
"Ya udah deh, kalau begitu kami mau gotong royong sama-sama." ucap Tita. "Tante bisa mengerjakan nya sendiri." ucap Tiara dia sudah merajuk.
"Tiara.. Tiara.." ucap Mile mengejar ke kamar.
"Kapok.. Rasain tuh. Istri Om Mile merajuk karena kalian, siap-siap lah menerima hukuman." ledek Vandi langsung masuk ke dalam kamar nya.
"Bagaimana ini kak? Kalau Tante Tiara marah pada kita semua nya pasti tidak enak." ucap Lena. "Tidak ada jalan lain kita harus memperbaiki Taman itu sekarang juga." ucap Tita.
"Tapi Mbak dengar sendiri kan kalau Tante Tiara tidak mengijinkan kita melakukan itu. Dari Dulu saja dia tidak suka di bantu." ucap Lena.
"Perubahan Mood saat hamil muda itu hal wajar Non, tidak perlu khawatir nanti juga non Tiara baik sendiri." ucap Bibik.
"Bibik yakin? Karena kelihatan nya Tante Tiara sangat serius marah pada kami." ucap Tita. "Non Tiara orang nya hanya marah sebentar saja." ucap Bibik. Mereka sedikit tenang.
"Kamu kenapa marah hanya karena taman?" tanya Mile mengikuti istri nya ke kamar.
"Aku sudah menitipkan itu pada mereka, namun mereka tidak menjaga nya." ucap Tiara.
"Kamu bilang pada saya kalau sesuatu yang sudah terjadi harus di terima apa adanya, dan sekarang kamu marah-marah." ucap Mile.
"Bukan seperti itu maksud aku, aku sudah lelah membuat itu." ucap Tiara. Mile duduk di samping Tiara.
"Kita bisa membuat yang baru lagi. kita akan membuat yang jauh lebih indah." ucap Mile.
Tiara Menghela nafas panjang.
"Tadi aku marah keterlaluan yah? Apa mereka sedih karena aku?" tanya Tiara. Mile tersenyum.
"Enggak kok, kamu terlihat imut Ketika mengoceh dan merajuk." ucap Mile.
"Aku serius. Sebenarnya aku hanya kesal pada binatang yang merusak tanaman ku. Mereka juga tidak hanya mengurus taman saja, mereka berangkat kerja pagi, pulang Sore dan setelah itu harus bekerja dan istirahat. Aku terlalu pemarah." ucap Tiara.
"Kamu tidak pemarah." ucap Mile. "Kenapa kamu berbicara seperti itu? Justru aku sangat pemarah, pasti aku kelihatan sangat jelek ketika marah." ucap Tiara.
Melihat sifat istri nya membuat nya merasa lucu saja.
"kamu kenapa senyum-senyum sih? Aku minta maaf yah sudah marah-marah sama Keponakan kamu. Aku akan berbicara dengan mereka." ucap Tiara mau keluar namun di tahan oleh Mile.
"Di sini saja." ucap Mile. "Eh tunggu dulu deh, kamu bilang akan pulang malam. Lalu kenapa kamu cepat pulang?" tanya Tiara.
"Saya merindukan istri saya." ucap Mile. "Apa itu Artinya kamu akan kembali lagi ke kantor?" tanya Tiara. Mile mengangguk.
Mile menarik Tiara duduk di pangkuan nya.
__ADS_1
Dia ma mencium bibir Tiara namun Tiba-tiba Tiara menahan nya.
"Bau Rokok, apa kamu baru selesai merokok?" tanya Tiara karena tidak pernah mencium aroma rokok sebelum nya.
"Saya pusing dan istirahat bersama teman-teman dan merokok beberapa batang." ucap Mile.
Tiara menghela nafas panjang.
"Sedang ada masalah yah?" tanya Tiara. Mile menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak tau sebelum nya kalau kamu merokok, Papah pernah bilang kalau kamu tidak merokok dan dia juga tidak mengijinkan, bagaimana kalau dia tau?" tanya Tiara.
"Dia tidak akan tau." ucap Mile. Tiara diam menatap wajah suaminya.
"Ya udah deh, aku mau turun dulu. Kamu tidak boleh lama-lama dengan ku, aku takut kamu tidak jadi kembali ke kantor." ucap Tiara.
