
"Kamu tau dari Bili?" ucap Mile. Tiara diam.
"Nih sudah kering. Cepat pakai baju, karena aku sangat lapar." ucap Tiara. Mile mengenakan pakaian nya dan setelah itu turun ke bawah.
"Awas saja loe yah Bili." batin Mile.
"Bik, Bili mana?" Tanya Mile. "Mereka baru saja berangkat bekerja Den." jawab Bibik Ja.
Mile menghela nafas panjang. "Awas aja loe Bili." batin Mile.
"Kenapa malah diam? Ayo buruan makan." ucap Tiara. "Iyahh.." Jawab Mile. Bibik Ja tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi ke dapur dulu yah Tuan." ucap Bibik Ja. "Assalamualaikum Tiara..." Tiba-tiba Alisa datang.
Tiara Terkejut karena Alisa mengucap salam sangat kuat.
"Ups, ada Pak Mile." ucap nya sangat kaget.
"Walaikumsalam." jawab Tiara.
"Ma-maaf pak, saya bukan bermaksud untuk mengganggu makan." ucap Alisa. "Lain kali kalau datang bertamu ke rumah orang lain jangan berteriak-teriak, kamu tidak mempunyai sopan santun." ucap Mile.
"Sudah, mungkin dia berfikir kamu gak ada di rumah." ucap Tiara. "Ada saya atau tidak di rumah ini tetap harus di tanamkan sopan santun." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang. Sementara Alisa Sudah sangat gugup.
Mile selesai Makan. Dia pun membiarkan mereka di sana berdua sementara dia ke ruang tamu.
"Huff jantung ku hampir copot Tiara. Tumben banget suami kamu gak berangkat kerja?" tanya Alisa duduk di depan Tiara.
"Dia baru saja pulang." ucap Tiara. "Oohhh." ucap Alisa. "Lagian kamu gak pakai ngomong dulu mau ke sini." ucap Tiara. Alisa tersenyum.
"Aku sudah sangat merindukan kamu. Walaupun hanya beberapa hari tidak bertemu, namun tetap saja aku rindu." ucap Alisa. Tiara tersenyum.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanya Alisa. "Sudah sehat kok." ucap Tiara.
"Nih aku bawain beberapa makanan untuk kamu, aku harap kamu suka." ucap Alisa. "Terimakasih yah." ucap Tiara.
"Oh iya kamu ke sini sama kak Rafi gak?" tanya Tiara.
__ADS_1
"Dia ada di ruang tamu tuh." ucap Alisa. "Huff mentang-mentang dia sudah mempunyai pacar dia sudah sangat jarang mengunjungi ku." ucap Tiara. Alisa tersenyum.
Mile melihat Rafi duduk di ruang tamu.
"Apa kabar kak?" sapa Mile. "Baik, kamu sama Tiara bagaimana?" tanya Rafi.
"Tiara baru saja keluar dari Rumah sakit kak, tapi sekarang sudah sehat. Kalau boleh tau ada yang penting kakak datang ke sini?" tanya Mile.
Karena memang tidak biasa nya Mile bertemu dengan kakak ipar nya.
"Tidak ada, hanya karena Alisa ingin ke sini mau bertemu dengan Tiara." ucap Rafi. Mile menatap bingung.
"Kakak ke sini bersama Alisa?" ucap Mile. Rafi terdiam.
"Huff Mile tidak boleh tau tentang aku dengan Alisa, dia tau nya aku sama Enjel. Nama baik keluarga ku akan jelek." batin Rafi.
"Ah sudahlah lupakan saja Kak, ini silahkan di minum Kopi nya." ucap Mile. Rafi menganguk sambil mengucap terimakasih. Bibik Ja datang membawa kan kopi.
"Bagaimana dengan pekerjaan kamu akhir-akhir ini, lancar kah?" tanya Rafi.
"Lancar kak. Kenapa kakak bertanya seperti itu?" tanya Mile.
"Kakak tau kalau Istri kamu sedang hamil. Biasanya kalau istri hamil pasti sangat banyak permintaan nya sehingga pekerjaan suami terganggu. Jadi saya berfikir pekerjaan kamu terganggu oleh adik saya." ucap Rafi.
