
Di pagi hari nya Pak Yuda menggedor pintu kamar Tiara.
"Tiara bangun! Bangun!!" Ucap pak Yuda.
"Ayah jangan teriak-teriak seperti itu." ucap Ibu menahan suami nya.
"kalau tidak seperti ini dia tidak Akan bangun!" ucap Pak Yuda. "Tapi dia anak cewek Ayah tidak baik di kasarin seperti itu." ucap buk Rosa.
Tiara bangun. Wajah nya terlihat sangat sembab karena menangis semalaman.
"Kamu segera siap-siap! Kamu harus ikut dengan kita." ucap pak Yuda. "Kemana Ayah?" tanya Tiara.
"Ikut saja." ucap Pak Yuda, Tiara menoleh ke arah Ibu Nya.
"Ya udah nak, kamu siap-siap yah, kami tunggu di bawah." ucap buk Rosa.
Tidak beberapa lama mereka pun berangkat menggunakan satu mobil. Tiara sangat takut Kemana ayah nya membawa dia.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di tujuan. Tiara turun dari mobil dengan perasaan yang sangat takut.
Ayah nya membawa Tiara ke dukun. Tiara sangat takut.
Mereka menunggu di luar, sementara Ayah nya masuk ke dalam namun tidak beberapa lama Tiara di panggil masuk.
"Saya mau menggugurkan janin anak saya Mbah." ucap pak Yuda. Dukun itu memerhatikan Tiara, dia terlihat sangat takut.
"Umur janin nya masih sangat muda, saya hanya bisa memberikan ramuan ini, rajin di minum sebelum tidur." ucap dukun itu.
Setelah selesai dari sana mereka pun pulang.
"Minum obat itu, Ayah tidak mau janin itu masih ada di perut kamu." ucap pak Yuda. Tiara memberanikan diri untuk meminum nya.
Baru saja mencicip namun sangat pahit sehingga ingin membuat nya muntah.
Namun ayah dan ibu nya memaksa untuk terus meminum nya.
Setelah itu Tiara langsung ke kamar nya. Dia berbaring karena merasa kepalanya sangat pusing sekali.
"Non Tasya makan dulu yah." ucap Bibik meletakkan makanan di atas meja.
Tiara mengangguk. Bibik melihat Tiara sangat kasihan.
__ADS_1
"Yang sabar yah Non," ucap Bibik mengelus punggung Tiara.
Tiara tiba-tiba menangis. Bibik memeluk nya agar Tiara kuat.
"Aku tidak tau kalau semua nya akan seperti ini bik, aku tidak menginginkan ini." ucap Tiara.."Tidak ada yang menginginkan ini non, intinya Non harus banyak bersabar." ucap Bibik.
"Kepala ku sangat pusing bik, perut ku tiba-tiba sakit." ucap Tiara.
"Itu adalah efek dari obat nya non, ini akan sangat sakit ketika sudah meminum ke tiga dan ke empat sampai janin nya meninggal." ucap Bibik.
"Aaaa sakit sekali Bik." ucap Tiara. Bibik semakin khawatir namun dia bingung harus berbuat apa. Dia mau minta tolong pada majikannya namun mereka sudah pergi, akhirnya dia memutuskan menelpon Mile.
"Halo!" ucap Mile.
"Halo Den, ini saya Bibik yang bekerja di rumah non Tiara. Den bisa ke sini sekarang? non Tiara sakit." ucap Bibik.
"Baiklah, kalau begitu saya akan segera ke sana, kebetulan saya lagi ada di daerah rumah Pak Yuda." ucap Mile.
"Yang sabar yah non, saya sudah menelpon den Mile." ucap Bibik. "Kenapa harus dia bik? Jangan sampai dia tau kalau aku hamil dan berusaha menggugurkan janin ku." ucap Tiara.
"Non Tiara tenang saja, Bibik akan melakukan sesuatu agar den Mile tidak tau." ucap Bibik.
