Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 139


__ADS_3

"Alisa kenapa kamu tidur di sini? ayo pindah ke kamar." ucap Rafi. Alisa bangun dia tidak membuka mata nya dengan baik.


"Ayo..." ucap Alisa dia menarik tangan Rafi ke dalam kamar juga. Sampai di kamar dia langsung berbaring di kasur begitu juga dengan Rafi. Tidak beberapa lama dia kembali tidur karena sangat mengantuk sekali.


Rafi memandangi wajah Alisa yang tidur sambil tengkurap.


"kamu tidak tau betapa saya sangat merindukan kamu. Saya tidak bisa tidur kalau tidak mendengar suara kamu dalam satu hari." ucap Rafi. Dia mengelus kepala Alisa.


Alisa terbangun dia bergeliat. Rafi berfikir Alisa akan bangun namun ternyata hanya memperbaiki tidur nya saja.


Rafi menghela nafas panjang.


"Huff untung saja tidak bangun." ucap Rafi dia memandangi wajah Alisa lagi.


"Kamu datang ke sini aku sangat senang sekali, bahkan aku sangat tenang dan nyaman, aku tidak merasakan sakit apa pun kalau kamu di sini." ucap Rafi.


Tidak beberapa lama akhirnya dia tertidur sambil terus menatap wajah Alisa.


Di tempat lain Mile berusaha untuk tidur namun tidak bisa.


Dia melihat ke samping nya tidak ada orang.


"Selama ini aku tidur sendirian tidak ada masalah, setelah menikah bahkan aku tidak bisa tidur sama sekali kalau sendirian." ucap Mile.


Dia melihat ponsel nya. Tiara sudah berpamitan untuk tidur Duluan. "Kalau Tiara Dengan mudah dia bisa tidur, berbeda dengan ku." ucap Mile.


Mile memutuskan untuk membuat dirinya lelah dan akhirnya bisa tidur, itu adalah jalan satu-satunya untuk dia bisa tidur.


"Tuan mau kemana? Ini sudah tengah malam?" tanya Ken yang berjaga di luar.


"Saya tidak bisa tidur, saya mungkin bisa tidur ketika saya sudah lelah." ucap Mile.


"Ijinkan saya untuk menemani Tuan." ucap ken.


Mile menganguk, mereka pun meninggalkan Vila itu berlari di pekarangan vila yang benar-benar luas sekali.


"Apa Tuan sedang ada masalah? " tanya ken sambil terus berlari.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Mile.


"Kenapa Tuan tidak bisa tidur? ini sudah larut malam. Saya tidak pernah mendengar sebelum nya kalau Tuan susah tidur kecuali ada masalah." ucap Ken.


Mile tersenyum.


"Ternyata kamu mengenal saya dengan baik." ucap Mile.

__ADS_1


Ken hanya diam.


"Saya tidak memiliki masalah Ken. Terimakasih sudah perduli." ucap Mile.


"Maaf saya sangat lancang, kalau boleh tau tuan Kenapa? Saya bisa membantu kalau saya bisa." ucap Ken lagi.


"Apa kamar nya kurang nyaman Tuan? Saya akan membantu membersihkan nya." ucap Ken.


"Terimakasih Ken, hanya saja malam ini saya merindukan seseorang." ucap Mile. "Apa itu Istri Tuan?" tanya Ken. Mile tiba-tiba berhenti.


"Kamu ikut dengan saya sekalian mau istrogasi saya Yah?" ucap Mile. "Maafkan saya Tuan, saya hanya khawatir Besok Tuan kelelahan ketika bekerja." ucap Ken.


"Saya baik-baik saja. Lebih baik kamu diam saja. Mendengar kamu saja sudah membuat saya Lelah." ucap Mile. Ken diam.


Selama perjalanan Ken ikut terus berlari di belakang Mile. Sudah beberapa kali putaran akhirnya Mile Lelah juga, sekarang baju nya sudah basah.


"kamu sudah bisa kembali ke kamar kamu, saya mau istirahat juga." ucap Mile. "Baik Tuan." ucap Ken.


"Oh iya ken." ucap Mile.


"Iyah Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Ken.


"Terimakasih sudah menemani saya." ucap Ken. ken menganguk Mile pun langsung masuk ke dalam.