Mile tersenyum mendengar istri nya itu.
"Kamu sangat pandai mengusir saya." ucap Mile.
Tiara tersenyum mereka pun keluar dari kamar itu.
Di ruang tamu tidak ada siapa-siapa lagi. Mile sudah pergi Tiara masuk ke kamar Lena. dia masuk mereka bertiga yang sedang mengerjakan pekerjaan mereka langsung berdiri memasang wajah gugup.
"Sedang bekerja Tante, tapi kalau Tante butuh sesuatu kami bisa membantu nya." ucap Lena. "Iyah Tante, kami bisa mengerjakan semua ini nanti malam." ucap Riska.
"Tidak apa-apa, Tante ke sini mau ngobrol aja." ucap Tiara. Mereka semua kebingungan.
"Tante minta Maaf yah udah marah-marah tadi." ucap Tiara.
"Kami juga yang salah Tante." ucap Lena.
Tiara tersenyum.
"Tante hanya kesal pada binatang-binatang itu, Tante mengerti kok kesibukan kalian." ucap Tiara.
Lena, Riska dan juga Tita tersenyum. "Tante di maafin gak nih? Kok malah diam saja?" tanya Tiara. "Iyah Tante. Kami juga di maafin kan?" tanya Lena.
Tiara mengangguk mereka pun o
berpelukan. "Ya udah kalau begitu kalian lanjut saja belajar nya. Tante mau keluar dulu." ucap Tiara.
"Om Mile sudah kembali ke kantor yah tan?" tanya Riska.
__ADS_1
"Sudah, emang kenapa?" tanya Tiara. Riska Menggeleng kan kepala nya.
"Hubungan Tante dengan Om Mile baik-baik saja kan?" tanya Riska. Tiara diam sejenak.
"Ya ampun aku lupa kasih tau hubungan aku dengan Mile sekarang sudah baik. Humm tapi seperti nya Mile juga ingin diam saja, ya sudah lah." ucap Tiara dalam hati.
"Baik kok, Seperti biasa nya, kamu tidak perlu khawatir yah." ucap Tiara.
"Apa om Mile selalu mengabaikan Tante di tempat liburan kemarin?" tanya Lena lagi. Tiara diam.
"Om Mile selalu seperti itu, Tante jangan meninggalkan Om Mile karena itu ya." ucap Lena.
Tiara tersenyum sambil mengangguk.
"Sebenarnya kami tidak pernah melihat om Mile seperti kemarin memberikan maaf dan tidak terlalu marah seperti biasa nya." ucap Lena.
"Emang tadi malam om Mile kenapa?" tanya Tiara.
"Biasanya dia tidak akan memberikan maaf pada kami. Dan tadi malam om Mile berbicara dengan baik setelah selesai marah-marah." ucap Lena.
"Bagus dong kalau begitu." ucap Tiara.
"Ya udah kalau begitu Tante keluar dulu yah." ucap Tiara. dia pun keluar dari kamar itu.
"Kenapa aku jadi malu yah kalau nanti mereka tau aku dengan Om nya sudah saling mencintai?" batin Tiara.
"Tapi biarlah, biar itu jadi kejutan untuk mereka." ucap Tiara.
"Ternyata Benar yah, Mile juga menyembunyikan kemesraan nya di depan keluarganya sendiri." batin Tiara.
"Tante mikirin apa hayo, dari tadi senyum-senyum sendiri." ucap Vandi.
"Kamu mengejutkan Tante saja!" ucap Tiara memukul Vandi. Vandi tertawa.
"Aku pinjam laptop Tante dong." ucap Vandi.
"Untuk apa?" tanya Tiara.
"Aku mau meminjam nya mengurus kerjaan. Laptop ku tiba-tiba error." ucap Vandi. "Tante gak mau, kamu mempunyai banyak laptop, kamu pasti mau memakai yang aneh-aneh kan." ucap Tiara langsung meninggal Vandi.
Vandi Menghela nafas panjang.
"Ternyata suami istri sama-sama pelit." ucap Vandi, dia tersenyum dan setelah itu dia masuk ke kamar Lena untuk mengacau.
__ADS_1