
"Humm om mau yang muda saja, pasti kenalan kamu masih muda-muda." ucap Roy.
"Sangat banyak sih, tapi mana mungkin mereka mau sama om." ucap Lena.
Mereka tertawa. "Om adalah buaya. Mempunyai pacar di Mana pun berada namun tidak pernah di nikahin sama sekali." ucap Lena.
"Belum ketemu yang cocok saja. Mungkin om harus menunggu niat baik kakek kamu untuk menjodohkan Om dengan wanita yang seperti Tante Tiara kalian." ucap Roy.
"Humm yang seperti Tante Tiara hanya satu dan itu hanya milik om Mile." ucap Lena.
Roy langsung diam.
"Sudah-sudah ayo sarapan." ucap Pak Daniel. Mereka pun sarapan bersama.
"Tiara!" panggil Mile dia baru saja bangun namun tidak melihat Tiara di samping nya. Dia tidak bisa tidur karena menjaga istri nya semalaman.
Dia sangat panik tidak melihat istrinya di kasur dan dia langsung memeriksa ke kamar mandi namun tidak ada juga di sana. Mencari ke balkon tidak ada dia keluar mencari di semua ruangan tidak ada.
"Tiara kamu di mana?" tanya Mile. Dia sudah sangat khawatir.
Dia terus mencari. "Jangan membuat saya khawatir Tiara ayo keluar lah." ucap Mile memohon. Karena dia berfikir kalau Tiara ngambek dan bersembunyi dari nya karena tadi malam dia sempat marah karena Tiara meminta yang aneh-aneh Tiara mengatakan kalau dia mau pulang saja.
Dia mencari keluar tidak ada juga dia menelpon namun tidak di jawab dia semakin panik. Namun tiba-tiba Pintu terbuka. Mile melihat Tiara masuk membawa barang belanjaan di tangan nya.
"Tiara." ucap Mile langsung memeluk Tiara. Tiara kaget dan heran dengan Mile.
"Jangan pergi saya mohon. Saya minta maaf sudah marah saya hanya khawatir dengan keadaan kamu." ucap Mile.
"Tunggu dulu deh, kamu kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Tiara. "Saya bangun tidur dan tidak melihat kamu di sana, saya berfikir kamu meninggalkan saya karena saya membentak kamu tadi malam." ucap Mile.
Tiara terdiam sejenak.
"Kamu terlalu berfikir jauh sekali. Aku hanya berbelanja di toko untuk di Masak pagi ini berhubung aku tidak bisa Makan di luar lagi. Aku juga tidak bisa Masak aku membantu kamu dengan cara berbelanja walaupun perut ku Masih sedikit sakit." ucap Tiara sambil tersenyum.
Mile duduk lemas di kursi dia menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Nafas nya sudah terengah-engah berfikir istri nya meninggal kan dia. "Aku minta maaf sudah membuat kamu khawatir, aku bukan bermaksud seperti itu, aku juga sudah meninggal kan Surat di atas meja kamar." ucap Tiara.
Mile menatap wajah Tiara. wajah nya sudah sangat merah dia meneteskan air mata nya.
Tiara Heran namun dia langsung memeluk nya. "Tidak ada yang terjadi kenapa kamu harus menangis?" ucap Tiara. Mile memeluk istrinya.
"Aku janji tidak Akan seperti ini lagi." ucap Tiara. Dia menghapus air mata Mile dengan kedua tangan nya.
"Aku lapar." ucap Tiara. Mile langsung berdiri dia mengambil kantung belanjaan Tiara.
"Kamu berbelanja sebanyak ini sendirian?" tanya Mile. Tiara mengangguk.
"Kamu sendiri yang bilang kalau aku harus jadi wanita yang bisa di andalkan dan tidak menyusahkan orang lain selalu. Oh iya nih dompet kamu." ucap Tiara memberikan dompet Mile yang di bawa oleh nya.
Mile Mengambil nya dan meletakkan nya di atas meja.
"Humm aku boleh bantuin kamu masak?" tanya Tiara.
"Tidak perlu, kamu istirahat saja. Saya tidak ingin terjadi apa-apa Sama kamu." ucap Mile.
