
"Terserah Loe mau berbicara apa, menurut gua loe terlalu Sibuk mengurus semua pekerjaan, sibuk dengan dunia sendiri sehingga loe tidak pernah tau Apa yang terjadi di keluarga loe." ucap Bili.
Mile terdiam. "Gua adalah anak Pertama. Tanggung jawab gua sangat banyak, gua sangat mengutamakan keluarga dari pada pekerjaan dan urusan pribadi gua. Dan gua tidak pernah egois seperti Loe." ucap Bili.
Mile tidak bisa mengantakan Apa pun dia hanya bisa diam saja.
"Gua Akan kembali malam ini ke Paris." ucap Bili. "Kenapa begitu cepat?" tanya Mile. "Semua pekerjaan ku sudah selesai di sini." ucap Bili.
Bili pun pamit meninggalkan Mile di ruangan itu.
"Kakak yakin mau pulang malam ini?" tanya Tiara di depan.
"Teman-teman saya harus segera kembali. Kalau saya mempunyai waktu lagi, pasti Akan datang lagi. Di tambah lagi saya harus melihat perut kamu membesar." ucap Bili.
"Huff bisa-bisa nya kakak Masih bercanda." ucap Tiara. Bili tersenyum.
"Kamu jaga kesehatan, jaga diri baik-baik, yang sabar menghadapi suami atau masalah apapun itu." ucap Bili.. Tiara menganguk.
"Den Bili hati-hati yah. jangan lupa untuk datang lagi." ucap Bibik Ja. "Betul banget Kak, Kakak juga belum menceritakan semua nya tentang mantan Mile." ucap Tiara.
Bili tertawa. "Kamu harus tau kalau Mile tidak suka kue karena dia mempunyai mantan yang mempunyai toko kue dan sering membuat kue untuk nya, namun setelah putus. Mile sangat trauma dengan kue, karena bisa jadi itu mengingat nya ke mantan nya." ucap Bili.
"Sungguh kak?" ucap Tiara. Bili menganguk.
"Ya udah kalau begitu saya berangkat." ucap Bili menyalim tangan Bibik Ja dan juga Tiara.
Kebetulan juga Keponakan Mile keluar semua.
"Sampai jumpa lagi." ucap Bili. Mereka melambaikan tangan nya. Bili meninggalkan halaman rumah teman nya itu.
"Huff jadi terasa sepi yah Bik." ucap Tiara.
"Kan Masih ada kita berempat Tante, untuk kali ini kami pasti akan lama di sini, Tante tidak akan kesepian lagi." ucap Lena.
"Baru kali ini aku merasa sangat senang sekali tinggal lama di sini. Biasanya cepat-cepat pengen pulang." Ucap Lena.
__ADS_1
"Kenapa begitu?" tanya Tiara.
"Karena ada Tante, semenjak ada Tante om Mile tidak seperti dulu lagi." ucap Vandi menjawab. "Benar banget." Jawab mereka bersama-sama.
"Kalian bisa saja. Ada atau tidak ada om Kalina tetap sama saja." ucap Tiara. "Oh iya om Mile mana? Kak Bili pulang kok gak di anterin ke depan sih?" tanya Riska.
"Oh iya aku baru sadar kalau Om Mile tidak ada." ucap Lena lagi.
"Tadi saya melihat ada di ruangan kerja nya non." Ucap Bibik Ja.
"Loh kenapa di sana? apa om Mile Masih marah sehingga tidak mau keluar?" tanya Vandi. "Tidak tau pasti nya, tapi kelihatannya Masih sangat marah." ucap Tiara.
"Tante yang Sabar yah menghadapi Om Mile." Ucap Vandi. Tiara menganguk. Setelah selesai berbicara Tiara kembali ke kamar nya dia tidak melihat Mile di sana.
"Ya Ampun Mile, masa iya kamu Masih marah sama aku hanya karena masalah itu saja?" ucap Tiara. Dia pun memilih keluar dan mencari suami nya.
"Mile kamu kenapa sih selalu saja marah,?" tanya Tiara membuka pintu, namun ternyata Mile sudah tidur di sofa.