Tidak beberapa lama Mile datang, dia menggendong Tiara yang hampir pingsang menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Obat yang di minum oleh Tiara adalah minuman yang sangat berbahaya bisa mengakibatkan gugur nya janin." ucap dokter.
"Untung saja langsung di bawah ke sini, kalau tidak bisa berakibat fatal pada sang ibu, karena fisik nya sangat lemah, sekarang janin sangat lemah." ucap dokter.
Tiara yang mendengar itu menangis.
"Saya sarankan jangan meminum obat itu lagi, kalau tidak itu akan bisa mengakibatkan kematian untuk janin dan Ibu." ucap Dokter.
Setelah itu dokter keluar, Mile masuk ke dalam.
"Bagaimana keadaan nya bik?" tanya Mile.
"Alhamdulillah sudah baikan kok Den, terimakasih sudah membawa kami ke sini." ucap Bibik.
"Kebetulan saya di sini mengurus dekorasi gedung pernikahan nanti bik," ucap Mile.
Mile menatap Tiara.
__ADS_1
"Kamu yakin baik-baik saja?" tanya Mile pada Tiara. Tiara mengangguk. "Kamu bisa pergi, Bibik ada di sini untuk menjaga ku." ucap Tiara.
Mile mengangguk dia pun permisi dan segera pergi.
Pak Yuda dan Buk Rosa yang mengetahui Tiara masuk rumah sakit di antar oleh Mile, membuat mereka panik, namun setelah di bilang Bibik Mile tidak tau kalau Tiara Hamil mereka jadi lega.
Satu hari sebelum pernikahan, Tiara sudah di pasang Hena di tangan nya. Dia hanya beberapa jam di rumah sakit dan setelah itu pulang.
Keesokan harinya Tiara sudah selesai di dandanin. Ibu dan ayah nya datang.
"Kamu meminum obat itu sampai habis kan?" tanya ayah nya. "Minum kok Ayah." ucap Tiara. Ayah nya tersenyum.
"Ayah tidak mau tau acara hari ini tidak boleh berantakan, Ayah dan ibu tidak mau malu karena kamu." ucap pak Yuda.
Tiara hanya diam sambil menunduk kan kepala nya.
"Sudah Ayah, ini adalah hari bahagia untuk keluarga kita ini adalah hari pernikahan Tiara jangan membuat nya sedih. kita harus mendukung nya." ucap Buk Rosa.
Akhirnya mereka keluar dari sana meninggalkan Tiara.
Rafi datang ke kamar.
"Kamu sudah siap?" tanya Rafi. Tiara hanya diam.
"Hanya untuk hari ini, kakak mohon jangan membuat Ayah sama ibu kecewa, sudah cukup semua yang kamu lakukan membuat mereka kecewa." ucap Rafi.
Tiara tetap diam, Rafi pun keluar. Mereka pun berangkat ke gedung yang sudah di siapkan untuk pernikahan mereka.
Mile dan keluarga nya sudah ada di sana, ternyata sudah sudah sangat ramai, kedatangan Tiara membuat semua kamera terarah pada wanita yang cantik senyuman yang indah.
Mile yang duduk melihat Tiara datang di dampingi beberapa orang membuat nya panglima karena Tiara sangat cantik dengan baju pengantin warna putih itu.
Ijab Kabul pun di bacakan, Mile harus beberapa kali mengulang karena dia sangat gugup, di bahkan tidak ada persiapan sama sekali.
Namun setelah Semua mengatakan Sah Air mata Tiara keluar, dia sangat sedih sementara semua orang yang ada di sana sangat senang.
Waktu nya Tukar cincin. Setelah tukar cincin untuk pertama kalinya Mile mencium kening istrinya.
Setelah itu acara resepsi.
Mile sadar kalau Tiara yang duduk di samping nya menangis, dia mengambil tisu dan memberikan nya pada Tiara.
__ADS_1
"Jangan menangis, sayang makeup kamu jadi rusak." ucap Mile pada Tiara. Tiara mengambil tisu dan menghapus air mata nya.