Mile sedikit ragu namun dia tidak bisa menolak keinginan istri nya. Akhirnya mereka ke dapur bersama.
"Pasang ini dulu." ucap Tiara memberikan Celemek pada Mile.
Mile menunjukkan tangan nya sudah kotor. Tiara memasang kan Celemek untuk suami nya. Karena sangat tinggi dia harus naik ke kursi. Mile melihat itu membuat nya senyum-senyum sendiri.
"Semoga saja anak saya tidak pendek." ucap Mile. Tiara memukul Dada Mile.
"Jangan meledek ku." ucap Tiara. Mile tersenyum. Namun tiba-tiba Tidak sengaja mau turun Tiara hilang kesempatan untung saja Mile menahan Tiara.
Mata mereka bertemu. "Kamu sengaja kan agar bisa di peluk oleh saya?" tanya Mile. Tiara langsung sadar dia mau pergi namun pinggang nya di tahan oleh Mile.
"Wajah kamu hari ini terlihat cerah, kamu memakai riasan?" tanya Mile. "Hanya sedikit saja." ucap Tiara.
Mile melepaskan Tiara.
__ADS_1
Mile berbalik meminta Tiara untuk mengikat Celemek nya. Setelah itu Tiara memasang Celemek untuk nya sendiri.
"aku bantuin apa?" tanya Tiara.
"Kamu lihatin saya bekerja saja. Kamu tidak tidak Akan kuat dengan bau bawang atau bau yang lain nya." ucap Mile.
"Untuk apa aku di sini kalau hanya melihat saja? Aku ingin ikut masak." ucap Tiara.
Dia bersikeras ingin membantu Mile, akhirnya Mile meminta untuk meracik sayuran. Kebetulan juga Mile mengupas bawang. Tiara bisa mencium aroma itu walaupun bukan dia yang mengupas nya.
"Uwekk-uwekk.." Dia langsung berlari ke kamar mandi. Mile menghela nafas panjang dia mengikuti Tiara ke kamar mandi setelah mencicipi tangan nya.
"Uwekk-uwekk...." Tiara tidak berhenti mual. Mile memberikan minyak kayu putih akhirnya dia sedikit reda. Mile membawa nya duduk keluar dari dapur.
"Saya sudah bilang kamu tidak Akan bisa, kamu sungguh keras kepala sekali." ucap Mile.
Tiara menatap wajah Mile. "Jangan marah aku mohon." ucap Tiara. Mile merubah Raut Wajah nya yang dingin menjadi biasa saja.
"Kamu tunggu di sini saja, saya Akan menyiapkan nya." ucap Mile. Tiara mengangguk. Mile masuk kembali ke dapur.
Tiara menghela nafas panjang dia melihat Mile yang sangat lihai di dapur.
"Kapan sih aku tidak menyusahkan dia? Aku juga ingin dia bangga pada ku." ucap Tiara dalam hati. Namun tiba-tiba ponsel nya berdering.
"Halo kak, bagaikan kabar kakak di sana?" tanya Tiara. Rafi menelpon nya.
"Humm seperti yang kamu lihat, Wajah kakak hancur seperti ini." ucap Rafi. "Kelihatan nya sudah sehat kok. Kakak juga sudah berbicara dengan normal. Aku sudah mengatakan agar kakak meninggalkan hal-hal yang seperti itu." ucap Tiara.
Rafi mendengus.
"Kakak menelpon kamu untuk menanyakan Alisa. Apa kamu tau dia ada di Mana?" tanya Rafi.
"Loh bukannya dia sama kakak di rumah sakit?" tanya Tiara Heran.
"Kemarin Iyah, namun tiba-tiba Enjel datang dan membuka kekacauan mengusir Alisa juga. sekarang Alisa tidak datang lagi sudah dua hari." ucap Rafi.
__ADS_1
"Hufff Lagian kakak sih sok kegantengan banget. bangga sekali di rebutin cewek. Mungkin Alisa merasa kakak sudah baik-baik saja itu sebabnya dia tidak datang lagi." ucap Tiara.