
Setelah selesai makan Mile membersihkan tempat makan mereka. Tiara bersandar di sandaran Kasur.
"Humm akhirnya perut ku kenyang juga." batin Tiara.
Mile kembali ke dalam kamar.
Dia langsung berjalan ke arah sofa dan berbaring membelakangi Tiara.
"Kamu baru saja selesai makan, nanti perut kamu Akan gembung kalau habis makan tapi langsung tidur." ucap Tiara.
"Saya harus sekarang karena Besok saya harus berangkat ke kantor pagi." ucap Mile. Tiara pun diam membiarkan Mile tidur dan dia juga tidur.
Keesokan harinya.
"Tiara bangun Tiara." Buk Rosa datang membangun kan Tiara. Tiara bangun dia melihat Ibu nya.
"Ini sudah jam berapa? Ayo buruan bangun tidak baik bangun Siang terus Kalau sedang hamil." ucap buk Rosa. Tiara di paksa bangun.
"Iyah buk, Iyah aku bangun.' ucap Tiara. Buk Rosa Menghela nafas panjang.
"Kamu bagaimana sih nak? Kamu membuat Ayah sama ibu malu yah? Kamu sudah jadi seorang istri kamu seharusnya tau kewajiban kamu apa." ucap buk Rosa.
"Kenapa lagi sih buk? aku sudah melakukan tugas ku, kurang apa lagi?" ucap Tiara dengan suara yang kurang jelas.
"Ah sudahlah percuma saja berbicara dengan kamu, segera lah bangun, mandi. Ibu sama ayah mau berangkat kerja dulu." ucap buk Rosa menunggu Tiara di kamar.
Dua jam kemudian Tiara turun ke bawah sudah sangat sepi.
"Loh mana semua orang bik?" tanya Tiara. "Sudah berangkat kerja non. Non Tiara mau di Masakin apa?" tanya Bibik.
"Suami saya mana?" tanya Tiara.
"Oohh suami Non dari pagi sekali dua Sudah pergi bekerja." ucap Bibik.
"Oohhh. Kalau begitu aku juga permisi pulang bik, Bibik tidak perlu capek-capek masak." ucap Tiara. Dia ke kamar lagi mengambil tas nya dan langsung keluar.
Di siang hari nya Mile pulang ke rumah. "Non Tiara! Den Mile sudah pulang." ucap Bibik Ja pada Tiara yang sedang asyik membersihkan taman yang ada di belakang.
Mile masuk ke halaman rumah dia melihat mobil yang asing baginya.
"Bik Mobil siapa yang di depan?" tanya Mile.
"Oohh mobil Non Tiara Den." jawab Bibik.
"Dia sudah pulang ke Sini?" tanya Mile. Bibik mengangguk.
__ADS_1
"Non Tiara seperti nya menyetir sendiri ke sini." ucap Bibik.
"Sendiri? Astaga Tiara! Memancing musuh saja." ucap Mile marah. "Di mana dia sekarang?" tanya Mile.
"Ada di taman belakang Den." ucap Bibik.
"ngapain dia di sana?" tanya Bibik.
"Sebaiknya den Mile melihat sendiri saja." ucap Bibik Ja, dia langsung langsung ke taman belakang, dia melihat Tiara yang Tengah sibuk mencangkul rumput yang sangat banyak di halaman belakang.
"Tiara apa yang kamu lakukan?" tanya Mile. Tiara berdiri menoleh ke arah suami nya.
"Kamu Sudah pulang? Ini Masih Siang kenapa kamu sangat cepat pulang?" tanya Tiara.
Mile Menghela nafas panjang.
"Saya bertanya apa yang kamu lakukan?" tanya Mile.
"Seperti yang kamu lihat. Tiba-tiba saja aku ingin membersihkan ini, karena ini terlihat jelas dari balkon kamar, aku tidak nyaman." ucap Tiara.
"Kenapa harus siang-siang seperti ini?" tanya Mile.
"Kamu banyak tanya mulu z kalau tidak mau bantuin gak usah di sini," ucap Tiara.
"Maksud saya bukan seperti itu. Tukang kebun bisa di bayar untuk membersihkan nya." ucap Mile.
