Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku

Pria Dingin Itu Adalah Suami Ku
Part 126


__ADS_3

"Kenapa sih tidak ada orang yang benar-benar setia selalu ada di samping ku, setia sayang pada ku, sayang Sama ku?" ucap Tiara dalam hati Sambil berjalan ke mobil suami nya.


Namun dia kaget sekali melihat mobil itu baret-baret di bagian body nya.


"Siapa lagi sih yang melakukan ini? Mampus lah aku kalau mile tau ini." ucap Tiara. Melihat goresan di mobil mahal itu membuat nya sangat sakit hati.


"Aaargggh." dia sangat kesal sekali. Dia masuk kedalam Cafe itu untuk melihat CCTV. Dan ternyata yang membuat mobil itu seperti itu adalah anak-anak kecil yang baru lewat dari depan Cafe.


Namun Tiara melihat Sindi memberikan uang pada mereka terlebih dahulu. Dan setelah itu mereka melakukan kenakalan nya.


"Ternyata Sindi!" ucap Tiara dengan kesal.


"Lihat saja nanti pembalasan ku Sindi." ucap Tiara.


"Terimakasih yah Kak, saya permisi." ucap Tiara dia pun langsung keluar meninggalkan Cafe itu.


"Kalau seperti ini aku ngomong apa sama Mile? Tidak mungkin aku bilang aku sedang nongkrong di sini." ucap Tiara.


Sebenarnya Sindi dan yang bertemu dengan nya tadi bukan lah Teman akrab Tiara. Mereka kenal di Club juga. Namun Tiara sudah menganggap mereka teman dekat.


Tiara memarkirkan mobilnya di tepi danau. Dia duduk di batu yang sangat besar sekali. Menikmati angin serta panas nya mata hari.


"Aaaaaaa!!!!!!" dia berteriak sekuat mungkin.


"Kenapa semakin ke sini diri tidak tenang? ini adalah tempat aku untuk menenangkan diri." ucap Tiara.


Tiara melihat ke arah perut nya. Mengelus nya dengan lembut. "Tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Tapi Mamah akan tetap memperjuangkan kamu nak. Mamah merasa sejak kehadiran kamu Mamah tidak sendirian lagi." ucap Tiara.


Tiara mengingat betapa jahatnya dia pada janin nya Dulu, bahkan dia menyakiti diri sendiri karena tidak menerima janin itu.


"Tapi Mamah merasa kehadiran kamu adalah sial untuk Mamah. Kamu tidak salah nak, namun Mamah tidak menginginkan kehadiran kamu." ucap Tiara.


Dia mengelus perutnya.


"Sekarang Mamah bimbang, bingung. Mamah setiap hari merasa bersalah membohongi Papah seperti ini. Dia sangat baik, dia mencintai Mamah namun Mamah berbohong pada nya."


Dia menangis. "Bagaimana suatu saat nanti mereka tau kalau mamah hamil dengan orang lain? Mereka pasti akan membenci Mamah termasuk papah kamu, Mamah tidak siap dengan Maslah itu." ucap Tiara.


"Di sini sangat panas sekali. Kenapa kamu menangis di sini sendirian?" tanya Pria yang berdiri di belakang Tiara. Tiara menghapus air mata nya dia menoleh ke belakang.

__ADS_1


"Kak Rafi." ucap Tiara dia langsung memeluk Rafi.


"ada apa? Apa kamu bertengkar lagi dengan Mile? Kakak akan menghantam dia." ucap Rafi.


Tiara Menggeleng kan kepala nya.


"Enggak kak. Ini bukan ada kaitan nya dengan Mile." ucap Tiara. "Lalu kenapa? Dari tadi kakak melihat kamu membawa mobil begitu laju, kakak Fikir tadi itu adalah Mile ternyata kamu. Ada apa?" tanya Rafi lagi.


Tiara Menggeleng kan kepala nya.


"Aku hanya sedih saja." ucap Tiara.


"Ya udah kalau belum mau cerita, tapi jangan di sini. Di sini sangat panas sekali, kamu sedang hamil bagaimana kalau tiba-tiba pusing?" ucap Rafi.


