
Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. Waktu nya mandi. Mereka kali ini mandi berdua untuk pertama kalinya. Masih sedikit malu, namun harus terbiasa dengan itu karena itu adalah ajakan Mile.
Selesai mandi Tiara langsung memakai baju nya, setelah itu berdandan. Sementara Mile Masih menyempatkan diri untuk membuka laptop nya sambil menunggu istri nya di ruang tamu.
"Aku sudah siap. Ayo." ajak Tiara.
Mile mengangkat pandangan nya dia melihat Tiara sangat cantik dengan wajah di rias dan juga rambut yang di catok.
"Kenapa diam? Ayo berangkat." ajak Tiara.
"Hum, eh Iyah." ucap Mile gugup dia pun beranjak memasuk kan Laptop nya ke dalam tas.
"Kamu gak usah ikut aku ke resepsionis nya, kamu tunggu di dalam mobil saja, jangan kemana-mana." ucap Mile.
"Loh kenapa? Aku kan hanya mau ikut saja." ucap Tiara.
"Kamu sangat cantik, pria-pria di sini tidak bisa mengontrol pandangan mereka, lebih baik kamu masuk ke dalam mobil." ucap Mile.
Tiara di paksa masuk ke dalam.
"Apa? Dia mengatakan aku cantik? Tidak sia-sia aku berdandan lama walaupun sebenarnya aku malas sekali." ucap Tiara.
Tidak beberapa lama Mile kembali ke mobil. "Bagaimana sudah selesai? Aku yakin pasti banyak membayar ganti rugi." ucap Tiara.
Mile tersenyum tipis. "Tuh maka nya kalau marah jangan terlalu berlebihan." ucap Tiara. Mile Menatap wajah istri nya.
Dia mau mencium bibir Tiara namun di tahan oleh Tiara.
"Aku sudah pakai Lipstik, aku tidak mau lipstik ku luntur." ucap Tiara. Mile dengan cepat langsung mencium bibir Tiara.
"Aaa!! Kamu ngapain." ucap Tiara. Mile tersenyum.
"Ayo jalan Pak." ucap Mile pada supir.
Akhirnya pasangan suami istri itu meninggal Penginapan yang memberikan kesan romantis dan juga sedih di sana.
"Aku pasti Akan Merindukan tempat ini." ucap Tiara. Mile tersenyum. "Ketika kita datang ke sini, kita tidak berdua lagi melainkan ada di junior." ucap Mile mengelus perut Tiara.
Tiara tersenyum. "Tumben-tumbenan sekali kamu memakai riasan. Biasanya kamu tidak pernah mau, apa karena kamu ingin terlihat cantik di depan pria-pria yang ada di bandara nanti?" tanya Mile.
Tiara tertawa kecil. "Aku make up ya untuk kamu lah." ucap Tiara. Mile tersenyum dia menatap wajah Tiara seperti mau memakannya namun dia tidak boleh merusak perjalanan mereka hari ini.
"Oh iya kamu sudah ijin sama Opah?" tanya Tiara.
__ADS_1
"Mereka menunggu di bandara sekarang, karena bandara lebih dekat dari sana." ucap Mile.
"Humm itu arti nya Jenny ada di sana juga?" tanya Tiara.
"Sudah pasti sih, tapi seperti nya dia dengan kekasih nya." ucap Mile.
"Bagus lah, agar dia tidak berani mendekati suami ku." ucap Tiara. Mile tersenyum dia merangkul istri nya.
Dia mobil di belakang nya mengikuti mobil mereka. Itu adalah bodyguard nya yang selalu ikut kemana pun.
Sesampainya di bandara. Mile pamitan.
"Hey Bro!!" ucap Bili.
Ternyata Bili juga datang.
"Kenapa langsung pulang? Kita belum mengabiskan waktu untuk bermain dan happy-happy." ucap Bili.
"Sudah waktunya aku pulang bro." ucap Mile.
Bili melihat ke arah Tiara.
"Kalau ada Waktu main lah ke Jakarta Kak." ucap Tiara.
"Kami harus segera berangkat." ucap Mile. "Baiklah-baiklah. Hati-hati." ucap Bili.
