dengan nyaman. Dia tidak berhenti melihat ke arah kasur agar mata nya bisa terpejam lagi.


Keesokan harinya...


Mile baru saja selesai mandi. "Loh kemana dia?" batin Mile tidak melihat Istri nya di kasur karena saat di ke kamar mandi Tiara Masih ada di sana.


Dia melihat pakaian nya sudah ada di atas kasur. Saat mau memakai nya dia melihat pintu lemari milik istri nya.


Mile penasaran apa baju-baju yang kemarin sudah di buang atau masih di simpan oleh istri nya dan ternyata Masih di simpan.

__ADS_1


Mile dengan acak mengambil salah satu Jas Warna Hitam, lengkap dengan celana dan juga dasi nya.


Setelah di pakai oleh nya ternyata benar-benar sangat Cocok, membuat nya semakin keren, Tiara sangat tau bagaimana cara nya merubah penampilan Mile agar tidak membosankan.


Setelah selesai dan sudah rapi dia keluar tidak lupa membawa tas kerja dan laptop nya serta ponsel nya.


"Pagi Bik." sapa Mile. "Pagi juga den." Ucap Bibik sambil tersenyum. Bibik melihat penampilan Mile yang berbeda membuat nya senyum.


"Bibik kenapa melihat saya seperti itu?" tanya Mile.


"Den Mile sedikit berbeda hari ini, sangat keren." ucap Bibik. Mile tersenyum.


"Pagi Om." sapa Keponakan nya yang baru saja turun.


"Pagi." jawab Mile.


"Widih om Mile keren banget pakai berpakaian yang senada dan jas yang sangat cocok di badan." ucap Vandi.


"Jas baru yah Om? dari jauh saja sudah terlihat sangat mahal sekali." ucap Vandi.


"Jangan aneh-aneh saja. Ini hanya Jas biasa saja." ucap Mile.


"Oh iya buk. Tiara mana? Dari tadi saya tidak melihat nya." ucap Mile. "Seperti biasa Den, non Tiara sangat senang berkebun menanam bunga menyirami nya di pagi hari dan juga di sore hari." ucap Bibik.


Mile melihat ke taman belakang dan benar saja istri nya sedang menanam Bunga.


Di bawah matahari pagi di kelilingi bunga dan juga memakai dress putih selutut membuat nya terlihat sangat cantik di tambah lagi rambut yang di kunci tersisa sedikit di bagian telinga membuat nya semakin anggun.


Mile memandangi nya cukup lama sampai Tiara sadar kalau ada yang memantau nya. Tiara mendekati Mile.


"Saya merasa Sayang kalau baju nya tidak di pakai, saya mengambil nya dari lemari kamu dan memakai." ucap Mile.


Tiara tersenyum.


"Sangat cocok banget di badan kamu.' ucap Tiara. Mile tersenyum tipis namun tidak dilihat oleh Tiara.


"Waktu nya sarapan, ayo cuci tangan dan sarapan." ucap Mile. "Aku sudah makan roti tadi." ucap Tiara.


"Buat kan saya Kopi." ucap Mile.


"Sudah ada di atas meja makan." ucap Tiara.


Mile menghela nafas panjang. "Temenin saya sarapan." ucap Mile. Tiara melihat tanaman nya.

__ADS_1


"Sangat banyak orang di dalam menemani Kamu Makan, kenapa harus aku? Aku sedang menanam bunga." ucap Tiara.


__ADS_2