Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 80


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan? Kenapa tidak mandi?" tanya Mile.


Tiara diam saja. Mile mengabaikan nya dia langsung mandi terlebih dahulu. Setelah keluar dari kamar mandi dia tidak melihat Tiara di kamar nya lagi.


Dia kaget melihat koper Tiara tidak ada di sana lagi. Dia memeriksa pakaian dan semua barang-barang Tiara tidak ada. Dia keluar.


"Did Mami see Tiara?" Tasya Mile. Menanyakan istri nya pada Mami.


"Mami melihat nya pergi bersama Tomi tadi. Mami juga tidak tau karena dia tidak pamit dan mengatakan apapun." ucap Mami.


Mile melihat Opa nya yang sedang di luar.


Huff Wajar saja jika Mereka tidak tau karena Tiara tidak akan berkomunikasi dengan mereka.


Mile menelpon Tiara namun Tiara tidak menjawab nya. Mile menelpon Tomi.


Ternyata dia mengantar kan Tiara ke penginapan yang tidak jauh dari rumah nya. Mile langsung Berangkat ke sana tampa Fikir panjang.


"Sampai di sana dia mengetuk pintu kamar yang sudah di sewa oleh Istri nya. Tiara membuka pintu. Dia melihat Mile berdiri di depan pintu dengan tatapan tajam serta wajah yang mau marah.


"Kenapa kamu ke sini?" tanya Tiara.


"Jelas kan apa yang kamu lakukan sekarang!" ucap Mile.


"Aku rasa tidak perlu di jelaskan, kamu tau sendiri Ku tidak betah di Sana." ucap Tiara.


Mile tiba-tiba masuk dan menutup pintu dengan kasar. Tiara sangat terkejut namun dia berusaha untuk biasa saja.


"Kamu membuat saya malu di depan keluarga saya, kamu sama Sekali tidak menghargai mereka, tidak mempunyai sifat yang dewasa." ucap Mile.


Tiara diam. "Saya tidak mau tau, kamu harus pulang sekarang." ucap Mile. Namun tiba-tiba Tiara mengawas kan tangan nya ketika Mile mau menarik nya.


"Aku tidak mau." ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.


"Kamu mau nya apa sih? Kurang apa saya Sama kamu? Saya mengikuti semua kemauan kamu. Sekarang giliran kamu untuk bersabar sebentar karena saya Masih ingin bertemu dengan keluarga saya." ucap Mile.


"Aku tidak melarang kamu dengan keluarga kamu, tapi jangan membawa aku ke sana." ucap Tiara.


"Saya adalah suami kamu, kamu adalah istri saya, jadi jangan mencoba untuk melawan perintah saya." ucap Mile.


Tiara menjauh dari Mile.

__ADS_1


"Justru aku tidak bersama kamu lebih bagus, kamu tidak akan kerepotan karena aku. Aku tidak akan meminta yang aneh-aneh harus kamu tepati." ucap Tiara.


Mile Menghela nafas panjang. Dia mencoba untuk menahan rasa amarahnya.


"Soal pagi tadi saya minta maaf. Saya saat olahraga tidak suka di ganggu." ucap Mile.


Tiara diam.


"Saya tau kamu pasti kesal pada saya tadi." ucap Mile.


"Enggak kok, aku gak kesal justru itu menyadarkan aku kalau aku benar-benar hanya beban untuk kamu." ucap Tiara.


Mile menatap Tiara yang mengeluarkan air mata nya namun Sambil menunduk. "Saya minta maaf kejadian tadi pagi." ucap Mile.


Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Kamu tidak salah, aku yang salah." ucap Tiara.


"Saya bingung sama kamu. Kamu sudah dewasa bersifat dewasa lah, kamu juga sedang hamil lari-lari seperti itu akan membuat kamu mudah kelelahan namun tetap saja mengikuti ku." ucap Mile.


"Kamu ketika bersama Jenny berubah pada ku. Memperlakukan ku seperti tidak di anggap dan kamu menaikkan nada bicara pada ku." ucap Tiara.