"Kami pulang yah kak, kalau kakak datang ke Indonesia kabarin aku." ucap Tiara.
Setelah itu mereka pun berpisah di bandara.
"Opah kenapa menangis'?" tanya Jenny.
"Opah masih sangat merindukan Mile. Namun dia tidak bisa lama-lama bersama kita di sini. Dia sudah memiliki kehidupan nya sendiri." ucap Opah.
Di dalam pesawat Mile melihat istrinya sudah mengantuk. Dia membuat kepala Tiara agar bersandar ke bahunya.
"Untung saja Bili tidak terlalu banyak bertanya, kalau dia tanya lebih lanjut aku bingung harus jawab apa." ucap Mile.
"Hari ini Om Mile dengan Tante Tiara pulang. Habis lah kita." ucap Lena.
"Seriusan Len? Jangan bercanda dong." ucap Riska. "Iyahh kak, tadi orang tua nya Tante Tiara mengabari. Mereka akan berkumpul di sini menunggu kepulangan mereka." ucap Lena.
Semua mereka langsung panik.
__ADS_1
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Vandi.
"Kita harus tetap Santai, gak boleh panik. Kita sudah menyelesaikan nya setengah, nanti kita jelaskan pada om Mile. Dia pasti mengerti."' Ucap Tita.
"Kak Tita seperti tidak tau saja om Mile seperti apa." ucap Vandi. "Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, namun belum selesai." ucap Tita.
"Kita harus menyelesaikan nya sekarang." ucap Lena. "Mana mungkin Lena. Pekerjaan ini harus menunggu waktu lama." ucap Tita.
"Aku sudah pusing sekali sekarang, kita tidak ada pilihan Selain pasrah Saja. Kalau Om Mile marah itu mungkin sudah takdir kita." ucap Riska.
"Hari ini kita harus masak menyambut mereka. Omah dan kakek juga pasti datang." ucap Lena.
"Kita setelah pulang kerja. Harus bagi tugas." ucap Riska.
"Tugas apa?" tanya Vandi.
"Aku sama Tita belanja, kamu Sama Lena merapihkan rumah dan setelah itu kita akan masak bersama." ucap Riska.
"Huff tugas bersih-bersih adalah tugas wanita, biar aku saja yang menemani Riska Belanja." ucap Vandi.
"Baiklah kalau begitu." ucap Riska.
Kebetulan Alisa baru saja selesai istirahat siang.
"Alisa pekerjaan kamu sudah selesai?" tanya Riska. "Sudah kok Mbak, aku sudah memberikan pada Menejer untuk di tandatangani." ucap Alisa.
"Wahh kamu ligat juga yah. Aku melihat dari Raut wajah kamu kelihatan nya kamu sakit. Kalau nanti pekerjaan kamu sudah selesai kamu pulang Saja yah." ucap Riska.
"Aku baik-baik Saja mbak, terimakasih." ucap Alisa. "Kamu yakin? Aku bisa mengantar kamu pulang." ucap Vandi. Alisa tersenyum mengucap kan terimakasih namun dia bilang dia kuat.
"Oh iya kamu sudah tau kalau Tante Tiara hari ini pulang?" tanya Lena. "Serius hari ini Tiara pulang?" tanya Alisa.
"Iyahh. Kamu sekalian mau nungguin di rumah?" tanya Vandi.
"Boleh juga. Tapi saya ijin dulu." ucap Alisa.
"Oohh ya udah, nanti kabarin saja, sama kami saja ke rumah." ucap Vandi.
Alisa tersenyum sambil mengangguk. Setelah itu dia pun langsung ke meja nya. Dia mengirim kan pesan pada Rafi.
dia ijin untuk menunggu Tiara di rumah Mile.
Dengan cepat juga bisa balas oleh Rafi boleh dengan syarat harus pulang ke apartemen dan tidak boleh menceritakan yang tidak-tidak.
__ADS_1
Alisa tersenyum akhirnya bisa juga. Setelah selesai bekerja dia pun ikut kepada Vandi dan Riska untuk belanja terlebih dahulu.