Dia merangkul Adik nya untuk duduk di bawah pohon yang begitu rindang. "Nih minum dulu." ucap Rafi memberikan satu gelas jus pada Tiara.


"Terimakasih kak." ucap Tiara.


"Kenapa kamu bisa sampai ke sini?" tanya Rafi.


"Aku hanya ingin main-main saja kak." ucap Tiara.


"Tadi suami kamu mengabari pagi-pagi banget kalau Kamu akan di antar ke rumah, namun kebetulan kakak sedang ada pekerjaan di dekat sini." ucap Rafi. Tiara diam.


"Kamu ada masalah apa? Coba cerita sama kakak." ucap Rafi, Tiara menggeleng kan kepala nya.


"Ya udah kalau begitu kakak akan meminta suami kamu datang untuk menjemput." ucap Rafi.


"Jangan Kak." ucap Tiara. "Loh kenapa?" tanya Rafi.


"Aku bisa pulang sendiri, aku juga tidak mau merepotkan Mile." ucap Tiara.


"Ya udah Kalau seperti itu yang kamu Mau." ucap Rafi.


"Kakak tidak pernah kembali ke rumah Ibu lagi yah?" tanya Tiara.


"Hanya menjemput Enjel sekali saja, menginap tidak pernah lagi. Kakak lebih Dekat dari apartemen mau kerja dan ke tempat kamu. Job kerjaan kakak lebih banyak di sini." ucap Rafi.


Tiara menatap wajah Rafi. "Kakak lagi ada masalah yah?" tanya Tiara.

__ADS_1


"Masalah? enggak kok." ucap Rafi.


"Mata kakak gak bisa bohong." ucap Tiara.


"Masalah pekerjaan. Ayah dan juga selalu membahas menikah, kakak pusing membahas itu Terus." ucap Rafi.


"Kenapa tidak kakak coba dulu? Enjel cantik, baik dan juga kaya, dia mempunyai pekerjaan yang bagus dari keluarga yang baik-baik. Siapa tau seperti aku dengan Mile bisa saling mencintai." ucap Tiara.


"Tidak semudah itu Tiara. Kamu tau Kalau kakak hanya mencintai Alisa, tidak bisa beralih pada orang lain." ucap Rafi.


"Tapi mau sampai kapan kakak mengejar dia? Dia tidak pernah menyukai kakak." ucap Tiara. Rafi diam.


"Oh iya akhir-akhir ini kakak tidak membahas Alisa atau mengajaknya bertemu, apakah Enjel melarang nya?" tanya Tiara.


Rafi terdiam sejenak "Hufff sudah ku duga kalau Enjel orang nya sangat posesif sekali." ucap Tiara.


Mereka pun menikmati angin yang begitu enak saat menerpa tubuh.


Cukup lama mereka di sana. Rafi harus kembali bekerja, dia pun meminta adik nya untuk pulang.


Tidak beberapa lama Tiara sampai dirumah.


Assalamualaikum Bibik." ucap Tiara membuka pintu.."Walaikumsalam Non, Non Tiara dari mana?" tanya Bibik Ja.


"Dari luar bik, aku mau istirahat dulu tab Bik." ucap Tiara.


"Non Tiara tidak mau Makan dulu?" tanya Bibik.


"Nanti saja Bik, aku belum lapar." ucap Tiara, setelah itu pun dia masuk ke dalam kamar nya.


"Apa kak Raffi mendengar kata-kata ku di tepi danau gak yah? Aku takut kalau ada orang yang tau selain aku sendiri." ucap Tiara.


Dia berbaring di kasur sambil melihat ponsel nya, ada dua pesan dari suami nya.


"Kamu sudah makan?" tanya Mile sambil mengirim kan foto pada istri nya.


Ternyata makanan nya hanya nasi putih dengan telor. Tiara langsung menelpon nya. "Saya sedang tidak sendirian, saya akan menelpon kamu nanti." ucap Mile.


Tiara kesal. "Ah bodo amat, aku mau tidur saja." ucap Tiara menarik selimut nya meletakkan ponsel nya a.

__ADS_1


Tidak beberapa lama mata nya sudah terlelap.


__ADS_2