"Ada Apa ini? Kenapa tiba-tiba seperti ini?" tanya Rafi. "Kakak sudah tau aku sakit Kemarin, kenapa kakak tidak datang untuk menjenguk ku? Aku sangat marah pada Kakak." ucap Tiara.
Rafi tersenyum.
"Maafin kakak yah, kakak sangat sibuk." ucap Rafi. "Huff aku muak dengan kata sibuk. Semua nya selalu sibuk dengan pekerjaan nya." ucap Tiara.
Rafi mencubit pipi Tiara yang cemberut. "Kalau kamu cemberut seperti ini sangat imut sekali." ucap Rafi. "Berhenti menggoda ku." ucap Tiara.
Mile melihat Tiara sangat manja pada kakak nya membuat nya sadar dengan perkataan kakak ipar nya tadi.
Selama Tiara hamil dia merasa tidak di repot kan sekali sementara Tiara pada Rafi benar-benar sangat Manja.
Mile merasa kalau istri nya menahan semua apa yang dia rasakan.
Alisa dan Rafi tidak bisa lama-lama di sana. Mereka pun pulang.
__ADS_1
"Kakak baru saja datang namun sudah pergi." ucap Tiara. "Besok kakak akan datang lagi. Sekarang kakak harus ke rumah ibu dan Ayah." ucap Rafi.
"Membahas soal pertunangan lagi?" tanya Tiara. Rafi menganguk.
"Huff tidak ada selesai-selesai nya." ucap Tiara. "Ya udah kakak pulang dulu yah." ucap Rafi. Tiara menganguk.
"Kami pulang dulu yah." ucap Alisa. Tiara memeluk teman nya itu dan setelah itu mereka pun pergi.
Tiara masuk namun sudah tidak melihat suaminya di ruang tamu. "Loh kemana dia?" batin Tiara. Dia mencari ke kamar dan benar saja Mile sudah di kamar.
"Kamu masuk ke dalam kamar sangat cepat sekali." ucap Tiara. "Duduk sini.." ucap Mile menepuk kasur kosong di samping nya. Tiara mengikuti perintah suami nya.
"Baca buku apa?" tanya Tiara. "Novel." jawab Mile.
"Ini kisah cinta mafia yah?" tanya Tiara. Mile menganguk.
"Aku mau baca juga dong." ucap Tiara. Mile memberikan buku nya.
"Saya sudah selesai membaca nya, kamu baca saja." ucap Mile. Tiara menganguk.
"Dari deskripsi ini seperti kamu dengan mantan kamu kan?" tanya Tiara. Mile menghela nafas panjang.
"Bisa berhenti membahas soal mantan gak?" tanya Mile dengan Nada yang serius.
"Sebenarnya kalau di lihat-lihat aku tidak suka penampilan Mafia kamu. Aku tidak suka bodyguard yang banyak, rumah seperti ini dan pekerjaan yang tidak ada selesai nya." ucap Tiara.
"Kenapa? Saya dari awal sudah seperti ini." ucap Mile. "Aku sangat benci Mafia. Mereka sangat jahat mengambil semua hak masyarakat, memanfaatkan orang lemah. Dan sama sektor tidak mempunyai hati." ucap Tiara.
"Tidak semua mafia seperti itu." ucap Mile.
"Kalau mereka tidak mengambil hak masyarakat mereka akan mengedar obat-obatan terlarang seperti narkoba membuat anak bangsa semua nya sakit." ucap Tiara.
"Mafia banyak pekerjaan. Mereka tidak hanya menindas orang lain. Namun ada juga yang sangat menguntungkan masyarakat." ucap Mile.
"Aku tidak percaya itu, Mafia tetap lah mafia." ucap Tiara. Mile menghela nafas panjang. "Lalu bagaimana jika saya adalah Mafia?" tanya Mile.
"Aku tidak pernah berfikir kamu adalah mafia." ucap Tiara. Mile terdiam. "Sudah berhenti membahas itu." ucap Mile.
"Tiara!" panggil Mile. "Humm.. kenapa?" tanya Tiara.
__ADS_1
"Kenapa sifat kamu pada saya dan kak Rafi sangat beda?" tanya Mile.
"Beda bagaimana? Aku sama-sama mencintai kamu dan kak Rafi." ucap Tiara.