Tidak beberapa lama akhirnya dia selesai mandi dia melihat sudah jam 12 malam. Akhirnya dia pun bisa tidur dengan cepat.


"Loh Bapak mau kemana?" tanya Alisa. Melihat Rafi sudah bangun. Rafi menoleh ke arah Alisa.


"Saya harus berangkat kerja." ucap Rafi.


Alisa perlahan bangun dia melihat penampilan Mile sudah rapi.


"Bapak Masih sakit." ucap Alisa turun dari kasur mau Memeriksa suhu badan Rafi namun tidak sengaja kaki nya tersangkut dan kehilangan keseimbangan.


Dia jatuh ke badan Rafi, untung saja Rafi dia dengan cepat menahan badan Alisa. "Hati-hati." ucap Rafi, dia langsung berdiri menjauh dari Rafi.


"Terimakasih sudah menolong ku." ucap Alisa. Rafi menganguk. Alisa mau memeriksa suhu badan Rafi namun dia sedikit canggung, Rafi dengan cepat menarik tangan Alisa menurunkan badan nya agar sampai di jangkauan Alisa.


"Masih panas." ucap Alisa.


"Sudah lebih baik kok, kamu jangan khawatir. Saya harus bekerja." ucap Rafi.


"Kenapa tidak istirahat saja dulu?" tanya Alisa dengan wajah yang sangat khawatir sekali.


"Tidak apa-apa." ucap Rafi. Alisa Menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Karena Ayah nya Bapak yah?" tanya Alisa. Rafi langsung Menggeleng kan kepala nya.


"Bapak sudah di perusahaan bapak sendiri, kenapa Ayah bapak harus mengontrol kehidupan bapak setiap hari." ucap Alisa.


"Bukan seperti itu Alisa. Walaupun saya sudah di perusahaan sendiri tetap saja kewajiban saya banyak, pekerjaan saya sangat padat." ucap Rafi.


Alisha menghela nafas panjang.


"Apa bapak sudah sarapan?" tanya Alisa. Rafi Menggeleng kan kepala nya.


"Tunggu sebentar, aku Akan membuat sarapan yang simpel setelah itu langsung minum obat." ucap Alisa. Rafi menahan Alisa. "Tidak perlu Alisa." ucap Rafi.


Alisa terus memaksakan untuk masak. Setelah selesai masak dia memberikan Rafi Makan.


"Selera tidak selera Bapak harus menghabiskan nya karena Bapak pasti banyak kegiatan hari ini." ucap Alisa.


"Kamu sudah sarapan?" tanya Rafi.


"Nanti saja." ucap Alisa.


"Kenapa tidak ikut Makan sekalian? Bagian kamu Akan dingin." ucap Rafi.


"Aku hanya mau mengambil obat bapak." ucap Alisa. Tidak beberapa lama dia kembali dan mereka Makan bersama.


Setelah selesai makan Alisa memberikan dia obat. "sekarang wajah bapak sudah terlihat segar, sekarang bapak boleh berangkat." ucap Alisa.


"Kamu tidak ke kantor?" tanya Rafi.


"Ke kantor, Namun pakaian ku tidak ada lagi di sini." ucap Alisa. "Kamu yakin pakaian kamu tidak ada di sini? Bahkan lemari saya kebanyakan baju kamu " ucap Rafi.


Karena saat mencuci nya di gabung, di setrika juga di gabung.


Alisa pun memutuskan untuk mandi dan segera siap-siap.


Rafi sudah menunggu di Mobil dari tadi, tidak beberapa lama Alisa datang dengan semua barang-barang nya yang di butuhkan saat bekerja.


"Maaf yah sudah buat lama menunggu." ucap Alisa.


"Ya ampun wangi banget." batin Rafi.


"Nih untuk Bapak." ucap Alisa memberikan botol minuman warna Biru yang cukup besar pada Rafi.


"Untuk apa ini?" tanya Rafi.


"Aku tidak mau mendengar seorang Bos Rafi tiba-tiba pingsan karena kekurangan Air minum. Aku tau Bapak sangat sulit minum air putih. Jadi aku memberikan ini. Sebenarnya ini botol minum ku biasa." ucap Alisa.

__ADS_1


Rafi mengambil nya. Dia melihat tutup botol yang ada nama Alisha.


"Harus di habiskan." ucap Alisa. "Baiklah.." ucap Rafi.n


__ADS_2