Tiara melihat itu menghela nafas panjang.
"Mile.. Mile bangun!" ucap Tiara mencoba membangun kan suami nya dengan lembut. "Mile.." panggil Tiara.
Mile tidak merespon sama sekali.
"Aku tau kamu masih sangat marah pada ku, tapi tidak harus seperti ini juga." ucap Tiara. "Ayo lah bangun, aku sudah minta maaf, apa yang harus aku lakukan lagi?" ucap Tiara.
Mile tidak merespon nya sama sekali.
"Huff aku sungguh bingung kalau seperti ini." ucap Tiara.
"Aku tidak bermaksud untuk pergi, bahkan aku belum mengatakan apapun pada Roy." ucap Tiara.
"Baiklah kalau kamu tidak mau percaya pada ku, aku minta maaf sudah membuat kamu salah paham." ucap Tiara beranjak dari tempat duduknya.
Dia pergi ke kamar berharap Mile akan bangun ketika meninggalkan nya, namun Tiara berbalik Mile tetao tidur.
__ADS_1
Mile Sulit untuk di bujuk.
Tiara mencoba cara agar suami nya langsung bangun.
"Aaaa.. Perut ku sakit sekali." ucap Nya berteriak membuat Mile langsung bangun.
"Apa yang terjadi?" tanya Mile langsung memegang Bahu Tiara. Namun tiba-tiba Tiara baik-baik saja.
"Kamu membohongi saya?" tanya Mile. "Hanya cara ini kamu bisa bangun dan berbicara dengan ku." ucap Tiara.
Mile menghela nafas panjang. "Kamu sudah membuat saya jantungan, kamu pikir ini bercanda?" ucap Mile. "Aku minta maaf, aku hanya memiliki ide seperti ini." ucap Tiara.
Mile kembali duduk di sofa. "Kenapa kamu tidur di sini? Apa yang kamu lakukan di sini?" ucap Tiara. Mile diam.
"Huff baik lah kalau kamu tidak akan ke kamar, aku akan tidur di sini juga." ucap Tiara baik ke sofa panjang satu lagi.
"Baik lah ayo pindah ke kamar." ucap Mile..Tiara menggeleng kan kepala nya. "Aku rasa di sini sangat nyaman sekali." ucap Tiara.
"Ayo pindah saya bilang. Di sini akan membuat badan kamu sakit." ucap Mile. "sofa nya sangat empuk kok." ucap Tiara.. Namun tiba-tiba Mile mengendong istri nya keluar.
"Kenapa kamu Menatap saya seperti itu?" ucap Mile karena Tiara bukan nya takut di gendong melainkan kesenangan sekali.
"Huff kamu sungguh sangat aneh. Bisa-bisa nya pria seperti ini ada di dunia ini." ucap Tiara. Mile sampai di kamar dia membaringkan istri nya.
"Kamu jangan kemana-mana lagi, kamu harus istirahat." ucap Mile.
"Kamu mau kemana lagi?" tanya Tiara melihat suaminya beranjak dari tempat tidur. Mile tidak menjawab dia hanya membuka baju dan menukar nya dengan pakaian biasa agar lebih leluasa dan nyaman.
Dia naik ke kasur. "Saya meminta kamu untuk tidur, kenapa belum tidur?" tanya Mile menatap Tiara.
"Sampai kapan kamu akan marah pada ku? Kamu menatap dan berbicara dengan ku, seperti aku membuat kesalahan yang sangat fatal." ucap Tiara.
Mile Menghela nafas panjang. "Kamu sudah cukup mengenal saya. kejadian seperti ini bukan hanya sekali, saya sangat marah ketika kamu Dekat dengan Roy dan wanita itu." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang. "Baiklah aku yang salah. Aku minta maaf." ucap Tiara langsung membelakangi Suami nya. Mile Menghela nafas panjang ketika istri nya membelakangi dia.
__ADS_1
Mile mau memeluk Tiara namun dia ragu-ragu, namun akhirnya dia memberanikan diri namun Tiara mengawas kan tangan nya.