Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 59


__ADS_3

"Seorang istri sudah tugas nya untuk di rumah ketika tidak mempunyai kesibukan yang lain. Semua fasilitas lengkap di sini tidak ada yang kurang." ucap Mile.


Tiara Menghela nafas panjang dia melepaskan tangan dari Mile. "Huff baiklah aku akan terus di rumah sampai kepala ku mumet." ucap Tiara langsung naik ke kasur.


"Kamu awas lah. dari kasur ku, sekalian bekas kompres itu di simpan keluar." ucap Tiara dengan nada yang kesal.


"Baiklah-baiklah besok kita Akan pergi kemana pun kamu mau." ucap Mile. Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak akan kemana-mana!" ucap Tiara. Mile Menghela nafas panjang.


"Bagaimana kalau kita melihat pakaian bayi? Membeli nya? Atau membeli keperluan kamu." ucap Mile, Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau lagi, aku sudah mau tidur." ucap Tiara.


"Saya yakin kamu mau pergi ke sesuatu tempat, ayo pergi saya tidak ingin anak saya lahir ileran." ucap Mile.


"Aku tidak mau kemana-mana! Aku tidak mau pergi sama kamu." ucap Tiara meninggikan suara sehingga membuat Mile langsung terdiam.


"Baiklah kalau kamu tidak mau. Saya minta maaf." ucap Mile langsung pergi dari kasur menyimpan mangkuk keluar..


Tiara tiba-tiba memukul mulut nya.


"Tiara kenapa kamu bentak suami kamu sendiri? Aaa kenapa aku tidak bisa mengintip diri ku sendiri." batin Tiara.


Dia melihat ponsel nya melihat gambar-gambar taman. Dia sebenarnya ingin kesana.


Mata nya mulai mengantuk dia pun tidur. Mile masuk ke dalam kamar sudah melihat Tiara tidur.


Dia rapikan tempat tidur nya. Mau mengambil bantal satu dari Tiara, Mile melihat ponsel Tiara masih hidup.


Dia melihat gambar taman dia langsung paham istri nya. Dia mematikan menyimpan ponsel di atas nakas dan dia memakaikan selimut untuk istri nya.


Setelah itu dia tidur dengan nyenyak di tempat tidur nya. Tiara memegang selimut yang di pakai Nya, namun dia berbalik dan kembali tidur dengan nyenyak.


Keesokan harinya Mile bangun lebih awal. Dia melihat istrinya masih tidur dia langsung Mandi. Tidak beberapa keluar dari kamar mandi istri tak kunjung bangun.


"Tiara bangun lah, Siap kan pakaian saya ke kantor." ucap Mile. Tiara perlahan membuka mata nya dia turun dari kasur langsung berjalan ke arah pintu lemari.


Seperti nya dia belum bangun dengan benar tapi langsung beranjak. Bahkan membuka pintu lemari saja dia salah, dia memilih pakaian untuk suami nya dengan benar.

__ADS_1


Namun saat berjalan ke arah kasur tiba-tiba Tiara hilang keseimbangan nya dan terjatuh, Mile dengan cepat menangkap nya.


"Aku sangat ngantuk. Aku ingin tidur." ucap Tiara. Mile menatap wajah istri nya.


Dan benar saja Tiara bisa tidur nyenyak di pelukan Mile.


Mile terpaksa harus mengangkat tubuh Tiara ke atas kasur.


Tiara sepanjang malam mengigau seperti nya dia sangat trauma. Mile hanya bisa membantu Tiara tenang namun tetap saja Tiara takut dia memeluk Mile begitu erat tadi malam agar tidak takut lagi.


Tiga hari kemudian, Mile sengaja membuat hari libur untuk Keponakan nya. "Loh Riska, Lena gak berangkat ke kantor?" tanya Tiara.


"Hari ini hari libur Tante, kami baru saja selesai olahraga." ucap Riska. Tiara baru saja bangun itu sebab nya dia tidak tau.