"Aku cemburu melihat kamu sama dia. Cara pandang kamu ke dia berbeda pada ku. Kamu berbicara dengan lembut pada nya, sementara pada ku kamu selalu menegangkan urat-urat leher kamu sampai aku takut. Dan kamu sangat perhatian pada nya." ucap Tiara.


Mile terdiam sejenak.


"Aku sangat kelelahan berlari namun kamu tidak perduli, kamu lebih memilih untuk terus beriringan dengan nya." ucap Tiara.


"Apa yang kamu katakan Tiara? Kamu semakin Aneh saja.' ucap Mile. "Iyah aku memang aneh, aku adalah wanita yang tidak bisa mandiri selalu merepotkan kamu." ucap Tiara.


Seketika ruangan itu jadi sunyi.


"Baiklah mulai dari sekarang aku tidak akan menganggu kamu lagi. Kita sebaiknya segera menyelesaikan liburan ini dan segera pulang ke Indonesia." ucap Tiara.


Mendengar itu entah kenapa hati Mile sangat sakit.


"Kamu Keluar dari sini." ucap Tiara mendorong Mile namun tiba-tiba Mile memegang tangan Tiara agar tidak mendorong nya keluar.


"Lepaskan aku." ucap Tiara.


"Apa kamu tidak memikirkan nya sebelum berbicara? Bagaimana kalau terjadi apa-apa sama kamu di sini?" tanya Mile.

__ADS_1


"Tidak perlu khawatir kan aku kalau kamu terpaksa. Jenny lebih butuh banyak bantuan kamu." ucap Tiara.


Mile Menghela nafas panjang.


"Saya akan tinggal di sini juga kalau kamu mau di sini." ucap Mile. Tiara Menghela nafas panjang.


Dia tidak bisa memaksa Mile untuk pergi dari sana, dia pun sangat pusing dan lelah dia memilih untuk diam saja.


Sudah sepanjang hari Tiara hanya berbaring di kasur. Bahkan Mile sudah kembali mengambil pakaian nya dan berbicara baik-baik pada Papi dan Mami nya.


Dia duduk di sofa memerhatikan Tiara yang selalu tidur menyamping dari tadi siang sampai sore.


Mile berdiri dia mau mendekati Tiara namun dia tidak berani.


Dia kembali lagi duduk di sofa.


Tidak beberapa lama Tiara bangun. Dia meregang otot-otot nya, dia menoleh ke arah Mile namun Mile mengalihkan pandangannya dengan ceria.


Tiara masuk ke dalam kamar mandi. Mile melihat nya sebentar dia pun langsung memesan makanan yang biasa di sukai istri nya.


Tidak beberapa lama Tiara keluar. Dia memasang jaket dan juga topi di kepala nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Mile menahan Tiara yang hendak membuka pintu.


"Aku mau mencari makanan." ucap Tiara. "Tapi.." namun Tiara langsung pergi begitu saja.


Mile melihat dari jendela. ternyata dia pergi dengan Tomi. Tidak beberapa lama pesanan nya datang. Dia membuat nya di dalam piring di atas meja menunggu Tiara pulang berharap Tiara juga membungkus makanan pulang.


Sudah satu jam lebih bahkan sudah gelap di luar Tiara tak kunjung kembali. Mile mau menelpon namun tiba-tiba pintu terbuka.


"Makasih yah sudah mau nganterin aku, sampai jumpa Besok." ucap Tiara.Tomi mengangguk dia melambaikan tangan nya dan segera meninggalkan Tiara.


Tiara masuk dia melihat Mile yang duduk di Meja makan.


Tiara melihat makanan kesukaan nya ada di atas meja.


"Wahh makanan kesukaan aku. Aku mau memakan nya Tapi sudah sangat Kenyang." ucap Tiara.


Tiba-tiba Mile berdiri dia mengambil semua nya dan membawa ke tong sampah dan membuang nya. Tiara yang melihat itu hanya bisa terdiam.


"Makanan nya sudah dingin." ucap Mile. Tiara Tidak mengatakan apapun dia langsung ke tempat tidur setelah membersihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2