"Kamu bisa mengerjakan itu nanti, tapi dengarkan saya berbicara dulu." ucap Mile.
"Ada apa?" tanya Tiara.
"Lain kali kalau mau kemana-mana jangan pulang sendiri atau bawa mobil sendiri, kamu sama saja menyerahkan diri kamu pada orang-orang jahat di luar sana. Untung saja mereka tidak mengenal mobil yang kamu bawa, orang jahat itu berada di semua Kota, tiap-tiap jalan mereka ada." ucap Mile.
"Aku sudah menghubungi Kamu tapi kamu tidak menjawab nya, kamu pergi ke kantor tidak membangun kan ku Sama sekali." ucap Tiara.
"Saya buru-buru, cukup jauh dari sana ke kantor." ucap Mile. Tiara Menghela nafas panjang.
"Sebenarnya aku tidak sendirian melainkan di anterin teman ku ke sini, aku juga sangat trauma. Jangan terlalu mengkhawatirkan ku." ucap Tiara.
Mile diam.
"Lalu kamu sendiri kenapa pulang begitu cepat?" tanya Tiara.
"Ada barang-barang saya yang ketinggalan." ucap Mile.
Tiara mencuci tangan nya.
__ADS_1
"Aku akan menyiapkan nya, barang apa saja?" tanya Tiara.
"Dua hari saya tidak akan pulang ke rumah, jadi saya menjemput pakaian saya." ucap Mile.
"kamu mau kemana lagi? kamu bahkan sangat jarang di rumah." ucap Tiara memasang wajah datar.
Mile hanya diam.
Tiara segera menyiapkan pakaian Mile.
"Aku harus tau kamu kemana." ucap Tiara saat Mile mau mengambil tas nya.
"Saya ada bisnis di luar kota. Kalau dalam dua hari saya tidak pulang berarti bisnis saya tidak berhasil." ucap Mile.
Tiara memberi kan Tas pada Mile.
"Hati-hati lah." ucap Tiara, Mile mengangguk. Dia melihat ke arah perut Tiara. "Saya ingin menyentuhnya." ucap Mile.
Tiara mengangguk. Mile menyentuh nya sebentar dan langsung pergi. Tiara menghela nafas panjang.
"Hufff baiklah semua Akan baik-baik saja, aku bisa tidur sendiri aku tidak akan mengingat nya dan juga aku bisa bebas mau kemana saja." ucap Tiara.
Mile pun pergi setelah pamit dari Bibik Ja.
Tiara kembali membersihkan taman belakang. Bibik berniat mau membantu namun Tiara tidak mengijinkan nya, dia malah meminta Bibik menyiapkan Makan malam saja karena sebentar lagi Keponakan nya pasti pulang.
Tidak terasa sudah jam emosi Sore, Tiara melihat halaman sudah mulai bersih.
"Sudah cukup hari ini, aku sudah sangat lelah." ucap Tiara dia langsung ke kamar untuk mandi dan juga bersih-bersih.
Setelah selesai mandi dia duduk meja rias nya. Dia termenung sejenak karena mengingat Mile sudah sampai tujuan apa belum.
Dia langsung mengirim kan pesan pada Mile.
"Apa kamu sudah sampai?.
"Kabari aku kalau sudah sampai." ucap Tiara mengirim pesan pada Mile.
Dia terdiam lagi.
"Kok aku jadi khawatir sih sama dia? Ah bodoh ah, aku keluar saja." ucap Tiara meninggalkan ponsel nya.
Namun tiba-tiba ponsel nya berdering panggilan dari suami nya. Tidak ada yang menjawab, Sampai tiga kali namun tak juga di jawab.
"Tante Tiara kalau nanti malam aku temenin tidur yah." ucap Lena.
__ADS_1
"Gak usah Len, Tante tidur tidak mau diam kaki nya, takut kamu gak nyaman.' ucap Tiara. "Pasti tiap hari Om Mile memeluk Tante Tiara agar tidak nendang-nendang." ucap Vandi.
"Huss kamu ngomong apa sih? Yang sopan kalau ngomong!" ucap Riska memukul lengan Vandi sementara Tiara hanya tersenyum saja.