Tidak beberapa lama Mile, Vandi dan Tita menyusul, mereka terlihat sangat berkeringat sekali kecapean olahraga.


Tiara menatap badan Mile yang begitu bagus tegap dan juga kekar.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu? Segera lah siap-siap, kita Akan keluar hari ini." ucap Mile pada Tiara.


"Mau kemana? Aku tidak ingin kemana-mana." ucap Tiara.


"Iyah Tante, kamu semua juga ikut kok." ucap Vandi. Tiara kelihatan masih ragu.


"Om Mile juga ikut tapi dia tidak akan marah-marah lagi." ucap Vandi. Tiara menatap Suaminya.


"Ya udah deh Iyah, ayo siap-siap." ajak Tiara. Mereka pun segera siap-siap. Tiara dan Mile masuk ke dalam kamar.


"Kamu bisa mandi duluan, aku mau menyiapkan pakaian kamu dulu." ucap Tiara.


"Kamu saja mandi duluan, kamu siap-siap sangat Lama, pakaian saya biar saya milih sendiri." ucap Mile.


Tiara Mengangguk dia pun langsung ke kamar mandi.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai mandi dia langsung bergantian dengan Mile dan langsung berpakaian.


Dia sebenarnya sangat malu memakai handuk keluar namun memakai pakaian di kamar mandi membuat nya tidak nyaman.


Setelah selesai berpakaian dia dandan cepat-cepat dan langsung keluar.

__ADS_1


Mereka semua sudah ngumpul di ruang tamu. "Om Mile lama banget sih," ucap Lena.


"Yang Sabar dong, siapa tau om lagi dandan agar terlihat Tampan ketika berjalan berdua dengan Tante Tiara." ucap Tita.


"Mana mungkin om Mile bergaya, dia hanya setia dengan stelan formal nya." ucap Lena.


Tidak beberapa lama akhirnya Mile datang. Seketika mereka semua terkejut melihat penampilan Mile yang berbeda.


"Wahh om Mile ganteng banget kalau gaya nya seperti ini, sangat Santai tapi keren." ucap Vandi. Mile hanya diam saja.


"Sudah siap semua nya? Ayo buruan berangkat." ajak Mile.


"Tunggu Dulu den." ucap Bibik yang cepat-cepat keluar dari kamar menyusul mereka.


"Kasihan Bibik tinggal di rumah, sekalian saja aku ajak. Gak apa-apa kan?" tanya Tiara. "Humm." Ucap Mile mereka pun segera berangkat.


Mile, Tiara dan Bibik satu mobil namun kali ini Mile yang menjadi supir. Sementara yang lain nya mengunakan mini nya masing-masing.


"Sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Tiara.


"Kamu ikut saja." ucap Mile. "Aku hanya ingin tau, aku tidak ingin ke tempat yang aneh-aneh." ucap Tiara.


"Kamu bisa diam gak? Kamu hanya duduk tenang di tempat duduk kamu, jangan banyak protes." ucap Mile. Tiara langsung terdiam.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka berhenti di depan taman yang begitu ramai. Dia turun.


"Kalian tunggu saja di sini, saya dengan Vandi Akan membeli tiket masuk." ucap Mile.


Mile pun pergi.


"Bagaimana Tante suka? Ini adalah taman yang paling terkenal di sini, pengunjung nya juga sangat banyak." ucap Lena.


"Sangat suka banget, Tante sudah lama ingin ke sini." ucap Tiara dia terlihat sangat senang. Dia tidak sabar mau masuk ketika Mile sudah Datang dia langsung menarik tangan Mile masuk ke dalam.


Sebelum masuk memberikan tiket dan boleh masuk.


"Jangan cepat-cepat Tiara, di sini sangat ramai." ucap Mile.


"Ayo buruan jalan, aku tidak sabar mau beli itu, aku mau melihat bunga-bunga itu." ucap Tiara terus menarik tangan Mile.

__ADS_1


__ADS_2